<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.4" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Matematika</title>
	<link>http://myscienceblogs.com/matematika</link>
	<description>Just another Myscienceblogs.com weblog</description>
	<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 02:12:55 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.4</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Visual, Angka &#38; Ingatan</title>
		<link>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/20/visual-angka-ingatan/</link>
		<comments>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/20/visual-angka-ingatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 02:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/20/visual-angka-ingatan/</guid>
		<description><![CDATA[Mana yang lebih tahan lama: angka atau visual? Saya cukup kesulitan menghapal nomor sandi bagi beberapa gembok, namun tidak demikian ketika cara mengingatnya dengan tampilan visualnya. Hal yang sama berlaku untuk melihat mana yang janggal dalam sebuah data agregat statistika: lebih mudah mengubahnya dalam sebuah kurva, kemudian melihat mana data-data pencilan&#8211;direpresentasikan dengan titik-titik diluar kurva. Kelekatan antara visual [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mana yang lebih tahan lama: angka atau visual? Saya cukup kesulitan menghapal nomor sandi bagi beberapa gembok, namun tidak demikian ketika cara mengingatnya dengan tampilan visualnya. Hal yang sama berlaku untuk melihat mana yang janggal dalam sebuah data agregat statistika: lebih mudah mengubahnya dalam sebuah kurva, kemudian melihat mana data-data pencilan&#8211;direpresentasikan dengan titik-titik diluar kurva. Kelekatan antara visual dengan makna acap saya temui dalam presentasi yang lebih sering menyajikan grafik, alih-alih tabel. Apakah kita memang lebih peka terhadap visual?</p>
<p>Ketika belajar geometri sense dibangun melalui gambar. Namun dalam pembuktian, tetap saja diperlukan persamaan-persamaan formal. Di alam, relasi antara angka dan visual juga terjadi secara ilmiah. Apakah ini ada kaitannya dengan cara kerja otak kita?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/20/visual-angka-ingatan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jejaring</title>
		<link>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/11/jejaring/</link>
		<comments>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/11/jejaring/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 00:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/11/jejaring/</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana menentukan kinerja sebuah jejaring? Secara kuantitatif, kinerja jejaring dapat dilihat dengan mengamati pertumbuhannya. Salah satu hukum mengenai pertumbuhan jejaring adalah Hukum Metcalfe yang sanggahan mengenai hukum ini bisa dilihat di sini. Namun yang lebih sulit adalah bagaimana menilai sebuah jejaring secara kualitatif.
Misalkan Anda memiliki jejaring lulusan SMA, sebutlah jejaring alumni SMA. Secara kuantitatif, jejaring [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana menentukan kinerja sebuah jejaring? Secara kuantitatif, kinerja jejaring dapat dilihat dengan mengamati pertumbuhannya. Salah satu hukum mengenai pertumbuhan jejaring adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Metcalfe%27s_law">Hukum Metcalfe</a> yang sanggahan mengenai hukum ini bisa dilihat <a href="http://vcmike.wordpress.com/2006/08/18/metcalfe-social-networks/">di sini</a>. Namun yang lebih sulit adalah bagaimana menilai sebuah jejaring secara kualitatif.</p>
<p>Misalkan Anda memiliki jejaring lulusan SMA, sebutlah jejaring alumni SMA. Secara kuantitatif, jejaring ini akan terus berkembang dengan kian banyaknya murid yang lulus dari SMA, namun bagaimana Anda dapat mengetahui kualitas dari jejaring tersebut? Jawaban ini akan sangat berharga seandainya Anda adalah seorang pemasar atau sedang membutuhkan kerja. Bagaimana Anda menjual sesuatu dengan menggunakan jejaring yang Anda miliki? Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat cluster. Bagaimana tipe umum pangsa pasar yang sesuai dengan produk yang akan Anda turunkan.</p>
<p>Misal A adalah seluruh himpunan alumni SMA, maka ada subhimpunan-subhimpunan yang menyajikan kecendrungan pada hal-hal tertentu, dan kian besar irisannya, peluang keberhasilan pemasarannya akan kian tinggi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/11/jejaring/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Citra &#38; Penerapan Matematika</title>
		<link>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/06/citra-penerapan-matematika/</link>
		<comments>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/06/citra-penerapan-matematika/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 03:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/06/citra-penerapan-matematika/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya baru bertemu dengan dosen matematika. Dalam perbincangan di angkutan kota, ia mengisahkan bagaimana lulusan matematika kerap merasa malu dengan status jurusannya. Menanggapi penuturan tersebut, saya mengisahkan pengalaman berbeda ketika bertemu dengan orang asing, pada umumnya lulusan matematika dianggap prestisius. Terlepas dari citra matematika, apa yang membuat matematika tetap bertahan?
Salah satu kaitannya mungkin bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin saya baru bertemu dengan dosen matematika. Dalam perbincangan di angkutan kota, ia mengisahkan bagaimana lulusan matematika kerap merasa malu dengan status jurusannya. Menanggapi penuturan tersebut, saya mengisahkan pengalaman berbeda ketika bertemu dengan orang asing, pada umumnya lulusan matematika dianggap prestisius. Terlepas dari citra matematika, apa yang membuat matematika tetap bertahan?</p>
<p>Salah satu kaitannya mungkin bisa dilihat dari perkembangan IT. Saat ini Vietnam menjadi incaran para investor asing di bidang IT karena kemampuan matematikanya selain upah pekerja yang murah. Kekuatan matematika di Vietnam bisa ditelusuri lagi pada masa perang di Vietnam yang menyebabkan banyak orang pintar di sana memilih untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Kurang lebih dua puuh tahun yang lalu, Vietnam telah memiliki puluhan doktor matematika yang ketika kondisi sudah aman kembali ke negaranya dan mulai membangun. Dampaknya terasa sekarang dimana perekonomian mendapat efek berganda dari apa yang dilakukan puluhan tahun silam.</p>
<p>Hal serupa juga dapat diamati di India yang memiliki akar matematika kuat, hingga melahirkan tokoh seperti Ramanujan. Saat ini Bangalore sering diaju sebagai the next Silicon Valley. Bagaimana dengan Indonesia? Tiap kali ujian sekolah, mateatika kerap menghiasi halaman pertama media nasional. Sayangnya bukan dalam pemberitaan positif. Label momok atau apalah dilekatkan pada matematika. Kira-kira cara apa ya yang dapat membuat pengajaran matematika menyenangkan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/06/citra-penerapan-matematika/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Statistika</title>
		<link>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/01/statistika/</link>
		<comments>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/01/statistika/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 00:57:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/01/statistika/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah berkenalan dengan statistika? Ketika kuliah matematika, bagian statistika yang paling saya sukai adalah permainan peluang. Misalkan berapa peluang Anda memperoleh bola merah dari ember berisi bola merah sebanyak 2 buah dan bola biru sebanyak  3 kali? Pertanyaan bisa kian kompleks jika kita menambahkan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti berapa peluang Anda menang melawan teman Anda untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah berkenalan dengan statistika? Ketika kuliah matematika, bagian statistika yang paling saya sukai adalah permainan peluang. Misalkan berapa peluang Anda memperoleh bola merah dari ember berisi bola merah sebanyak 2 buah dan bola biru sebanyak  3 kali? Pertanyaan bisa kian kompleks jika kita menambahkan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti berapa peluang Anda menang melawan teman Anda untuk memperoleh bola biru dua kali berturut-turut.</p>
<p>Ilmu statistika menjadi agak sedikit lebih rumit dalam pembahasan mengenai sistem antrian. Dalam sistem antrian, kedatangan seseorang, perkiraan tenggat selesai, sistem Fisrt In First Out, bottle neck membuat perhitungan lebih rumit. Sistem ini juga digunakan dalam mengatur lalu lintas kereta, dan juga jaringan telepon. Namun hal yang lebih rumit lagi dalam statistika adalah ketika ia bertemu dengan ilmu sosial.</p>
<p>Dalam pemberian nilai misalnya, salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah distribusi normal. Namun distribusi ini bisa bermasalah dalam menghadapi standar minimal tertentu. Dalam salah satu mata kuliah di matematika, distribusi normal ini gagal diterapkan dalam mata kuliah Aljabar Linier dan Analisis Real :D, hingga tahun-tahun berikutnya biasanya kelas menjadi penuh.</p>
<p>Dalam menjelaskan kemiskinan, penetapan indikator juga bermasalah. Bagaimana menilai bahwa sesuatu itu baik atau buruk? Angka yang besar mungkin saja menentukan bahwa sesuatu itu baik, seperti banyaknya orang yang terserap kerja misalnya. Namun angka ini masih harus mendapat verifikasi dari metode pengumpulan data yang di gunakan. Benarkah sampel yang digunakan dilakukan di komunitas yang homogen?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/07/01/statistika/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Pi</title>
		<link>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/28/dunia-pi/</link>
		<comments>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/28/dunia-pi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 01:39:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/28/dunia-pi/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah surfing di internet, saya menemukan web menarik mengenai Pi. Yup, Pi yang membuat banyak orang penasaran karena ketiadaan pola. Link ini, berisi mengenai frekuensi angka 0-9 yang ada dalam digit Pi, dan sampai digit ke 10 juta, belum ada pola yang jelas mengenai Pi ini. Hal yang paling menarik mengenai Pi ini adalah penempatannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah surfing di internet, saya menemukan web menarik mengenai Pi. Yup, Pi yang membuat banyak orang penasaran karena ketiadaan pola. Link <a href="http://www.eveandersson.com/pi/precalculated-frequencies">ini</a>, berisi mengenai frekuensi angka 0-9 yang ada dalam digit Pi, dan sampai digit ke 10 juta, belum ada pola yang jelas mengenai Pi ini. Hal yang paling menarik mengenai Pi ini adalah penempatannya untuk menjelaskan keindahan. Bagaimana sesuatu yang indah: seperti kuil Parthenon, cangkang nautilus, kaidah emas, disusun oleh sesuatu yang&#8217;acak&#8217; seperti Pi?</p>
<p>Ah, dunia ini memang misterius <img src='http://myscienceblogs.com/matematika/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/28/dunia-pi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Matematika</title>
		<link>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/24/tentang-matematika/</link>
		<comments>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/24/tentang-matematika/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 00:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/24/tentang-matematika/</guid>
		<description><![CDATA[Baru punya buku &#8216;A Beautiful Mind&#8217; karya Sylvia Nasar. Whooaa&#8230; senangnya. Buku tebal ini merupakan biografi John Nash, matematikawan pemenang Nobel di bidang ekonomi. Tadinya saya mau mengutip salah satu bagian mengenai logika, tapi karena belum ketemu lagi, saya cuplik kata-kata von Neumann mengenai matematika:
&#8220;Gagasan matematika berawal dari uji-uji empirik&#8230; Namun begitu lahir, si subjek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru punya buku &#8216;A Beautiful Mind&#8217; karya Sylvia Nasar. Whooaa&#8230; senangnya. Buku tebal ini merupakan biografi John Nash, matematikawan pemenang Nobel di bidang ekonomi. Tadinya saya mau mengutip salah satu bagian mengenai logika, tapi karena belum ketemu lagi, saya cuplik kata-kata von Neumann mengenai matematika:</p>
<p>&#8220;Gagasan matematika berawal dari uji-uji empirik&#8230; Namun begitu lahir, si subjek langsung menjalani hidupnya sendiri yang khas dan lebih baik dibanding gagasan kreatif yang hampir sepenuhnya diatur oleh motivasi-motivasi estetik&#8230; Sewaktu suatu disiplin matematika mengembangkan sejarahnya, atau sekian kali menjalani persilangan sedarah yang &#8220;abstrak&#8221;, ia mulai terancam degenerasi&#8230; kapan pun tahapan ini tercapai, obat satu-satunya menurut saya adalah meremajakannya dengan kembali ke sumber semula: mengisinya kembali dengan gagasan-gagasan yang kurang lebih empirik.&#8221;</p>
<p>Hore&#8230; hidup kesederhanaan <img src='http://myscienceblogs.com/matematika/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/24/tentang-matematika/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Meramal Masa Depan</title>
		<link>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/21/meramal-masa-depan/</link>
		<comments>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/21/meramal-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 01:28:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/21/meramal-masa-depan/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pemodelan, baik menggunakan statistika, sistem dinamik, ataupun perangkat lainnya, peramalan (forecasting) merupakan salah satu bagian yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Hal serupa juga cukup dominan ketika mempelajari ekonomi, yaitu mengamati elemen-elemen yang diagregasikan sehingga menghasilkan pola tertentu. Peramalan ini cukup beragam melibatkan pendekatan linier dan non-linier. Namun sebagaimana kata peramalan, senantiasa ada unsur-unsur eksternal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam pemodelan, baik menggunakan statistika, sistem dinamik, ataupun perangkat lainnya, peramalan (<em>forecasting</em>) merupakan salah satu bagian yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Hal serupa juga cukup dominan ketika mempelajari ekonomi, yaitu mengamati elemen-elemen yang diagregasikan sehingga menghasilkan pola tertentu. Peramalan ini cukup beragam melibatkan pendekatan linier dan non-linier. Namun sebagaimana kata peramalan, senantiasa ada unsur-unsur eksternal yang menyebabkan probabilitasnya tidak mencapai 100%. Dalam ramal meramal yang tidak mampu memberi kepastian ini, besarnya probabilitas dan asumsi-asumsi menjadi fokus. Begitupula dalam meramalkan negara yang akan menjadi penguasa pada di abad ke 21. Mungkinkah bisa menggunakan ekstrapolasi, selanjutnya indikator-indikator apa saja yang harus digunakan?</p>
<p>Dalam artikel di <em>Business Week</em>, edisi 2 Juli 2007, ekstrapolasi linier menunjukan China dan India, dengan angka pertumbuhan yang tinggi akan menyusul Amerika Serikat. Di sisi lain, Amerika memiliki keunggulan kompetitif yang meliputi pengusaha cemerlang, lapar, investor yang bersemangat, dan memiliki sistem adaptasi yang baik.  Hal yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mengkonversi keadaan yang ada di Amerika (intangible assets) dengan angka pertumbuhan China dan India?</p>
<p>Pada masa Orde Baru, angka pertumbuhan Indonesia juga cukup tinggi. Hanya saja, pertumbuhan ini tidak diimbangi oleh fondasi kokoh sehingga ketika harga minyak dunia naik pada tahun 1997, angka perekonomian Indonesia kolaps. Bagaimana sistem ekonomi menjelaskan hal ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/21/meramal-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Manil Suri: Matematikawan &#38; Novelis</title>
		<link>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/17/manil-suri-matematikawan-novelis/</link>
		<comments>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/17/manil-suri-matematikawan-novelis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 04:29:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/17/manil-suri-matematikawan-novelis/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang Anda bayangkan ketika menggambarkan sosok matematikawan? Manil Suri (48), profesor Matematika di Universitas Maryland Baltimore County mengisahkan bagaimana rekannya sesama matematikawan meminta Suri untuk merahasiakan hobinya bermain piano. Ada semacam pencitraan mengenai tokoh matematikawan yang digambarkan harus fokus dan serius. Hal serupa juga dialami Suri ketika mengerjakan novelnya, The Death of Vishnu. Saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang Anda bayangkan ketika menggambarkan sosok matematikawan? Manil Suri (48), profesor Matematika di Universitas Maryland Baltimore County mengisahkan bagaimana rekannya sesama matematikawan meminta Suri untuk merahasiakan hobinya bermain piano. Ada semacam pencitraan mengenai tokoh matematikawan yang digambarkan harus fokus dan serius. Hal serupa juga dialami Suri ketika mengerjakan novelnya, <em>The Death of Vishnu</em>. Saat itu rekan-rekannya, mengira Suri sedang mengerjakan sebuah proyek pemerintah.</p>
<p>Dalam perjalanan sejarah, ada beberapa matematikawan ternama yang juga memiliki profesi sebagai novelis, seperti Lewis Caroll (nama pena untuk Charles Dodgson) serta Apostolos Doxiadis. Menurut Suri, ada persamaan antara matematika dan dunia sastra yaitu logika. Sama halnya dengan membuat algoritma, seorang novelis juga harus memiliki gambaran mengenai bagaimana jalan cerita yang hendak dirangkainya.</p>
<p>Misalkan ketika mencari bilangan prima yang terdapat antara 1-10, kita mengujinya dengan pembagian bilangan antara 1-10 dan mengeluarkan bilangan-bilangan yang tepat dibagi oleh dirinya sendiri dan bilangan satu. Dalam novel pun serupa, kita mencoba meramu gagasan-gagasan hingga sebuah cerita menjadi konvergen dan menarik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/17/manil-suri-matematikawan-novelis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tongkat Otong</title>
		<link>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/15/tongkat-otong/</link>
		<comments>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/15/tongkat-otong/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 13:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Teka-teki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/15/tongkat-otong/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari Otong bertemu dengan seorang pria tua yang membawa tiga tongkat berukuran 3m, 4m, dan 7m. Pria tua tersebut beberapa kali menyusun tongkat-tongkat tersebut berdampingan hingga miring-miring. Karena penasaran, Otong pun bertanya:
&#8220;Sedang apa kek?&#8221;
&#8220;Kakek ingin mengukur kain sepanjang 2 meter. Tap syaratnya, kakek cuma boleh memindahkan tongkat-tongkat ini sekali. Adik bisa membantu?&#8221; tanya kakek.
Waduh, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari Otong bertemu dengan seorang pria tua yang membawa tiga tongkat berukuran 3m, 4m, dan 7m. Pria tua tersebut beberapa kali menyusun tongkat-tongkat tersebut berdampingan hingga miring-miring. Karena penasaran, Otong pun bertanya:</p>
<p>&#8220;Sedang apa kek?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kakek ingin mengukur kain sepanjang 2 meter. Tap syaratnya, kakek cuma boleh memindahkan tongkat-tongkat ini sekali. Adik bisa membantu?&#8221; tanya kakek.</p>
<p>Waduh, sekarang giliran Otong yang garuk-garuk kepala. Apa ada yang bisa membantu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/15/tongkat-otong/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pecahan</title>
		<link>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/13/pecahan/</link>
		<comments>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/13/pecahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 08:28:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/13/pecahan/</guid>
		<description><![CDATA[Suka angka pecahan? Sama seperti tokoh Robert dalam buku Setan Angka, saya juga tak menyukai angka pecahan. Ketika SD, tiap kali menemukan angka pecahan dalam sebuah soal cerita, saya pasti mengira hitungan saya salah (dan biasanya dugaan saya benar :D). Selain alasan pribadi, pecahan memang bermasalah.
Misalnya, bagaimana kita menuliskan 1/3 dalam bentuk desimal? Pada umumnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suka angka pecahan? Sama seperti tokoh Robert dalam buku <em>Setan Angka</em>, saya juga tak menyukai angka pecahan. Ketika SD, tiap kali menemukan angka pecahan dalam sebuah soal cerita, saya pasti mengira hitungan saya salah (dan biasanya dugaan saya benar :D). Selain alasan pribadi, pecahan memang bermasalah.</p>
<p>Misalnya, bagaimana kita menuliskan 1/3 dalam bentuk desimal? Pada umumnya kita menuliskan dua bilangan di belakang koma, sehingga 1/3 ~ 0,33. Namun hal ini menjadi bermasalah ketika kita membandingkan hasil perhitungan menggunakan penyebut dan pembilang dengan desimal.</p>
<p>1/3 + 1/3 + 1/3 = 3/3 = 1  sedangkan ketika kita menggunakan bilangan desimal hasilnya tidak pernah mencapai 1. Misalkan kita tulis perpanjang penulisan angka dibelakang koma hingga mencapai 5 seperti ini: 0,33333 + 0,33333 + 0,33333 = 0,99999 dan seterusnya.</p>
<p>Pertanyaan: bagaimana agar desimal bisa mencapai 1? <img src='http://myscienceblogs.com/matematika/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myscienceblogs.com/matematika/2008/06/13/pecahan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
