Just another Myscienceblogs.com weblog
Start discussion — yuti on March 6th, 2008
Buku yang ditulis oleh Stephen Wolfram pada tahun 2002 ini cukup kontroversial karena menyajikan thesis bahwa sifat alamiah dari komputasi harus dieksplorasi melalui eksperimen, dan hasil dari eksperimen ini memiliki relevansi kuat dengan dunia nyata. Selain itu, dari perbincangan saya di salah satu milis, buku ini juga menuai kritik karena tidak mencantumkan darimana pemikiran-pemikiran itu […]
Popularity: 16%
2 replies — yuti on March 5th, 2008
Salah satu bagian yang paling saya ingat dari buku The Man Who Loved Only Numbers adalah kebiasaan Erdos untuk memanggil anak kecil dengan panggilan epsilon. Totalitas Erdos dalam matematika, diabadikan oleh kawan-kawannya dalam bilangan Erdos, yaitu berapa derajat keterkaitan Anda dengan Erdos. Misalkan Anda berkolaborasi langsung dengan Erdos, maka Anda akan memiliki bilangan Erdos 1, […]
Popularity: 17%
Start discussion — yuti on February 25th, 2008
Kredit gambar: http://www.mcs.surrey.ac.uk/Personal/R.Knott/Fibonacci/fibnat.html
Kisah mengenai kelinci-kelinci ini saya peroleh ketika pertama kali berkenalan dengan deret Fibonacci. Kelinci memiliki siklus untuk mencari pasangan pada umur satu bulan, dan memiliki anak, pada bulan berikutnya. Dengan demikian, pada akhir bulan kedua, kita memiliki dua pasang kelinci. Dengan asumsi, kelinci-kelinci ini tidak pernah mati, jumlah kelinci-kelinci ini akan terus bertambah, dengan perpaduan […]
Popularity: 27%
One reply — yuti on February 18th, 2008
Apakah lambang-lambang I, II, III, IV, V ini sudah pernah Anda lihat sebelumnya? Lambang-lambang tersebut dikenal juga dengan nama bilangan Romawi.
Tahukah Anda kalau lambang-lambang tersebut dikembangkan dari perhitungan jari?
Fakta Unik
Bangsa Romawi telah mengenal bilangan pecahan. Sebagai contoh, untuk menyatakan ½ mereka menggunakan huruf S (semis)
Popularity: 16%
Popularity: 16%
Start discussion — yuti on February 16th, 2008
Pernahkah Anda membayangkan asal muasal angka, dan pembagian? Berikut ini adalah tanda yang digunakan oleh orang Mesir kuno untuk menyatakan pembagian. ‘Mata Horus’ atau udjat pernah digunakan sebagai satuan untuk menghitung butir-butir padi. Pada gambar di bawah ini, tiap bagian dari mata menyatakan pembagian. Orang-orang Mesir juga merupakan penemu garis pembagi. Penyebut satu dan garis […]
Popularity: 14%
Start discussion — yuti on February 10th, 2008
Apa yang Anda rasakan ketika mendengar musik klasik? Jawabannya bisa beragam. Bagi para pecinta musik klasik, simfoni megah yang ditawarkan bisa membawa ketenangan, ataupun semangat, namun bagi sebagian orang lainnya, musik klasik bisa jadi sangat membosankan. Lalu mungkinkah sesuatu yang menyangkut selera, seperti musik, lukisan, arsitektur dibakukan dalam sebuah rumusan matematis mengenai estetika?
Relasi antara […]
Popularity: 14%
Start discussion — yuti on February 2nd, 2008
Kemarin saya berbincang mengenai orang yang tengah melakukan penelitian mengenai batik fraktal. Perbincangannya menarik, terutama karena ada perpaduan antara matematika dan seni,dan pendekatan yang digunakannya. Seperti halnya pilihan yang bisa dikelompokan menjadi 3 kelompok besar, terima sepenuhnya, sintesis, atau tolak sepenuhnya. Pengaruh komputasi batik bisa dilakukan dengan cara serupa. Setelah memperoleh basis dari batik, kita […]
Popularity: 11%
Start discussion — yuti on January 31st, 2008
Dikutip oleh J. Newman dalam The World of Mathematics dari William Blake
Blake: “Saya mendengar banyak orang berkata, ‘Berikan saya ide, tidak masalah dalam kata apa ide tersebut Anda letakan.”
Sebagai balasannya: “Ide tidak bisa diletakan kata-kata yang tidak tepat.”
Kata-kata Blake menjadi penting dalam dunia sosial. Tiap kata memiliki wajahnya sendiri bergantung konteks dimana ia diletakan. Berbeda […]
Popularity: 14%
2 replies — yuti on January 24th, 2008
Apakah Anda mengenal bilangan negatif? Meski saat ini penggunaan bilangan negatif sudah umum digunakan untuk menyatakan waktu sebelum sekarang, bilangan di sebelah kiri bilangan nol, namun konsep mengenai bilangan negatif baru diterima bangsa Eropa pada abad ke-16 di masa Renaissance. Pada masa itu, para penjelajah di semua bidang melakukan terobosan-terobosan, termasuk dunia bilangan.
Kehadiran bilangan negatif […]
Popularity: 16%
3 replies — yuti on January 22nd, 2008
Bilangan nol yang kita kenal sekarang memiliki perjalanan yang cukup panjang. Perjalanan ini bisa kita telusuri dari asal katanya. Dalam bahasa Inggris, bilangan nol disebut zero. Kata zero ini berasal dari kata bahasa Italia, zefiro yang diserap dari bahasa Arab, safira yang berarti kosong.
Perujukan bahasa Inggris ke bahasa Italia, kemudian dari bahasa Italia ke bahasa […]
Popularity: 13%
Recent Comments