You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Mathematician Turn Into Sociologist
Bagaimana latar belakang matematika kamu akan berpengaruh? Salah seorang dosen pernah mengajukan pertanyaan itu ketika saya mau masuk ke Departemen dia di Amerika. Kebetulan sang penanya juga memiliki latar belakang yang mirip, S1-nya dari Department of Philosophy and Mathematics. Saat itu saya tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan. Namun dengan kian seringnya saya bertemu dengan beragam orang, saya mulai berpikir bahwa mungkin latar belakang S1 ada pengaruhnya dan mungkin bagaimana akhirnya aku bisa tersasar ke dunia ini sama sekali bukan suatu peristiwa acak.
“Nah, kamu anak matematika kan, seharusnya logika kamu bagus.” Itu adalah salah satu tanggapan dari sekian tanggapan lain ketika aku menceritakan latar belakang S1 saya. Meski berada dalam ranah yang mungkin tak melulu angka, memahami pola merupakan salah satu hal yang tak lekang. Dengan melihat beberapa perulangan, dengan segra kita bisa membuat sebuah model. Jadi tak melulu x itu menggantikan posisi angka, tapi dalam kehidupan sosial itu bisa juga melambangkan karakter.
Begitupula dalam memahami korelasi. Terkadang dengan menggunakan statistik, suatu variabel dihubungkan dengan variabel lain dengan melihat korelasi antara keduanya. Jika korelasinya tinggi maka variabel tersebut akan digunakan untuk mempengaruhi variabel lainnya. Sebagai ilustrasi, energi dan kemiskinan, tapi bagaimana keduanya berkorelasi masih jadi tanda tanya besar, belum lagi jika membahas syarat perlu dan cukup. Jawabannya sungguh tidak sederhana.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.