You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Math & Seni

Math & Seni

yuti — August 27, 2009 / 8:44 am

 escher.jpg

Apa yang anda pilih: logika atau visualisasi? Saya cenderung memahami lewat visualisasi. Seperti dalam menentukan kuartil dalam statistika, ilustrasi akan memudahkan sesorang memahami distribusi data yang ada. Dalam math dan seni, keduanya juga menciptakan perpaduan yang unik. Awalnya saya mau memasukan gambar Escher yang mirip dengan prinsip pita Mobius dengan konsep satu sisi, tapi kemudian saya tergoda untuk memasukan karya Escher yang berjudul Balcony 1945 Litograph karena memadukan perilaku lensa :)

Kredit gambar: http://www.mcescher.com/

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. ibnusomowiyono

    Ketika saya masih menggeluti Fotografi sebagai hobi dan mencarai nafkah saya sering disodori foto-foto yang polos dalam B.W. (belum direkayasa atau dimanipulasi) yang “sepintas” tak masuk akal dan tak dapat dijelaskan dengan logika termasuk mathematika, misalnya (bayangan putih bagaikan asap yang terdapat ditengah sekelompok orang yang sedang dikuburan. Kebetulan saya juga menservis dan memperbaiki camera hingga saya dapat menjelaskan dengan bukti secara tehnis dan analtis, saya memperkirakan saat pengambilan gambar digunakan selftimer (mekanisme penunda waktu buka shutter agar ada kesempatan bagi sipemotret untuk ikut terekam oleh kamera).
    Sipengambil gambar kebetulan berbaju putih dan celana abu-abu dan bergerak melintas didepan camera hingga terekan sebagai asap akibat selama penantian terjadi lobang sebesar ujung jarum pada pertemuan daun shutter akibar ketidak beresan kerja selftemmer. Mula-mula mereka menganggap itu bayangan hantu/makluk halus, tetapi setelah saya jelaskan duduk persolannya maka hilanglah anggapan yang tak rasional itu.
    Banyak hal unik yang dapat terjadi dalam fotografi. Fotografi adalah penggabungan antara Tehnik dan Seni yang hasilnya sering kali sangat menakjubkan.
    Kebetulan gambar/foto yang saya saksikan diatas hampir serupa yang ditunjukkan oleh seorang Insinyur Listrik/disen UGM yang hobinya fotografi, saya anggap itu hasil rekayasanya (manipulasi), tetapi saya diterwakan dikatakan saya ketinggalan zaman. Menurut dia itu asli tapi palsu, maksudnya bukan hasil manipulasi melainkan hasil dari penggunaan filter (lensa tambahan) yang memiliki kemampuan “menyesatkan).Kala itu belum ada camera digital sehingga filter yangat laku keras, disamping lensa khusus yang tersedia untuk camera single lems reflek (SLR).
    Dengan beredarnya camera digital maka hasil foto dapat dimanipulasi sesuka hati. Banyak program aplikasi garfis dibuat atas kerjasama tehnologi,math dan saint.
    Saya sangat senang berdiskusi tentang fotografi sebab dapat menjadikan saya tak tertinggal pada tehnologi optik, electronik dan mekanik.

    September 2nd, 2009 at 9:46 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Koen — Terima kasih, Echi dan Dhani :). Salah satu misi Pernik Ilmu memang membuka mata masyarakat, dengan bahasa awam, tentang fakta-fakta ...
  • » Mengapa Langit Malam Gelap? ~ Blog Archive ~ Pernik Ilmu (Asia Blogging Network) — [...] pertama di Pernik Ilmu ini berjudul Mengapa Langit Biru :). Tapi kita tahu langit hanya biru di hari yang ...
  • dedy — sebutkan macam2 sel volta!!!kasih gambar dan bagaimana carajanya!!!
  • Taufik Hidayat — Mengapa pd wkt bln purnama kalau kita mancing dilaut, gak ada ikannya yg mau makan umpan yg ada di kail ...
  • sardes — hi.......Q sardes saat ni sedang kul di salah satu PTN yang tentunya FMIPA n jur MM...q mw nanya nih kira2 ...
  • Mukmin — slam kenal mbak Yessi,
  • nurul azizah — salut wat astronot....
  • elang — nyerah dech, apa jawabannya???????
  • In-daH — oo....kERen banget....
  • Erastosthenes — Jadi, 1 drajat itu sbnarnya brp km? 1 drajat itu brp menit?