You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Kode & Matematika!
Mungkinkah lambang-lambang yang ada di matematika diganti notasinya? Jawabannya adalah bisa. Namun jika pertanyaan tersebut dilanjutkan dengan apakah pergantian lambang tersebut akan mempengaruhi komunikasi di antara para matematikawan, jawabannya adalah ya. Ada yang memandang matematika sebagai bahasa, dan dengan demikian perubahan lambang akan mempengaruhi konsesi yang membingkai bahasa tersebut. Misal ketika orang Indonesia berkomunikasi dengan orang Inggris, maka terjadi translasi, entah orang Inggris memahami bahasa Indonesia dan orang Indonesia memahami bahasa Inggris sehingga keduanya bisa menggunakan bahasa masing-masing, atau salah satu dari mereka menggunakan bahasa asing.
Hal tersebut analog dengan matematika sampai pada level tertentu. Pada level berikutnya, matematika bisa dide-konstruksi dan dilihat keterkaitannya melalui pola yang muncul. Tentu saja ini akan memakan waktu lebih lama dibandingkan jika menggunakan kode yang sudah umu. Sebagai ilustrasi pemecahan code, anda bisa mengikuti permainan yang disajikan oleh CIA di sini. Pergantian kode dari yang lazim menggunakan kunci tertentu akan berguna jika anda tidak ingin pesan tertentu tidak sampai kepada pihak tidak berkepentingan.
Selain kode-kode yang memang dimaksudkan untuk membatasi orang-orang yang mampu mengakses, kadang jarak yang tercipta ketika seseorang belajar matematika juga terbentuk akibat penggunaan simbol yunani yang ada di matematika. Saran saya: coba berabstraksi, dan alih-alih melihat simbol yang digunakan, coba pahami makna dibalik simbol tersebut: apayang sebenarnya hendak disampaikan oleh matematika?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
ibnusomowiyono
Secara individual hidup manusia sangat pendek namun secara jenis dapat berkesinambungan. Informasi adalah penghubung antar waktu dan ruang. Kemajuan (termasuk mathematika) yang dapat dicapai dalam satu generasi/satu kehidupan juga sangat terbatas, sehingga tanpa adanya sistem informatika setiap pergantian generasi manusia harus “mengulang atau memulai dengan nol atau titik awal baru”.
Agar terjadi kesinambungan budaya (termasuk mathematika) maka apa yang telah dicapai oleh suatu generasi diwariskan kepada generasi berikutnya. Warisan itu harus dapat di”baca”, dimengerti dan dimanfaatkan oleh generasi beruikutnya. Bahasa, budaya, ilmu pengetahuan dan apa saja semakin lama semakin diperkaya sesuai dengan berjalannya waktu. Agar dapat dimengerti oleh generasi berikutnya dan orang/bangsa lain dibutuhkan “tanda tanda dasar” yang jika dirangkaikan/disusun dalam kerangka tertentu memberikan makna yang dapat difahami fihak lain. Menurut TM waktu adalah sekwen/atau urutan yang tak boleh diputar balikkan. Sebuah informasi bagaikan sebuah fungsi mathematika yang harus kontinue dan mempunyai batas sehingga dapat diuraikan menjadi tanda-tanda dasar sebagai halnya fungsi dasar mathematika (misalnya fungsi sinusoidal). Tanda itu harus dibaca sesuai dengan urutannya bukan hanya dikenali saja, jika urutannya tak sama hasilnya akan berbeda dan mungkin tak dikenali maknanya. Menggantikan tanda=tanda atau memutar balikkan akan menyebabkan rancu, beda arti atau tak dapat dimengerti.
Kode dengan sengaja dibuatkan agar sebuah informasi tak dapat dimengerti oleh mereka yang tak diinginkan untuk mengerti. Untuk mengerti suatu kode dibutuhkan sarana antara lain decoder, baik berupa kepandaian khusus atau peralatan fisik. Contonya: komputer mula-mula hanya mengenal bahasa dasar,hingga untuk berhubungan/menggunakan kompeter harus belajar bahasa yang dikenali oleh alat tsb, Kemudian manusia menyusun bahasa lanjutan hingga manusia dapat menggunakan komputer dengan bahasa yang digunakan oleh manusia.
Tulisan saya bukan untuk menggurui melainkan sekedar memmberikan “tambahan” informasi untuk tulisan diatas: Agar tak salah sasaran senjata yang digunakan harus sesuai dengan target yang akan dicapai. Jika kita ingin pendapat kita dimengerti banyak orang, harus kita gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh banyak orang, sebaliknya jika kita ingin membatasi diri untuk kalangan tertentu, maka bahasa kita haruslah merupakan code-code yang hanya dikenali mereka yang mengenali code-code itu secara langsung atau dengan peralatan tertentu.
June 16th, 2009 at 3:56 am
dwi
assalamualaikum
bagus juga tulisannya mbak
apalagi untuk aq yang setiap hari berkutat dengan matematika.terima kasih
June 18th, 2009 at 11:37 am