You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Eksistensi-Konsistensi-Konvergensi-Pasti
Ketika saya sedang presentasi mengenai tugas akhir, salah seorang dosen bertanya, apa yang dimaksud dengan konsistensi? Karena saat itu kepala saya sedang penuh dengan rumus, dan berada di ruang yang penuh dengan dosen matematika, otomotasi saya menjawab bahwa konsistensi tersebut ditentukan oleh bagaimana himpunan bilangan tertentu berada dalam epsilon-delta tertentu. Namun dosen saya beranjak lebih jauh, apa yang dimaksud dengan konsisten dalam kehidupan sehari-hari? Apa yang dirujuk?
Lama setelah saya mendapat pertanyaan itu saya baru menyadari bahwa konsistensi itu bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari–seperti halnya untuk memahami konsistensi dari suatu persamaan kadang kita harus menggunakan integral Lebesque alih-alih Riemann yang biasa digunakan, seperti ketika kita mengamati kebiasaan orang (yang acap dikuantifikasi dengan menggunakan statistika). Dengan memahami konsistensi seseorang, kita dapat melihat konvergensi dari kebiasaan orang tersebut. Misal, seseorang yang sedang menabung untuk membeli sepeda. Konsistensi bisa dilihat dari kebiasaan ia menyisihkan uang untuk membeli sepeda, dan pada suatu waktu tertentu ia akan bisa membeli sepeda.
Hal yang menarik adalah ketika konsistensi ini tidak cukup rigid, sehingga akumulasi pencilan-pencilan yang tidak ikut diamati menimbulkan chaos pada t tertentu. Salah satu contoh dari chaos ini terlihat dari krisis finansial yang terjadi saat ini. Banyak perusahaan runtuh karena bergerak di sektor non-riil.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.