You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Perempuan = Laki-laki dalam Matematika
Penelitian yang diketuai oleh Janet S. Hyde menganalisa kinerja sekitar 7 juta siswa kelas 2-11 di 10 negara bagian. Dari penelitian mereka, terungkap bahwa dari tingkat 2-11 tersebut tidak ada perbedaan gender dalam keahlian matematika. Berita selengkapnya bisa dibaca ScienceNOW Daily News tanggal July 24, 2008. Ketika kuliah dulu juga, siswa perempuan dan laki relatif sama. Begitupula dengan komposisi dosen. Hal yang cukup berbeda adalah jika kita melihat referensi buku di perpustakaan atau membaca sejarah matematika. Sangat jarang menemukan matematikawan perempuan, dan dalam posisi yang cukup signifikan seperti Euclid, Russel, Whitehead. Saya belum melihat ke daftar penerima Field, tapi dari beberapa tahun yang saya amati juga keberadaan matematikawan perempuan ini masih terbilang langka.
Apakah ini disebabkan pada zaman dahulu perempuan tidak memiliki kesempatan yang sama selayaknya laki-laki atau karena struktur otak tertentu? Komposisi serupa saya temui dikalangan programmer yang didominasi kaum adam. Apakah ini kebetulan?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
Ari
Matematika buat orang jd mumet apakah benar. Apa alasannya.
September 14th, 2008 at 11:01 am
adhiguna
Bukan karena perempuan tidak berbakat atau tidak ada kesempatan. Masalahnya simple, dalam passion, cari jodoh etc wanita itu cenderung mendengarkan kata orang, laki-laki cenderung mendengarkan kata hati.
October 9th, 2008 at 2:52 am
ikhsan
jaman dulu perempuan sibuk nyuci di kali, sekarang dah ada mesin cuci… so bisa sambil belajar matematik.
October 15th, 2008 at 11:25 pm