You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Citra & Penerapan Matematika
Kemarin saya baru bertemu dengan dosen matematika. Dalam perbincangan di angkutan kota, ia mengisahkan bagaimana lulusan matematika kerap merasa malu dengan status jurusannya. Menanggapi penuturan tersebut, saya mengisahkan pengalaman berbeda ketika bertemu dengan orang asing, pada umumnya lulusan matematika dianggap prestisius. Terlepas dari citra matematika, apa yang membuat matematika tetap bertahan?
Salah satu kaitannya mungkin bisa dilihat dari perkembangan IT. Saat ini Vietnam menjadi incaran para investor asing di bidang IT karena kemampuan matematikanya selain upah pekerja yang murah. Kekuatan matematika di Vietnam bisa ditelusuri lagi pada masa perang di Vietnam yang menyebabkan banyak orang pintar di sana memilih untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Kurang lebih dua puuh tahun yang lalu, Vietnam telah memiliki puluhan doktor matematika yang ketika kondisi sudah aman kembali ke negaranya dan mulai membangun. Dampaknya terasa sekarang dimana perekonomian mendapat efek berganda dari apa yang dilakukan puluhan tahun silam.
Hal serupa juga dapat diamati di India yang memiliki akar matematika kuat, hingga melahirkan tokoh seperti Ramanujan. Saat ini Bangalore sering diaju sebagai the next Silicon Valley. Bagaimana dengan Indonesia? Tiap kali ujian sekolah, mateatika kerap menghiasi halaman pertama media nasional. Sayangnya bukan dalam pemberitaan positif. Label momok atau apalah dilekatkan pada matematika. Kira-kira cara apa ya yang dapat membuat pengajaran matematika menyenangkan?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
muhib
matematika pada dasarnya bersifat abstrak, namun tidak bisa dipungkiri bahwa matematika memegang peranan penting dalam kehidupan. Untuk mengajarkannya dimulai pada kegiatan/ hal-hal yang dekat dengan anak. Kebanyakan anak-anak membenci matematika dikarenakan belum memperoleh manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, oleh karena itu kita perlu menjelaskan kegunaan materi yang kita ajarkan, setelah materi selesai kita praktekkan. sehingga siswa mengetahui manfaat dari yang dipelajari.
September 12th, 2008 at 9:49 am
Vincent
Saya merasa bahwa murid tidak menyukai matematika karena ada beberapa hal :
1. metoda penyampaian materi dari guru ke murid
2. kondisi murid itu sendiri, yg mudah putus asa, atau selalu dicekoki tanpa diajar untuk berpikir…
3. Kondisi rumah / lingkungan yg tidak mendukung seseorang struggle / tuff dalam permasalahannya.
4. kekurangnan fasilitas (buku, alat bantu pembelajaran).
5. SDM yg memang tidak bisa mencapai tingkatan tertentu dlm berpikir / menangkap materi dg baik
6. Kurikulum yg selalu berubah, perubahan kedalaman materi yg diajarkan, memuat anak semakin berubah pandangan ttg Matematika
Intinya SDM, fasilitas yg ada, Kurikuilum tidak berjalan baik dan berkesinambungan.
September 23rd, 2008 at 6:59 pm
yuti
Saya suka matematika karena:
1. Saya mendapatkan guru yang enak ketika SD, dan itu berbekas sampai SMP.
2. Kelas satu SMA saya sempat sebel dengan matematika, tapi termotivasi oleh kisah-kisah matematikawan yang menarik.
3. Ketika kuliah, saya sebel dengan statistika, tapi suka dengan yang lainnya…
Hal yang menjadi perhatian saya adalah matematika seperti apa yang cocok untuk tiap orang, karena pada dasarnya matematika melatih logika, bahkan di Jepang, jurusan sastra pun tes masuknya menggunakan tes geometri
September 26th, 2008 at 3:43 pm