Just another Myscienceblogs.com weblog
Suka angka pecahan? Sama seperti tokoh Robert dalam buku Setan Angka, saya juga tak menyukai angka pecahan. Ketika SD, tiap kali menemukan angka pecahan dalam sebuah soal cerita, saya pasti mengira hitungan saya salah (dan biasanya dugaan saya benar :D). Selain alasan pribadi, pecahan memang bermasalah.
Misalnya, bagaimana kita menuliskan 1/3 dalam bentuk desimal? Pada umumnya kita menuliskan dua bilangan di belakang koma, sehingga 1/3 ~ 0,33. Namun hal ini menjadi bermasalah ketika kita membandingkan hasil perhitungan menggunakan penyebut dan pembilang dengan desimal.
1/3 + 1/3 + 1/3 = 3/3 = 1 sedangkan ketika kita menggunakan bilangan desimal hasilnya tidak pernah mencapai 1. Misalkan kita tulis perpanjang penulisan angka dibelakang koma hingga mencapai 5 seperti ini: 0,33333 + 0,33333 + 0,33333 = 0,99999 dan seterusnya.
Pertanyaan: bagaimana agar desimal bisa mencapai 1? ![]()
Popularity: 16%
This entry was posted by yuti on Friday, June 13th, 2008 at 4:28 pm and is filed under Umum. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
There are 2 comments for this entry. Add yours
PUTRA
itu khan sama ketika kita harus tau bagaimana menjadikan 0.333333….. menjadi pecahan
khan tidak 0.333333333…../10, tapi kita cukup mebagi angka yang diulang dengan sembilan
yaitu 3/9=1/3
jadi agar desimal itu dapat berjumlah satu ya cukup menulis 0.333333….
bukan 0.33333 jadi
tidak masalah khan
July 23rd, 2008 at 5:39 pm
yuti
Hmm… secara kesepakatan memang bisa dituliskan dengan menggunakan 0.3333… namun dari bilangan sendiri 1/3 ~ (mendekati)0.3333… karena tidak bisa benar-benar sama
July 25th, 2008 at 9:21 pm