Just another Myscienceblogs.com weblog
Dari banyak komentar yang singgah di blog ini, banyak pembaca yang meninggalkan jejak pada pendidikan matematika. Kisaran komentarnya pun beragam, mulai positif hingga kadang berupa umpatan hingga tidak saya approve. Mungkin kalau ada yang tidak setuju, umpatan bisa juga dimasukan sebagai refleksi penerimaan matematika di masyarakat. Saya sendiri masih cenderung pada pembatasan untuk tujuan-tujuan tertentu.
Tulisan ini terpicu oleh komentar yang disampaikan Sisca pada Pendidikan Matematika. Ia mereferensikan sebuah situs yang berisi 14 tantangan terbesar yang dihadapi para engineer. Secara khusus, Sisca merujuk pada poin kelima, yaitu advanced personalized learning yang merupakan salah satu masalah dalam perkembangan dunia sains dan teknologi saat ini. Bagaimana menciptakan atmosfer belajar yang menghasilkan manusia-manusia pembelajar? Orang-orang pro-aktif yang tidak terpaku pada buku ajar tapi datang ke sekolah dengan pertanyaan-pertanyaan dan semangat untuk terus memahami.
Terus terang, hal yang paling membuat saya semangat dalam blog ini adalah ketika beririsan dengan orang-orang yang punya kesukaan sama. Tak masalah kalau masih terengah-engah pada sebuah bagian, yang penting usaha dan semangat.
Terima kasih kepada teman-teman yang telah membuat blog matematika ini semarak! ![]()
Popularity: 23%
This entry was posted by yuti on Wednesday, April 23rd, 2008 at 11:15 am and is filed under Pendidikan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
There are 8 comments for this entry. Add yours
sisca
Hi Yuti, maaf banget baru sempat melompat kembali ke blog kamu..err agak susah jg carinya krn awalnya kesini akibat nyasar
Apa ada teori yang bisa menghadirkan ketersesatan ya? Hehe, terus terang saya kaget juga lihat nama saya mejeng di posting ini habis gak biasa banget. Aku juga gak tahu gmn caranya menghasilkan manusia2 pembelajar, aku sendiri sering bertanya-tanya, dmn letak simpul keingin- tahuan manusia? Semua org tahu, kalau anak2 punya lebih byk rasa ingin tahu ketimbang orang dewasa. Lalu apakah keingintahuan itu turunan genetik atau hasil ciptaan budaya?
terus terang saya gak pintar matematika, tp konyolnya saya sekarang sedang ingin mengulang lagi pelajaran2 matematika, tp gak tau mesti gmn belajarnya. kepikir utk jd murid di Kumon tp tus saran temen2, “he? ngapain? mending buka kelas Kumon sekalian aja.” Nah lho!?
Tentang personalized learning, saya sebelumnya gak pernah tahu bahwa didunia ini ada yg namanya konsep pendekatan pendidikan spt itu. Saya memahami hal itu ‘ada’ setelah saya mengalami ‘kehausan’ matematika waktu SMA, setelah gagal masuk A1/A2. Di kelas A3 saya melihat matematika sebagai kebutuhan (keinginan utk mengerti), gak sbg keharusan (utk mempelajari). Ternyata, di kelas itu cara mengajar gurunya pun berbeda, dia gak demanding, dan setiap murid di datangi meja per meja, gak pernah ada tatapan sebelah mata utk yg gak bisa2, dia ngajar itu cepat, hampir merepet tp kita (saya) senang. Dan disitu saya mendapat nilai matematika yg membahagiakan. Baru disitu saya mengerti kalau saya bisa memahami matematika dgn pendekatan ajar tertentu. Atau mgkn juga ditambah dgn suasana psikologis yang jauh lebih relaks, ya?
Menurut kamu?
Oh ya, saya juga senang bisa ketemu teman diskusi didunia cyber ini..:-) Utk URL advanced personlized learning, itu aku baca dari blog-nya mas Koen. You know him, don’t you? Ah, siapa yg gak tahu mas Koen ^-^
April 28th, 2008 at 3:37 am
yuti
Yup, mas Koen kan selebritis blog, so everybody knows him, atau mungkin juga karena ketertarikannya pada dunia sains, jadi orang yang memiliki ketertarikan di dunia sains banyak yang tersasar ke blognya. Hmm… ini termasuk fenomena dunia kecil:)
Menurutku matematika dan suasana ajar memiliki kaitan erat, satu unsur lagi adalah tuntutan kurikulum yang kadang membuat guru seperti dikejar setoran. Aku sempat ngga suka dengan matematika waktu kelas 1 SMA. Pengajaran yang tidak cocok membuat matematika seperti horor. Mungkin kejadiannya sama seperti kamu yang baru bisa merasakan ‘fun’ matematika ketika tidak ada tuntutan:)
April 28th, 2008 at 5:03 pm
marsudiyanto
Salam kenal Mas. Saya penggemar blog Anda, karena saya pecinta Matematika seperti Anda. Saya guru Matematika dan blog Anda sudah saya link di MGMP Matematika saya.
Selamat berjuang
May 1st, 2008 at 5:54 pm
TGH. Nizar AL-Kadiri
gak usah terlalu dipusingkan yang begitu. kita tidak bisa mengajak orang lain untuk seperti kita. lebih baik…
May 11th, 2008 at 11:05 am
putra
Mas, saya kan sedang TA. dalam TA saya pake hessian matriks. Yang saya baca hessian matrix itu turunan orde 2 gaussian. matriksnya 2×2. yang sampai sekarang saya gak tau angka berapa aja di dalam matriks hessian itu. tambahan jg, matriks hessian itu digunakan untuk dikonvolusi dgn citra asli agar didapat struktur pembuluh darah yang lebih jelas.
please, reply ke email saya ya:
poetra_ardiansyah@yahoo.co.id
makasi bantuannya
May 11th, 2008 at 12:57 pm
farida
misi misi, bener bgt ne, menciptakan atmosfer itlah yg sedang sy cari2, saya tertarik dengan sekolah “CITRA ALAM” yg ada d Jawa (lupa, kota ap), gmana tu, dengan deadline kurikulum yg kejar tayang kyk gini?? apkah bakal efektif mencapai target? trus gmana dgn negeri jiran kita malay n singapura yg jam pelajarannya lebih sedikit dari qt, tapi singapura sendiri no1 d dunia dalam hal pendidikan. saya jd curiga dg kurikulum qt, meskipun selama ini (d matkul telaah kurikulum) saya selalu yakin masalah ny bukan d kurikulum, tp bagaimana gurunya menjalankan kurikulum. wah…. pr qt sebagai guru banyak bgt. klu g siap d setrap g yah…. (haha….)
May 12th, 2008 at 1:56 am
novia
alow222x
ada yang bis anampil’in blog yang bertemakan pembelajaran matematika dengan permainan????
tolong ditampilkan yach???>>>
May 12th, 2008 at 12:34 pm
nizburg
Salam kenal. Saya juga sangat perhatian dengan dunia matematika. Kbetulan saya juga guru matematika. Setidaknya permasalahan matematika yang muncul saat ini bisa saya lihat dari dua perspektif yang berbeda (sebagai guru dan pemerhati pendidikan matematika). Sukses.
June 30th, 2008 at 8:33 pm