You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Parameter & Bilangan
Dalam kisah mengenai bilangan yang saya baca, perkembangan matematika terkait dengan kebutuhan manusia untuk menggunakan bilangan. Saat ini suah ada banyak program matematika yang memungkinkan perhitungan rumit dilakukan dalam waktu singkat, atau program-program yang memungkinkan persamaan divisualisasi hingga menarik minat peserta didik. Dalam kehidupan sehari-hari, bilangan juga digunakan sebagai parameter keberhasilan, Human Development Indeks, peringkat di kelas, Indeks Prestasi Kumulatif, serta parameter-parameter lainnya yang mentransformasikan kualitas dalam kuantitas.
Pertanyaan yang muncul dalam benak saya adalah seberapa besarkah besar itu? Dalam matematika, mungkin besar itu bisa dipetakan dengan menggunakan simbol infinite. Lalu bagaimana relasi antara besar dan besar? Apakah dua besar, atau tetap besar? Untuk menentukan apakah suhu ruangan panas atau tidak, kita bisa menggunakan pengukur suhu ruangan. Dalam angka-angka tertentu, panas atau tidaknya suatu ruangan bisa disepakati. Namun bagaimana dengan kecerdasan seorang anak?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.
TGH.Nizar AL-Kadiri
ini adalah ruang mateamtika awal, dimana para pilosof bilang bahwa alam ini terdiri dari bilangan. saya rasa, anak didk atau siswa masih akan bisa lebih menerima konsep matematika dengan rumus walau itu mereka harus melakukan perhitungan yang rumit. hingga mereka pun tidak menemukan jawabannya. tapi berbeda denagn apa yang anda ajukan ini, mereka sebelumnya tidak pernah kita kenalkan dengan logika ang seperti ini. kalaupun adalogikadalam pelajaran mereka, maka itu terbatas pad sekolah menengah atas dan iotu pun terbatas pada logikamatematika tentang pernyataan yang bernialai benar dan salah. masih dalam pokok pembahasan itu sebenarnya kita juga belum tuntas memberikan tentang apa itu kebenaran dalam pernyataan. konsep disjungsi dan konjungsi pun bisa sangat merancukan. coba saja renungkan, ketika dalam disjungsi B S = B
seharusnya kita dalam moral beragama, yang benar itu adalah yang memiliki nilai kebenaran seluruhnya. secara kaffah kalau islam bilang.
juga dalam konjungsi, S S = B. b agaimana kemudian yang bernilai salah kita katakan benar. ini sangat ironi dan itu memang sudah bentuk kesepakatan, sudah tidak bisa dirubah lagi.
sekarang saya ingin menanggapipernyataan selanjutnya Bagaimana relasi antara besar dengan besar?
saya tidak hendak menjawab pertanyaan itu dengan bahasa nya sendiri, tapi saya ingin memberikan contoh lain, misalnya Kebenaran. anda punyakebenaran , saya punya kebenaran, orang lain pun punya kebenaran. tapi mana diantara kebenaran itu yang benar? kebenaran, kebenaran, dan kebenaran! anda akan makin pusing dibuatnya. jadi, silahkan pakai kebenaran yang ada yakini saja. walau tentu saja adakebenaran yang benar diantara kebenaran-kebenaran tersebut.
March 3rd, 2008 at 10:31 am
ima
bagaimana sih caranya (langkah-langkah) membuat rumusan/formula ?
thx b4
-ima-
March 11th, 2008 at 5:21 pm
eric
apa arti bilangan kryptometri
March 13th, 2008 at 1:14 am
andinus
saya sedang nantikan informasi tentang bilangan
October 29th, 2008 at 8:47 am