You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Seni, Sains & Objektivitas

Seni, Sains & Objektivitas

yuti — February 10, 2008 / 5:04 pm

Apa yang Anda rasakan ketika mendengar musik klasik? Jawabannya bisa beragam. Bagi para pecinta musik klasik, simfoni megah yang ditawarkan bisa membawa ketenangan, ataupun semangat, namun bagi sebagian orang lainnya, musik klasik bisa jadi sangat membosankan. Lalu mungkinkah sesuatu yang menyangkut selera, seperti musik, lukisan, arsitektur dibakukan dalam sebuah rumusan matematis mengenai estetika?

Relasi antara estetika dan matematika telah menjadi ketertarikan para matematikawan sejak lama. Ketertarikan ini melibatkan penelitian terhadap artifak-artifak purba, kaligrafi, musik, lukisan, serta bangunan-bangunan bersejarah. Gambar dan lukisan yang dilakukan manusia purba di dinding-dinding gua misalnya, menunjukan adanya pemahaman akan konsep simetri. Begitupula lukisan-lukisan karya Leonardo da Vinci dan Albrecht Durer yang sangat memperhatikan proporsi tubuh manusia dan geometri. Perhatian pada geometri ini selain bisa diapresiasi visual, juga bisa dijelaskan secara matematis, lebih tepatnya menggunakan Kaidah Emas. Pada musik klasik relasi ini bisa diamati pada gubahan Bach, Prelude dan Fugues, yang mengikuti skala Pythagoras.

Apa yang menghubungkan matematika dengan seni, sebuah ‘gambaran’ ideal di kepala mengenai dunia, atau kebetulan saja? Bagaimana dengan musik rap, apakah ‘keacakan’ juga bisa dijelaskan secara matematis?

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • wachid — 8 dituang ke 5 5 dituang ke 3 sisa 2 3 dituang ke 5 8 (yang sisa 3) dituang ke 5 5 dituang ke 3 sisa ...
  • wachid — eh yang bener ini 1, 3, 9, 27
  • wachid — perahu menanjak? hebat juga
  • abumuadz — kalo gak ada jarak tanamnya yang penting 1M2 maka yang terbanyak ada 40 pohon dengan bentuk lingkaran dengan diameter lingkaran akar ...
  • abumuadz — kalo yang menjadi sumbu tidak terpatok ama sisi buku. sudut 90 insyaAllah bisa terjadi. tapi bila tetap terpatok ama sisi buku ...
  • yuho — ikan cupang kurang cocok kalau di campur dengan ikan lain... itu menurut saya...
  • Lenny P Dewi — hebat niy blognya.. jadi semangat aja ukhti salam dari jogja
  • watchmath — Saya tidak tahu apa yang dimaksud Pak Maman dengan filsafat. Tapi saya pikir tidak ada keterkaitan langsung antara lemahnya matematika ...
  • wachid — pertanyaaan mba yuti 1+2+3+4=10 2+3+4=9 1+3+4=8 3+4=7 berat sampai 40 40-10=30 30/4=7,5 anak timbangan 1= 7,5+1=8,5 anak timbangan 2= 7,5+2=9,5 anak timbangan 3= 7,5+3=10,5 anak timbangan 4= 7,5+4=11,. […]
  • wachid — pertanyaan mba kristi saya jawab