You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Belajar: Keharusan/Minat?
Titu Andreescu percaya bahwa pemecahan soal tingkat tinggi adalah kunci menuju pendidikan matematika yang berhasil. Pendekatan berbeda dilakukan oleh cara pengajaran di Amerika Serikat yang mengandalkan pembimbingan langkah per langkah, dari penghitungan sederhana di sekolah dasar hingga perhitungan rumit macam prakalkulus, kalkulus dan statistik. Bila ada siswa yang melampaui tahapan-tahapan tersebut, maka ia harus belajar mandiri atau mengikuti pengajaran khusus.
Bagaimana dengan sistem pendidikan matematika di Indonesia? Dari beberapa perbincangan dengan beberapa orang, terjadi pergeseran pada pola pendidikan matematika di Indonesia. Mulanya kita berkiblat pada Belanda yang mengembangkan pola pembelajaran dengan soal-soal campuran, menjadi pola pengajaran Amerika yang mengandalkan pada pendekatan linier. Menurut salah satu profesor Matemtia saya, pola ini memasung kreativitas. Kita jadi terbiasa untuk berpikir dengan satu jawaban, padahal pada lapangan yang berbeda hasilnya juga akan berbeda. Salah satu contohnya adalah membicarakan garis pada geometri Euclid dan non-Euclidian. Pada geometri Euclid, dua garis yang sejajar tidak mungkin untuk saling berpotongan. Postulat ini tidak berlaku di geometri non-Euclidian.
Apakah belajar matematika menyenangkan untuk sebagian orang dan tidak menyenangkan bagi orang lain, atau hal tersebut bergantung pada cara pengajarannya?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
TGH.Nizar AL-Kadiri
kita tidak bisa mengukur dan menyamakan pendidikan kita dengan belanda, apalagi amerika. mungkin akanmenjadi suatu dorongan semangat ketika kita melihat ke atas denagn keberhasilan kedua negara tersebut pada bidang pendidikan, tapi bisa juga kita menjadi kecewa karenannya karena kita masih jauh tertinggal. mengadopsi pola belajar mereka mungkin baik dan sangat bagus untuk ditiru, tapi jangan lupa, pelajar kita tidak sedang hany di hadapkan pada krisis minat, tapi ekonomi untuk menunjang belajar mereka saja kadang kurang. begitu juga kwalitas guru dan sekolah serta sarana dan perasarana yang dimiliki untuk belajar mereka.
matematika kalau masih kita katakan memiliki momok yang negatif pada masyarakat dan siswa, rasanya sudah tidak demikian. tidak sedikit siswa dan orang tua sudah menyadari pentingnya matematika dalam kehidupan, apalagi sekarang guru mencoba berbagai metode yang menyenangkan dalam pembelajaranmatematika di kelas. terlebih matematika sekarang ini sudah banyak mengungkap sains dan agama, sehingga saya melihat berhitung matematika juga sudah masuk ke dunia pesantren.
March 22nd, 2008 at 6:16 pm
Nizar AL-Kadiri
OK
March 25th, 2008 at 11:46 am
Raynaldo
kata aku si sesuatu bisa membuat kita senang apabila kita menyukai sesuatu itu dan sesuatu itu menarik.
sebagian anak2 bekum tahu seberapa menarinya matematika.aku punya banyak artikel maenarik.bagi yang mau bisa minta….
May 6th, 2008 at 2:20 pm