You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Bilangan Negatif
Apakah Anda mengenal bilangan negatif? Meski saat ini penggunaan bilangan negatif sudah umum digunakan untuk menyatakan waktu sebelum sekarang, bilangan di sebelah kiri bilangan nol, namun konsep mengenai bilangan negatif baru diterima bangsa Eropa pada abad ke-16 di masa Renaissance. Pada masa itu, para penjelajah di semua bidang melakukan terobosan-terobosan, termasuk dunia bilangan.
Kehadiran bilangan negatif sendiri, sudah dikenal manusia antara tahun 100-50 SM di China. Untuk membedakan dengan bilangan positif yang berwarna merah, bilangan negatif diberi warna hitam. Penyebaran bilangan negatif di Barat pertama kali ditemui di Yunani pada abad ke-3. Hanya saja penyebarannya di Barat masih tersendat-sendat hingga abad ke-16. Diophantus, salah seorang Bapak Aljabar mengatakan salah satu soal dalam Arithmetica, 4x + 20 = 0 memberikan jawaban yang absurd.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
Nizar AL-Kadiri
bilangan negatif ini masuk dalam kelompok bilangan bulat. ada yang namanya bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif. seperti penemuan manusia untuk angka 0 (nol) pastinya penemuan bilangan negatif ini mempunyai nilai dan makna tersendiri bagi dunia Matematikawan.
ada yang bisa tidak untuk menceritakannya sedikit kepada saya tentang kebermaknaan bilangan negatif ini. kemudian dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari seperti apa? mungkin saja ada bentunya tersendiri. selama ini kan bilangan positif selalu dilambangkan dengan jumlah yang ada dan sesuai dengan bilangan tersebut, sekarang bagaimana dengan bilangan negatif ini.
tolong kalu bisa jangan misalkan dengan percontohan pengurangan karena menurut saya bilangan yang ada dalam oprasi pengurangan belum dikatakan negatif. contoh 3-4. disini 3 dan 4 adalah bilangan positif.
coba kawan ya.
January 26th, 2008 at 10:19 am
atmoon
Kalau dari segi makna, mungkin kalangan gnosis yang menafsirkan bilangan negatif sebagai suatu simbologi “illa khamsi” atau “kurang atau berserah diri”. Bilangan -1, -2, -3, dst dalam penafsiran gnosis khususnya agama Islam erat kaitannya dengan langkah-langkah apa yang terbaik setelah manusia mencapai pengetahuan tertinggi dimana makna tinggi ini erat kaitannya dengan pemahaman manusia tentang cara menciptakan bilangan desimal dan sistem huruf hijaiah sebagai dasar pembangunan Kitab Agama yang tersistematisasikan menjadi kitab yang menjelaskan prinsip dasar dan pedoman hidup bagi manusia, baik di dnia dan akhirat. Bahkan kalangan agama Islam seperti dari Arab sebenarnya justru telah mengenal konsep bilangan imajiner atau akar -1 dengan sebutan lafaz Ghaib.
January 29th, 2008 at 2:28 pm