Just another Myscienceblogs.com weblog
Pernah mendengar kata ’rangkunan’? Hingga detik ini saya baru pertama kali menemuinya dalam tulisan Pengalaman Bermatematika dalam bahasa Indonesia karya R.K Sembiring. Kata itu digunakan Prof. Dr. Ir. Herman Johannes sebagai padanan kata integral. Menurut Sembiring, dari segi arti, sesungguhnya rangkunan lebih tepat menggambarkan konsep integral dalam matematika daripada istilah integral dalam bahasa inggris. Hanya saja, apa yang terjadi ketika suatu istilah yang belum pernah digunakan tiba-tiba diperkenalkan pada level perguruan tinggi?
Pemilihan kata dalam bahasa ataupun simbol dalam matematika menjadi bermasalah ketika dihadapkan pada sesuatu yang tidak baku. Kata rangkunan meski secara epistemologis mendekati konsep integral, namun karena tak pernah digunakan maka hanya menjadi kata tanpa makna. Hal serupa pernah dilakukan oleh Feynman dengan menciptakan simbol-simbolnya sendiri, namun tak jadi ia gunakan karena ketika orang lain membacanya tak ada yang paham.
Popularity: 31%
This entry was posted by yuti on Monday, December 10th, 2007 at 5:55 pm and is filed under Pendidikan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
There are 2 comments for this entry. Add yours
Koen
Rang-Koen-an? Hmmmm.
December 29th, 2007 at 4:46 am
yuti
Ya ampun, mas Koen, lama-lama saya mulai berpikir Koen itu mirip konstanta Pi:D
December 29th, 2007 at 9:37 am