You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: ‘Rangkunan & Integral
Pernah mendengar kata ’rangkunan’? Hingga detik ini saya baru pertama kali menemuinya dalam tulisan Pengalaman Bermatematika dalam bahasa Indonesia karya R.K Sembiring. Kata itu digunakan Prof. Dr. Ir. Herman Johannes sebagai padanan kata integral. Menurut Sembiring, dari segi arti, sesungguhnya rangkunan lebih tepat menggambarkan konsep integral dalam matematika daripada istilah integral dalam bahasa inggris. Hanya saja, apa yang terjadi ketika suatu istilah yang belum pernah digunakan tiba-tiba diperkenalkan pada level perguruan tinggi?
Pemilihan kata dalam bahasa ataupun simbol dalam matematika menjadi bermasalah ketika dihadapkan pada sesuatu yang tidak baku. Kata rangkunan meski secara epistemologis mendekati konsep integral, namun karena tak pernah digunakan maka hanya menjadi kata tanpa makna. Hal serupa pernah dilakukan oleh Feynman dengan menciptakan simbol-simbolnya sendiri, namun tak jadi ia gunakan karena ketika orang lain membacanya tak ada yang paham.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
Koen
Rang-Koen-an? Hmmmm.
December 29th, 2007 at 4:46 am
yuti
Ya ampun, mas Koen, lama-lama saya mulai berpikir Koen itu mirip konstanta Pi:D
December 29th, 2007 at 9:37 am