Just another Myscienceblogs.com weblog
Adalah Copernicus(1473-1543), Galileo(1564-1642), dan Isaac Newton(1642-1727) tokoh-tokoh Revolusi Ilmiah yang berlangsung sekitar tahun 1540-1750. Revolusi ini ditandai diadopsinya metode baru dalam penelitian, yaitu metode eksperimen oleh Francis Bacon, serta prinsip sistem baru untuk memahami alam, yaitu pandangan mekanistik yang diperkenalkan Descartes dan Galileo. Dengan mengakui pandangan mekanistik, ilmuwan menolak pandangan kesatuan pengetahuan, teologi dan etika yang diajukan Aristoteles. Dari perspektif mekanistik, prinsip-prinsip keteraturan dalam dunia fisis, material sepenuhnya berbeda dengan prinsip-prinsip keteraturan dalam dunia mental, spiritual. Untuk memahami dunia fisis, ilmuwan harus menafsirkan fenomena dalam wujud partikel-partikel materi menggunakan tenaga dari tekanan dan dorongan. Prinsip-prinsip Aristoteles bisa bekerja pada teologi dan etika, namun prinsip-prinsip tersebut tidak berlaku pada materi(Hiskes, 1986:22).
Mayotitas ilmuwan dalam periode Revolusi Ilmiah melandaskan penelitian pada metode empirik dan pandangan mekanistik ini. Abstraksi, teori-teori dan prinsip-prinsip yang mencakup penyebab ’tersembunyi’ dibalik data dan disajikan untuk menjelaskan data merupakan ranah filosof, dan bukan ilmuwan. Ilmuwan tidak boleh melakukan interfensi dengan menafsirkan/menerjemahkan sesuatu melampaui data yang diperoleh(Hiskes, 1986:22-23).
Meski metode empirik Bacon dan pandangan mekanistik yang dilandasi abstraksi logis menjadi dasar bagi pengetahuan modern, namun penerapan keduanya dipengaruhi sosiokultural masyarakat. Hal ini tampak dari perkembangan pengetahuan di negara-negara kontinental dan di Inggris. Negara-negara kontinental, khususnya Perancis, merupakan basis bagi matematika, sedangkan Inggris merupakan basis bagi metode eksperimen. Karakteristik perkembangan pengetahuan di negara-negara tersebut berpengaruh pada ’lambatnya’ kehadiran bagian pengetahuan eksperimental(physique experimentale) di French Acedemy of Science yang baru masuk tahun 1785 dan masih dikelompokan dalam divisi matematika bersama-sama dengan geometri, astronomi, dan mekanik. Di Inggris sebaliknya, Royal Society didominasi oleh para amateur, ”orang-orang yang karirnya merupakan hal terpenting dalam pengetahuan.[1]” lebih lanjut, Kuhn memandang Newton melalui karyanya Principia yang sarat dengan abstraksi logis dan Optiks yang dilandasi eksperimen sebagai anomali.
[1] Ujaran Thomas Kuhn dalam “Mathematical vs Experimental Traditions.”
Popularity: 27%
This entry was posted by yuti on Wednesday, November 14th, 2007 at 12:49 pm and is filed under Umum. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
There are 2 comments for this entry. Add yours
wini
jdkan pengalaman2 para ahli sbg acuan dlm menempuh hdpmu di matematika
November 19th, 2007 at 11:55 pm
TGH.Nizar AL_Kadiri
matematika memang tidak bisa dikenal dengan cara sederhana. meliat dan meliat bukunya aja belum cukup. cara membacanya juga berbeda, tidak bisa membaca cepat dalam matematika. perlu pemahaman, bukan hapalan.
intinya, matematika itu adalah Latihan.
Eksperimental mungkin salah satu cara untuk menjadikan anda sebagai bagian dari matematika itu.
dalam tubuh matematika menjalar apa yang namanya berhitung dan sahabat lambang serta bilangan. anda tiak usah takut pada mereka.
dekati mereka dan turunkan dengan rumus, senhingga andalah yang naikmenduduki… (kursi)
November 26th, 2007 at 1:24 pm