Just another Myscienceblogs.com weblog
Apa hubungan matematika dan selera? Jawabannya ada, terutama ketika memiliki gaya pembuktian yang berbeda. Hal itulah yang menyebabkan tugas memeriksa menjadi cukup rumit, karena tak bisa melandaskan benar atau salah pada satu kunci saja. Senada untuk memahami sebuah teorema, dengan gaya berbeda, sesuatu hal yang sederhana memerlukan waktu berpikir lama.
Memiliki pengalaman serupa?
Popularity: 21%
This entry was posted by yuti on Wednesday, October 31st, 2007 at 3:36 pm and is filed under Umum. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
There are 2 comments for this entry. Add yours
bee
Betul! Masalah ini pernah bikin saya marahan sama guru matematika SMA dulu. Jawaban saya disalahkan, bukan krn jawaban saya salah, tapi krn gak sesuai dgn cara yg “diajarkan”. Guru matematika yg aneh! *kok jadi curhat?*
November 6th, 2007 at 8:57 pm
TGH.Nizar AL_Kadiri
saya rasa tidak begitu. matematika dalam mitosnya kan memiliki hanya satu kebenaran, jadinya tidak bisa seperti itu dong dengan maunya selera. yuti salah kali yeach. yang bener donk.
November 27th, 2007 at 11:40 am