You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Bahasa & Selera
Apa hubungan matematika dan selera? Jawabannya ada, terutama ketika memiliki gaya pembuktian yang berbeda. Hal itulah yang menyebabkan tugas memeriksa menjadi cukup rumit, karena tak bisa melandaskan benar atau salah pada satu kunci saja. Senada untuk memahami sebuah teorema, dengan gaya berbeda, sesuatu hal yang sederhana memerlukan waktu berpikir lama.
Memiliki pengalaman serupa?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
bee
Betul! Masalah ini pernah bikin saya marahan sama guru matematika SMA dulu. Jawaban saya disalahkan, bukan krn jawaban saya salah, tapi krn gak sesuai dgn cara yg “diajarkan”. Guru matematika yg aneh! kok jadi curhat?
November 6th, 2007 at 8:57 pm
TGH.Nizar AL_Kadiri
saya rasa tidak begitu. matematika dalam mitosnya kan memiliki hanya satu kebenaran, jadinya tidak bisa seperti itu dong dengan maunya selera. yuti salah kali yeach. yang bener donk.
November 27th, 2007 at 11:40 am