You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Sinkronitas: Matematika & Fisika Kuantum

Sinkronitas: Matematika & Fisika Kuantum

yuti — October 18, 2007 / 1:46 pm

Tak hanya dengan seni, matematika juga memiliki kaitan erat dengan fisika, khususnya fisika kuantum. Adalah fisikawan Freeman Dyson yang pada tahun 1972 menulis artikel dengan judul Missed Opportunities. Artikel tersebut mengungkapkan bahwa teori relativitas Einstein bisa ditemukan beberapa puluh tahun lebih cepat andai saja matematikawan di Göttingen berkomunikasi dengan para fisikawan yang pada saat itu masih melandaskan pemikiran mereka pada persamaan elektromagnet Maxwell.

Apa yang dilakukan oleh para matematikawan di Göttingen, khususnya Bernhard Riemann, adalah meneliti perilaku bilangan prima. Pada tahun 1859, Riemann mengajukan tesis mengenai asal mula bilangan prima. Riemann menemukan permukaan geometris yang konturnya mampu menjelaskan bagaimana bilangan prima berdistribusi melalui universalitas angka-angka. Ia menyadari bahwa ia dapat menggunakan fungsi, yang dinamainya fungsi zeta, untuk menyusun permukaan dimana puncak-puncak dan lembah-lembahnya dalam graf tiga dimensi berkorespondensi dengan keluaran dari fungsi tersebut. Fungsi zeta menyajikan jembatan antara bilangan prima dengan dunia geometri. Dalam eksplorasinya, Riemann menemukan fungsi zeta dengan keluaran nol(dalam visualisasi tiga-dimensi memiliki ketinggian yang sama dengan permukaan laut) memegang peranan penting perilaku natural bilangan prima. Sepuluh keluaran nol yang pertama memunculkan pola berupa garis lurus. Selanjutnya Riemann mengajukan hipotesis yang menyatakan, keluaran nol berikutnya, juga berada dalam garis kritis.

Apa yang dikemukakan oleh Riemann dilanjutkan oleh Hugh Montgomery dan Freeman Dyson pada tahun 1972 yang menemukan hubungan baru dalam bilangan prima dengan fenomena kuantum dalam fisika. Mereka menemukan bahwa strip nol dari garis kritis Riemann serupa dengan hasil dari eksperimen pengukuran level energi dalam nukleus dari atom berat, seperti erbium(atom ke-68 dalam tabel periodik). Implikasi dari keserupaan ini sangat menggiurkan: Jika seseorang bisa memahami bagaimana matematematika menjelaskan struktur dari nukleus atom dalam fisika kuantum, maka mungkin matematika yang sama bisa menyelesaikan hipotesis Riemann.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 9 komentar untuk artikel ini.

  1. TGH.Nizar AL_Kadiri

    iya.. saya sudah pernah melihat itu. bahkan saya pernah ingin mengajukannya sebagai bahan skripsi saya untuk mendapatkan gelar sarjana.

    November 26th, 2007 at 1:34 pm

  2. TGH.Nizar AL_Kadiri

    memang dalam matematika menjalar berbagai mitos negatif yang membuat orang seringkali menjauhinya. dengan mitos-mitos tersebut, orang baru mendengas sebutannya saja kiat sudah punya persepsi bahwa matematika itu sulit. tugas kita sekarang adalah sebagai mahasiswa yang besoknya akan menjadi guru matematika tentunya bagaimana caranya membebaskan matematika ini dari mitos-mitos negatif tersebut sehingga orang akan lebih toleran.
    ingat… yuti.. itu tugas kita.

    November 26th, 2007 at 1:43 pm

  3. sheila

    maaf tolong bantu saya untuk membuat tugas penelitian

    apakah anda tahu pelajaran fisika apa saja yg berkaitan ato berhubungan dengan matematika secara umum nya

    tolong di jawab berikut alasannya

    trima kasih

    skate_sheila@yahoo.co.id

    January 9th, 2008 at 10:03 pm

  4. yuti

    halo sheila… ada banyak sekali kaitan math dengan fisika. relativitas einstein pun berasal dari geometri non-euclid. kira-kira spesifikasi math-physic apa yang diperlukan?

    January 10th, 2008 at 4:41 pm

  5. sheila

    saya butuh semua neh bsok hari terakhir pengumpulan naskah tugas saya T_T

    saya baru menemukan sedikit

    tentang pelajaran fisika yang berkaitan dengan mathematika

    T_T

    January 13th, 2008 at 8:18 pm

  6. kifli

    wah ternyata belajar matematika itu asyik ya ……………!, apalagi tentang bilangan zeta yang membuat aku ikut terbuai dengan misteri yang ada dalam bilangan zeta itu.Pertama kali aku pelajari bilangan zeta sangat membuat penasaran karena dalam bilangan itu ada kekuatan fisik.lho… aku sendiri kepengen belajar dengan orang yang benar2 paham dengan bilangan itu sendiri………

    February 1st, 2008 at 6:02 pm

  7. anwie

    sebelumnya belajar fisika emang membosankan tapi setelah saya coba untuk terus mendalaminya ternyata asyik juga

    March 6th, 2008 at 2:15 pm

  8. ikhsan

    pelajaran kuantum sangat mudah dipelajari dan sangat berhubungan manusia dengan penciptanya yang menggambarkan kekuasaannya yang sangat besar

    June 23rd, 2008 at 10:12 am

  9. rudyhilkya

    akhirnya ada juga yang menampilkan tulisan sinkronisasi …
    tulisan anda asyik banget

    salam kenal

    November 8th, 2008 at 6:05 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • wachid — 8 dituang ke 5 5 dituang ke 3 sisa 2 3 dituang ke 5 8 (yang sisa 3) dituang ke 5 5 dituang ke 3 sisa ...
  • wachid — eh yang bener ini 1, 3, 9, 27
  • wachid — perahu menanjak? hebat juga
  • abumuadz — kalo gak ada jarak tanamnya yang penting 1M2 maka yang terbanyak ada 40 pohon dengan bentuk lingkaran dengan diameter lingkaran akar ...
  • abumuadz — kalo yang menjadi sumbu tidak terpatok ama sisi buku. sudut 90 insyaAllah bisa terjadi. tapi bila tetap terpatok ama sisi buku ...
  • yuho — ikan cupang kurang cocok kalau di campur dengan ikan lain... itu menurut saya...
  • Lenny P Dewi — hebat niy blognya.. jadi semangat aja ukhti salam dari jogja
  • watchmath — Saya tidak tahu apa yang dimaksud Pak Maman dengan filsafat. Tapi saya pikir tidak ada keterkaitan langsung antara lemahnya matematika ...
  • wachid — pertanyaaan mba yuti 1+2+3+4=10 2+3+4=9 1+3+4=8 3+4=7 berat sampai 40 40-10=30 30/4=7,5 anak timbangan 1= 7,5+1=8,5 anak timbangan 2= 7,5+2=9,5 anak timbangan 3= 7,5+3=10,5 anak timbangan 4= 7,5+4=11,. […]
  • wachid — pertanyaan mba kristi saya jawab