You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Entropi

Entropi

yuti — October 3, 2007 / 5:02 pm

Sekitar tahun 1850 Lord Kevin, Carnot dan Clausius mempelajari pertukaran energi panas dalam mesin menunjukkan bahwa terdapat hierarki diantara variasi bentuk energi dan ketidakseimbangan dalam transformasinya. Hierarki dan ketidakseimbangan ini merupakan landasan dari prinsip termodinamika yang kedua.

Kenyataannya bahan fisis, bahan kimia serta energi elektrik bisa diubah sepenuhnya menjadi panas. Namun pembalikannya(panas menjadi energi fisis, misalnya) tidak bisa sepenuhnya dilakukan tanpa bantuan dari luar atau tanpa kehilangan energi yang digunakan untuk proses pembalikkan. Hal ini tidak berarti energi musnah; hal ini berarti ‘pembalikan’ tersebut tidak tersedia untuk menghasilkan kerja. Peningkatan yang tidak dapat diubah(/dibalik) dari energi yang tidak dapat dibuang dari semesta diukur dengan dimensi abstrak yang oleh Clasius pada tahun 1865 disebut entropi(dari bahasa Yunani entrope yang artinya berubah).

Konsep entropi sendiri sebenarnya abstrak, sehingga para ilmuwan hanya dapat mengamati fenomena yang ditimbulkannya, seperti dari ketidakteraturan, efisiensi. Namun bagaimana penurunan energi, atau hierarkinya atau proses degradasi tersebut dapat merepresentasikan keadaan sesungguhnya?

Sekilas, hukum pertama termodinamika dan kedua tampak bertentangan. Ada yang bilang bahwa panas dan energi merupakan dua dimensi dari ruang yang sama; sedangkan yang lain berpendapat mereka tidak berasal dari ruang yang sama, energi potensial mendegradasi kemampuan pembalikan pada tingkatan inferior dibandingkan dengan panas. Teori statistik menyediakan jawaban bagi masalah ini. Panas merupakan energi kinetik yang dihasilakn pergerakan molekul-molekul di dalam gas atau vibrasi atom di dalam medium solid. Dalam bentuk panas, energi ini tereduksi dalam kondisi keacakan maksimum dimana tiap pergerakan individu dinetralisasi oleh hukum statistika.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.

  1. krisna

    artikel tentang entropi ini sangat menarik. akan tetapi artikel tersebut tidak memberikan gambaran yang jelas mengenai entropi yang dimaksudkan (terlalu umum).
    trima kasih

    October 24th, 2007 at 11:50 am

  2. yuti

    Halo Krisna,
    Yup, konsep entropi memang menarik, bagi saya yang menarik adalah konsep entropi yaitu menunjukan ireversibilitas dari waktu. Saya mencoba menjembatani konsep di matematis yang terlalu teoritis dengan yang populer. Lain kali, artikel mengenai entropi akan saya lanjutkan.

    Terimakasih atas masukannya.

    Salam,
    Yuti

    October 24th, 2007 at 6:39 pm

  3. Valeria Santos

    hi
    gmttm7tulqm2fbkk
    good luck

    January 9th, 2009 at 5:49 am

  4. indis

    assalamu’alaikum….
    mba blognya bagus…ajarin dunk…aq lagi latihan n pengen buat blog yang menarik…

    trimz_

    April 27th, 2009 at 7:55 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Koen — Terima kasih, Echi dan Dhani :). Salah satu misi Pernik Ilmu memang membuka mata masyarakat, dengan bahasa awam, tentang fakta-fakta ...
  • » Mengapa Langit Malam Gelap? ~ Blog Archive ~ Pernik Ilmu (Asia Blogging Network) — [...] pertama di Pernik Ilmu ini berjudul Mengapa Langit Biru :). Tapi kita tahu langit hanya biru di hari yang ...
  • dedy — sebutkan macam2 sel volta!!!kasih gambar dan bagaimana carajanya!!!
  • Taufik Hidayat — Mengapa pd wkt bln purnama kalau kita mancing dilaut, gak ada ikannya yg mau makan umpan yg ada di kail ...
  • sardes — hi.......Q sardes saat ni sedang kul di salah satu PTN yang tentunya FMIPA n jur MM...q mw nanya nih kira2 ...
  • Mukmin — slam kenal mbak Yessi,
  • nurul azizah — salut wat astronot....
  • elang — nyerah dech, apa jawabannya???????
  • In-daH — oo....kERen banget....
  • Erastosthenes — Jadi, 1 drajat itu sbnarnya brp km? 1 drajat itu brp menit?