You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Kualitatif & Kuantitatif

Kualitatif & Kuantitatif

yuti — September 14, 2007 / 6:37 pm

Salah satu komen yang saya peroleh mengenai ketidaksukaan terhadap matematika adalah matematika kaku. Jawaban tunggal, tak boleh berbeda, dan mengacu pada metode tertentu. Dosen saya sebaliknya, mengatakan matematika demokratis, karena memungkin pembelajarnya membuktikan jawaban sendiri, tanpa perlu ’dipaksa’ oleh orang lain untuk menerima kebenaran sebuah persoalan.

Adanya perbedaan tersebut juga telah dialami oleh matematikawan Cina dan Eropa. Dalam Revolusi Fisika, disebutkan masyarakat Cina bersifat lebih organis. Mereka lebih menghargai sifat(kualitas) daripada besaran(kuantitas). Adanya budaya ini mempengaruhi karakter matematika yang terbentuk antara Cina dan Eropa. Kekuatan matematika Cina kuno terletak pada aljabar. Mereka telah menggunakan bilangan negatif jauh sebelum kebudayaan lain. Di sisi lain, budaya organis tersebut menyebabkan mereka lemah pada pembuktian yang kaku, sebagaimana yang dilakukan oleh Euclid di Yunani. Pembuktian yang dilakukan oleh Euclid, dilakukan secara sistematis dan analitis.

NB: membaca bagian dari buku ini saya jadi tersenyum, karena yang bercerita mengenai matematika demokratis adalah dosen aljabar saya:)

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. Anis

    Kok tulisan ini kayak belum selesai ya? Atau maksudnya supaya pembaca nyari sendiri lanjutannya di buku itu?

    September 16th, 2007 at 5:45 pm

  2. den bagus

    aku juga penggemar matematika, artikelnya bagus-bagus lo

    September 18th, 2007 at 11:20 am

  3. yuti

    @Anis: tulisannya sudah selesai, dan tidak ada kaitannya dengan buku tersebut. Bahkan buku itu hanya merupakan salah satu contoh, bagaimana perkembangan matematika bergantung pada hal yang mulanya tidak terpikir.

    Tulisan ini sebenarnya ingin menunjukan sisi humanis dari matematika:)

    @den bagus: terimakasih:) jadi malu :”)

    September 18th, 2007 at 5:09 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Koen — Terima kasih, Echi dan Dhani :). Salah satu misi Pernik Ilmu memang membuka mata masyarakat, dengan bahasa awam, tentang fakta-fakta ...
  • » Mengapa Langit Malam Gelap? ~ Blog Archive ~ Pernik Ilmu (Asia Blogging Network) — [...] pertama di Pernik Ilmu ini berjudul Mengapa Langit Biru :). Tapi kita tahu langit hanya biru di hari yang ...
  • dedy — sebutkan macam2 sel volta!!!kasih gambar dan bagaimana carajanya!!!
  • Taufik Hidayat — Mengapa pd wkt bln purnama kalau kita mancing dilaut, gak ada ikannya yg mau makan umpan yg ada di kail ...
  • sardes — hi.......Q sardes saat ni sedang kul di salah satu PTN yang tentunya FMIPA n jur MM...q mw nanya nih kira2 ...
  • Mukmin — slam kenal mbak Yessi,
  • nurul azizah — salut wat astronot....
  • elang — nyerah dech, apa jawabannya???????
  • In-daH — oo....kERen banget....
  • Erastosthenes — Jadi, 1 drajat itu sbnarnya brp km? 1 drajat itu brp menit?