You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Teori Kementakan
Penelitian yang dilakukan oleh Pascal dan Fermat di tengah pelbagai situasi perjudian memunculkan teori kementakan(cabang matematika mengenai kemungkinan, keteramalan dan peluang) modern, yakni hukum-hukum peluang. Namun besarnya peluang seseorang menang ataupun kalah, tampaknya tidak pernah menyurutkan keinginan manusia untuk mempertaruhkan uangnya pada setumpuk kartu atau dadu. Meski berangkat dari sebuah pengamatan atas permainan kartu yang melibatkan kemungkinan-kemungkinan, teori kementakkan berkembang pesat dengan merambah wilayah-wilayah keuangan, asuransi, perbankan dll. Perkembangan teori kementakan ini juga mempengaruhi kepercayaan manusia terhadap hal-hal yang sepintas terlihat secara kebetulan. Seperti meletusnya kerusuhan di Indonesia pada tahun 1997-1998 yang sudah diprediksi oleh para ahli yang menggunakan Chaos Theory.
Masuknya sains, khususnya matematika ke wilayah-wilayah yang belum terjamah, seperti pada kejadian-kejadian alam, penyebaran penyakit, naik turunnya mata uang memberikan sebuah pandangan baru, yaitu semua yang terjadi di dunia ini tidak terjadi secara kebetulan. Penggunaan teori kementakan ini mencapai kondisi ideal pada saat komponen-komponen yang diandaikannya tidak berubah. Misalnya ketika kita mengamati kurva tumbuh bakteri. Parameter yang mempengaruhi bakteri dapat mencapai pertumbuhan maksimum antara lain adalah faktor makanan dan lingkungan yang mendukung. Dari kondisi ideal tersebut, kita sudah memiliki rumusan baku, namun ketika kondisi ideal tersebut tidak tercapai, misalnya makanan yang tersedia tidak mencukupi, maka akan ada penyimpangan dari kurva tumbuh bakteri yang normal.
Adanya pandangan bahwa dunia ini bisa dimengerti dan diprediksi sejalan dengan kata-kata Einstein, “Satu-satunya hal yang tidak dapat dimengerti mengenai alam semesta adalah bahwa ia dapat dimengerti.” Hukum-hukum alam menunggu untuk tersingkap dan kesemuanya merupakan sebuah bukti adanya Sang Arsitek yang merencanakan semua. Hal ini juga sejalan dengan pandangan Platonis, bahwa matematika sudah ada dalam dunia ide. Para matematikawan yang menganut pandangan Platonis diantaranya adalah Penrose, Poincare dan Gauss.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
deska apridinata
kalo ada penjelasan tentang kurvatumbuh bakteri yang cukup kompit tolongin deska kirim ke emile,makasihh.karna deska lagi cari bahan buat tugas akhir.maaf udah ganggu.salam sukses aja.
July 29th, 2008 at 9:04 am
icha
deska…gmn qt tw email lo???
kan ga dicantumin…
July 31st, 2008 at 2:55 pm
icha
eh..eh..baru denger kata kementakan. memang secara matematis beda antara kemungkinan, keteramalan sama peluang itu apa?
July 31st, 2008 at 5:29 pm