You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Sains, Seni & Inspirasi
Dari manakah datangnya inspirasi? Kisah Archimedes dengan Eurecha-nya ketika tengah berendam di tengah mandi, atau apel Newton yang menginspirasinya mengenai konsep gravitasi telah menjadi legenda kedatangan inspirasi yang tak disangka-sangka. Begitu pula pelukis dan perupa yang mencari inspirasi dengan cara tak biasa. Lalu apa yang membedakan mereka, apakah keberhasilan merupakan buah keberuntungan?
Pertanyaan mengenai inspirasi sering saya temui di forum-forum menulis. Bagaimana memperoleh inspirasi, kondisi-kondisi seperti apa yang memancing proses kreatif, dan mengalirnya ide? Pertanyaan serupa juga bisa ditanyakan pada para ilmuwan yang memiliki cara sendiri dalam menggali ide. Dosen matematika saya melakukannya dengan mendengarkan musik, Descartes memperoleh ilham dengan mengamati tungku api, dan ada teman saya yang mencari ide dengan berjalan-jalan. Ide-ide itu kemudian ditangkap dalam berbagai wujud. Perupa dalam pahatan atau lukisan, ilmuwan dalam kata-kata puitis matematika, dan pemusik dalam simfoni yang indah.
Bagi masing-masing profesi, tiap sumber inspirasi memiliki penafsiran tersendiri. Kalaupun sebuah momen menjadi titik keberhasilan, maka itu hanyalah sebuah akumulasi dari potensi yang dimiliki. Seperti kisah batu besar yang pecah karena hanya sentuhan ringan. Bukan sentuhan itu yang menjadikan batu tersebut hancur, melainkan akumulasi dari tumbukan-tumbukan sebelumnya. Sehingga pemicu yang sama bisa memiliki penafsiran berbeda bagi tiap orang. Apel bagi Newton bisa menjadi inspirasi bagi kelahiran teori yang mengagumkan, tapi bagi saya mungkin hanya jadi santapan yang renyah.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.