You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Dunia Imajinasi (2)
Apa yang pertama kali Anda pikirkan ketika mendengarkan matematika? Kemarin dalam perbincangan dengan beberapa dosen, terdapat kisah menarik bagaimana mereka dapat menyukai matematika yang sama sekali tak ada kaitannya dengan angka. Buku-buku ajar Belanda adalah salah satunya. Berbeda dengan buku ajar sekarang yang lebih banyak berkiblat pada Amerika dengan sistem latihan soal, menurut dosenku, buku-buku dari Belanda lebih banyak berisi cerita. Bahkan prinsip matematika bisa diturunkan dengan sebuah prinsip saja, sisanya adalah improvisasi dan imajinasi.
Apa yang diungkapkan dosen saya tersebut, mengingatkan saya pada film-film mengenai matematika yang menghiasi televisi. Visualisasi yang ditayangkan pada film-film itu ketika menggambarkan proses berpikir menyajikan matematika dalam bentuk yang hidup. Hal yang mungkin menyebabkan John Nash tak bisa berhenti memikirkan angka-angka yang ada di dalam benaknya. Begitupula cerita dosen matematika saya, yang ketika diminta belanja oleh ibunya untuk belanja ke pasar menggunakan medium pasir untuk melakukan perhitungan karena lintasan ide yang muncul di kepalanya.
Saya sendiri baru menyadari hal tersebut ketika menginjak tingkat terakhir di matematika. Untuk membuktikan konvergensi, saya membayangkan dapat menangkap sebuah bilangan dengan cara menjepitnya. Cara ini juga digunakan dalam numerik untuk mencari sebuah bilangan, yaitu dengan membagi area menjadi bagian-bagian kecil yang dilakukan terus menerus hingga bilangan yang dicari dapat ditemukan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.