You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Dunia Imajinasi
Salah satu hal yang menyenangkan dalam matematika adalah imajinasi. Cukup ambil sejumput ide, kemudian susun aksioma yang mendukung ide tersebut, maka jadilah sebuah dimensi yang mengekalkan ide-idemu. Imajinasi itu pula yang mungkin membawa John Nash pada dunia miliknya sendiri. Kode-kode rahasia yang terus membayangi benaknya seolah nyata, atau membawa Rene Descartes pada pengembaraannya menjadi prajurit dan berbusana sesuai yang diinginkannya tanpa mengindahkan pikiran orang. Serupa dunia Harry Potter yang abai terhadap gravitasi ataupun materi, namun memiliki hukum-hukumnya sendiri.
Memang, dalam dimensi tertentu, aksioma-aksioma menjadi baku. Karena itu, matematika kerap dikategorikan ilmu pasti yang memungkinkan semuanya ditelusuri mengikuti logika tertentu. Tak perlu orang lain, ujar dosen saya pada suatu waktu, cukup dirimu sendiri untuk membuktikan sebuah pernyataan dalam matematika benar atau salah. Tentu saja, untuk sampai pada tahap itu pemahaman bahasa mutlak kau perlukan. Pencapaian yang harus melewati jalan berliku, hingga jika tengah jenuh, saya sering menempatkan matematika seperti pelajaran sejarah. Pelajari soal-soal yang telah ada, bagaimana pemecahannya, dan jika beruntung, maka soal yang sama akan menyapamu kembali di ujian berikut.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 6 komentar untuk artikel ini.
wulan
kenapa yah matematika kelihatannya sangat sulit padahal kalau sudah dibahas ternyata cuma main logika aja.bagaimana caranya agar logika aq juga dapat maen sewaktu ngerjain msoal matematika?
April 1st, 2008 at 2:42 pm
sobat
Aku termasuk orang yang pinter pelajaran matematika.
Tapi juga termasuk orang yang tidak bisa berimajinasi dalam hal lain seperti Arsitektur.
Terus, apakah imajinasi itu hanya pada bidang tertentu saja?
December 6th, 2008 at 4:52 am
yuti
@wulan: langkah pertama adalah dengan memahami konsep dibalik notasi matematika. Seringkali dalam menghadapi soal matematika, grogi pertama adalah ketika melihat notasi-notasi ngga lazim, seperti epsilon, delta, integral, diferensial… hal itu membuat pikiran mandek dari awal. sama seperti ketika kita dihadapkan pada bahasa Jepang, Perancis yang tidak kita mengerti.. atau kalau belajarnya baru berapa bulan, dihadapkan pada buku yang dituliskan dalam kedua bahasa tersebut, kita udah ilfeel duluan…
@sobat: menurut saya imajinasi ada di semua bidang. karena dunia ini berkembang terus, dan imajinasi ada di semua aspek… penjual tahu misalnya, agar dagangannya laku membuat variasi tahu bulet, tahu gejrot, tahu bumbu balado, dsb. dalam bidang eksak, kita membutuhkan imajinasi untuk berkreasi menciptakan desain baru, pemecahan soal yang lebih singkat, membuat variasi jawaban untuk PR
dll
December 6th, 2008 at 7:34 am
ilham
menurutku math itu sebenarnya menyenangkan karena seperti teka-teki yang bisa meningkatkan seseorg berpikir logis,cepet,akurat&tepat apalagi ini era globalisasi kita harus bisa bersaing dg org luar negri tunjukkan klau kita juga ngak kalah pintar sama mereka
January 21st, 2009 at 10:16 pm
anto
kok imajinasi g bisa dikendalikan ya??
bagaimana cara mengendalikan imajinasi yang positif??
hehe,, mohon jelaskan ya,,,
May 7th, 2009 at 11:14 am
ella
keimanan akan mengendalikan imajinasimu de…
June 9th, 2009 at 11:32 am