You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Dari Garis ke Angka

Dari Garis ke Angka

yuti — August 15, 2007 / 3:05 pm

Bagaimana pengalaman pertama Anda mengenal angka? Lidi, buah, kelereng? Jika ya, pengalaman Anda tak jauh berbeda dari bangsa Mesir dan Maya kuno yang menotasikan satu, dua, tiga, … yang kita kenal sekarang dengan garis, seperti yang tampak pada angka-angka Mesir di bawah.

 

Bangsa Maya, melakukan hal serupa, namun hanya hingga empat, lambang bilangan lima dinotasikan dengan sebuah garis horizontal. Begitupula angka Romawi yang masih sering digunakan hingga saat ini, yaitu penggunaan garis vertikal hingga tiga, I, II, III yang kemudian dilanjutkan dengan kombinasi dari berbagai huruf-huruf yang telah dikenal. Kelemahan dari sistem Romawi ini menurut saya adalah kerumitannya, karena tiap kali sampai pada bilangan besar tertentu, muncul sebuah huruf baru yang harus dihapal, seperti 5(V), 10(X), …(M), dan seterusnya. Hal ini tidak berlaku jika kita menggunakan sistem desimal yang disusun dari 10 huruf dasar, 1,2,3,4,5,6,7,8,9,0.

Ditilik dari sejarahnya, angka tak serta merta muncul menggunakan bilangan-bilangan besar. Beberapa suku bangsa kuno, menggunakan dasar 2 untuk perhitungan: 1, 2, 2-1, 2-2, 2-2-1 dan seterusnya. Bangsa yang lain menggunakan dasar 3: 1, 2, 3, 3-1, 3-2,3-3, 3-3-1, dan seterusnya. Penggunaan dasar ini kemudian berkembang seiring kebutuhan manusia menggunakan bilangan-bilangan besar, seprti dalam pertanian dan pembangun. Perluasan bilangan dasar menjadi 20 dilakukan merujuk pada jumlah tangan dan kaki manusia, sebagai alat bantu paling sederhana yang ada di tubuh manusia. Sistem bilangan dasar 20 ini masih tercermin dalam kata-kata Perancis untuk 80 dan 90, yaitu ”quatrevingt”(empat duapuluh) dan ”quatre-vingt-dix”(empat duapuluh sepuluh).

Kredit gambar: URL: http://www.noisefactory.co.uk/maths/history/hist003.html

 angka1.JPG

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.

  1. tyas

    angka kunonya cuman segini y? kalo mo cari yg lain di mana y???

    July 26th, 2008 at 7:54 pm

  2. icha

    utk tyas, lewat google aja. kata kuncinya sejarah bilangn. bnyk kok..

    July 31st, 2008 at 2:52 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • wachid — 8 dituang ke 5 5 dituang ke 3 sisa 2 3 dituang ke 5 8 (yang sisa 3) dituang ke 5 5 dituang ke 3 sisa ...
  • wachid — eh yang bener ini 1, 3, 9, 27
  • wachid — perahu menanjak? hebat juga
  • abumuadz — kalo gak ada jarak tanamnya yang penting 1M2 maka yang terbanyak ada 40 pohon dengan bentuk lingkaran dengan diameter lingkaran akar ...
  • abumuadz — kalo yang menjadi sumbu tidak terpatok ama sisi buku. sudut 90 insyaAllah bisa terjadi. tapi bila tetap terpatok ama sisi buku ...
  • yuho — ikan cupang kurang cocok kalau di campur dengan ikan lain... itu menurut saya...
  • Lenny P Dewi — hebat niy blognya.. jadi semangat aja ukhti salam dari jogja
  • watchmath — Saya tidak tahu apa yang dimaksud Pak Maman dengan filsafat. Tapi saya pikir tidak ada keterkaitan langsung antara lemahnya matematika ...
  • wachid — pertanyaaan mba yuti 1+2+3+4=10 2+3+4=9 1+3+4=8 3+4=7 berat sampai 40 40-10=30 30/4=7,5 anak timbangan 1= 7,5+1=8,5 anak timbangan 2= 7,5+2=9,5 anak timbangan 3= 7,5+3=10,5 anak timbangan 4= 7,5+4=11,. […]
  • wachid — pertanyaan mba kristi saya jawab