You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Charles Dogdson & Lambang
Matematikawan Oxford ini dikenal juga dengan nama Lewis Caroll, penulis buku Alice’s in Wonderland. Buku yang menawarkan dunia dalam dimensi berbeda tersebut, ternyata tak terlepas dari minat Dogdson pada logika lambang. Dr. Ernest Nagel, profesor filsafat di Universitas Columbia menerjemahkan potongan-potongan percakapan yang dilakukan Alice menjadi lambang-lambang matematis. Penerjemahan ini berguna untuk memperlihatkan logika-logika yang digunakan dalam sebuah pernyataan.
Logika lambang ini berguna untuk menyusun berbagai proposisi yang digunakan sebagai landasan bergerak dalam matematika. Sebagai ilustrasi adalah jika aksioma A diterima, maka muncul teorema B. Aksioma adalah suatu pernyataan yang diandaikan benar pada suatu sistem dan diterima tanpa pembuktian. Sedangkan teorema adalah pernyataan matematika yang dirumuskan secara logika dan dibuktikan. ’Kebenaran’ aksioma terletak pada konsistensinya jika dihadapkan pada aksioma lainnya. Salah satu bentuk pembuktian formal dari adanya proses perujukan ini bisa dilihat dari Teorema Ketidaklengkapan Godel.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
Larsa
hmm.. saya jadi penasaran apa saja yang berhasil dirumuskan oleh Nagel dari cerita Alice tersebut. Soalnya saya sudah membaca Through the Looking Glass dan saya sepertinya agak kesulitan menerjemahkan potongan-potongan percakapan tersebut ke dalam logika lambang.
January 2nd, 2009 at 1:56 pm
marsam
mba. mnta tolong. tolong kitimkan lambang mate,atika mba
October 7th, 2009 at 6:43 pm