You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Angka & Model
Hal yang cukup mengejutkan saya ketika kuliah di ilmu sosial adalah masalah angka. Keberadaan angka-angka dalam parameter kemiskinan, kesejahteraan, model dipertanyakan ulang. Bagaimana korelasi antara keadaan dunia nyata dengan angka-angka yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistika? Lalu bagaimana selisih/galat yang ada antara hasil dari simulasi menggunakan model dengan data yang diperoleh dari BPS, apa arti selisih tersebut?
Ketika saya dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya tak bisa menjawab. Bagi saya, matematika lebih mirip bahasa yang mencoba menerangkan perilaku alam/fisik dalam sederet notasi sehingga perilaku tersebut dapat dipahami dan diprediksi. Pemahaman sederhana yang mungkin tidak tepat ketika dihadapkan pada pemodelan. Karena galat tak memiliki pemetaan langsung dengan dunia nyata.
Seperti pemodelan perkembangbiakan bakteri MEOR yang pernah saya lakukan. Sebagai awal, saya harus memahami perilaku bakteri. Dari beberapa literatur yang saya baca, saya melandasi model saya dengan menggunakan persamaan eksponensial. Namun model saya tersebut ternyata tidak cocok dengan data dari laboratorium, sehingga perlu ada modifikasi dan pemahaman lebih lanjut mengapa bakteri tersebut memberikan hasil seperti itu.
Akhirnya hubungan model saya dengan perilaku perkembangbiakan bakteri merupakan kotak hitam, dimana saya hanya melihat pengaruh usikan tertentu(input) terhadap perilaku perkembangbiakan bakteri(output) tanpa mengerti apa yang menyebabkan hal tersebut.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.