You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Phi

Phi

yuti — June 29, 2007 / 3:30 pm

<

p>Phi atau dikenal juga dengan nama kaidah emas(golden section) ini dapat diperoleh dari deret Fibonacci, yaitu dengan membagi dua bilangan Fibonacci yang berdekatan setelah 3. Sebagai contoh: f_1=5/3 ~ 1,666… f_2=8/5 ~ 1,6 f_3=13/8 ~ 1,625 f_4=21/13 ~ 1,615… dan seterusnya. Dengan cara lain, kaidah emas 1:1,61803… dapat diperoleh melalui perbandingan sudut segitiga. Pandang a sebagai bagian dari panjang sisi b dan ambil (b-a)/a=a/b …(1) maka a merupakan kaidah emas dari panjang b. Dengan mengalikan persamaan (1) dengan b/a, diperoleh: (b/a)^2 – b/a -1 = 0, Dengan g=b/a, diperoleh persamaan kuadratik: g^2-g-1=0 Solusi positif dari persamaan kuadratik di atas adalah g=1/2 + /sqrt(5)/5 ~ 1,61803…

Dengan menerapkan rasio 1:1,616 ini dalam persegi panjang, diperoleh segi empat emas yang menjadi ketakjuban para seniman, ilmuwan, kosmolog ribuan tahun silam. Nama Phi sendiri diambil dari nama Phidias(490-430 SM) yang membuat kuil Parthenon di Athena mengikuti kaidah segi empat emas. Lukisan orang tua karya Leonardo da Vinci juga menggambarkan proporsi yang mengikuti segi empat emas, St. Hironimus, lukisan tak selesai Leonardo Da Vinci sekitar 1483, La Parade karya pelukis impresionis Perancis Georges Seurat, Place de la Concorde, sebuah lukisan abstrak linear karya Piet Mondrian menggunakan kaidah segi empat emas.

NB: yang masih mencari relasi antara keindahan dan matematika :)

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 8 komentar untuk artikel ini.

  1. Anggita

    Pi sama Phi ternyata beda ya. Aku baru tahu. Matematika terlanjur menjadi momok yang menakutkan. Padahal inilah satu-satunya mata pelajaran yang aku gak pernah belajar semalam sebelumnya karena gak harus ngapalin.

    Mungkin bisa dicoba dengan metoda-metoda pengajaran matematika baru, seperti dengan cerita-cerita ini.

    July 2nd, 2007 at 7:34 pm

  2. yuti

    Sama:) yang membuat saya jatuh cinta pada matematika adalah karena tidak perlu belajar(sayangnya anggapan itu patah ketika saya mengambil S1 di matematika, hehe).

    Yup, pendidikan matematika memang menjadi salah satu wacana yang berkembang di dalam hiruk pikuk dunia matematika.

    Salam kenal:)

    July 3rd, 2007 at 1:17 pm

  3. Anggita

    Apakah kalau begitu, ada yang salah dengan pendidikan matematika sebelum kuliah?

    Salam kenal juga.

    July 3rd, 2007 at 3:45 pm

  4. yuti

    Kalau menurut pendapat pribadi: ada. Saya pernah sebel banget dengan matematika ketika kelas 1 SMA. Penyebabnya, guru matematika mengajarnya kaku, dan matematika jadi sebatas bilangan-bilangan saja yang harus diapal.

    July 3rd, 2007 at 3:50 pm

  5. Anggita

    Jadi ingat guru matematika SMA ku waktu kelas 1. Namanya Pak Dwi, guru muda, baru lulus dari IKIP Jakarta. Karena guru baru, ia hanya mengajar di kelas ku. Kelas-kelas lain diajar guru-guru lama.

    Soal ujian Pak Dwi susah sekali! Dibandingkan dengan soal-soal guru lainnya, soalnya termasuk inovatif dan menantang.

    Zaman kerusuhan Mei Jakarta, Pak Dwi bercerita di depan kelas, bagaimana usahanya turut membantu korban kebakaran mal. Di hati anak-anak, Pak Dwi mendapat tempat tersendiri.

    Lalu, ketika kuliah di Matematika, dosen-dosennya asyik?

    July 4th, 2007 at 9:08 pm

  6. yuti

    Ada yang asyik, ada yang tidak. Tapi ketika kuliah, sudah sedikit lebih sadar bahwa belajar ternyata perlu juga, hehe, jadi faktor pengajar sudah tidak terlalu dominan.

    Wah, sama dong. Waktu SMA saya juga punya guru matematika favorit. Ngajarnya asyik, dan soal-soalnya menantang, seperti memperoleh teka-teki.

    July 5th, 2007 at 1:01 pm

  7. anis

    qo qt samaan sih, aq juga punya lho guru matematika faforit d SMA, namanya Pak Eko. alumniku bilang Pak Eko tuh killer, aq sempet takut juga tp ternyata anggapan mereka salah besar, coz Pak Eko ternyata asik dan menyenangkan….

    September 5th, 2008 at 12:06 pm

  8. Ijal

    ada yang tau ngak ya kenapa phi itu 3,14 atau 22/7.
    kenapa hanya ada pada lingkaran saja. bingung nih. jawabannnya sangat saya butuhkan soalnya ada seorang yang nanya ke gua tapi ya…itu tu…gua belum punya jawaban. please..!

    October 28th, 2008 at 1:06 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • wachid — 8 dituang ke 5 5 dituang ke 3 sisa 2 3 dituang ke 5 8 (yang sisa 3) dituang ke 5 5 dituang ke 3 sisa ...
  • wachid — eh yang bener ini 1, 3, 9, 27
  • wachid — perahu menanjak? hebat juga
  • abumuadz — kalo gak ada jarak tanamnya yang penting 1M2 maka yang terbanyak ada 40 pohon dengan bentuk lingkaran dengan diameter lingkaran akar ...
  • abumuadz — kalo yang menjadi sumbu tidak terpatok ama sisi buku. sudut 90 insyaAllah bisa terjadi. tapi bila tetap terpatok ama sisi buku ...
  • yuho — ikan cupang kurang cocok kalau di campur dengan ikan lain... itu menurut saya...
  • Lenny P Dewi — hebat niy blognya.. jadi semangat aja ukhti salam dari jogja
  • watchmath — Saya tidak tahu apa yang dimaksud Pak Maman dengan filsafat. Tapi saya pikir tidak ada keterkaitan langsung antara lemahnya matematika ...
  • wachid — pertanyaaan mba yuti 1+2+3+4=10 2+3+4=9 1+3+4=8 3+4=7 berat sampai 40 40-10=30 30/4=7,5 anak timbangan 1= 7,5+1=8,5 anak timbangan 2= 7,5+2=9,5 anak timbangan 3= 7,5+3=10,5 anak timbangan 4= 7,5+4=11,. […]
  • wachid — pertanyaan mba kristi saya jawab