Just another Myscienceblogs.com weblog
“Pintu masuk menuju pengetahuan akan segala sesuatu,” begitulah Ahmes mendeskripsikan Pi pada 1650 SM. Naskah yang menjadi acuan paling tua mengenai Pi tersebut dituliskan diatas gulungan papirus Kerajaan Tengah. Kertas itu berisi tulisan mengena beragam masalah matematis, beserta semua pemecahannya, dan menjelang akhir gulungan ia menemukan luas sebuah area lingkaran, dengan memanfaatkan sejenis Pi yang masih kasar.
Ratusan tahun sesudahnya, sekitar 200 SM, Archimedes dari Sirakus menemukan bahwa pi adalah sebesar 3 10/71 dan 31/7, sekitar 3,14. Pencarian mengenai angka pi baru dilanjutkan kembali pada abad ke-17, yaitu ketika sebuah rumus baru mengenai pi ditetapkan. Pi kemudian disebut sebagai bilangan Ludolphian(Ludolphine) merujuk pada nama Ludolph van Ceulen yang senyaris sepanjang hidupnya mencari digit dibelakang pi. Pencarian sepanjang hidupnya itu diabadikan dalam pahatan sebanyak 35 digit angka pi pada makamnya. Hingga saat ini pencarian akan pi masih terus berlangsung. Chudovnsky bersaudara melanjutkan pencarian digit pi dengan membangun superkomputer di apertemennya dengan komponen-komponen yang dikirim via pos.
Apa yang menjadikan Pi begitu ajaib?
Popularity: 15%
This entry was posted by yuti on Thursday, June 28th, 2007 at 2:35 pm and is filed under Umum. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
One comment for this entry. Add yours
anjar
Menurut saya Pi itu Cinta
February 11th, 2008 at 10:52 pm