You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Pendidikan Matematika
Dalam Ujian Nasional, ataupun ujian-ujian lain yang menghadirkan matematika sebabagi salah satu bahan uji, matematika acap menjadi momok. Menurut Psikolog Alva Handayani pada Semiloka Mengatasi Fobia Matematika pada Anak(14/08/04) di Bandung, “Munculnya fobia Matematika juga disebabkan sugesti yang tertanam dalam benak seorang anak bahwa Matematika itu sulit. Sugesti tersebut muncul dari orang-orang sekitar yang mengatakan Matematika itu sulit.”
Untuk mengatasi fobia ini, Iwan Pranoto(pemerhati pendidikan Matematika dan dosen pada Program Studi Matematika Institut Teknologi Bandung) pada kesempatan yang sama berujar, “Munculnya anggapan siswa dan masyarakat bahwa pelajaran Matematika sulit bahkan menjadi fobia, lebih disebabkan pola pengajaran yang lebih menekankan pada hafalan dan kecepatan berhitung. Guru sebagai penyampai ilmu harus mampu mengajarkan Matematika lebih menarik dan mengembangkan daya nalar siswa.”
Penekanan pada hafalan rumus dan kecepatan berhitung ini bisa jadi dipengaruhi cara pandang matematika sebagai ilmu hitung. Padahal jauh melampaui itu, matematika sebenarnya lebih cocok dipandang sebagai seni abstraksi. Ketika seorang anak belajar berhitung dengan mendekatkan satu lidi dengan satu lidi lainnya, kemudian menotasikan gabungan lidi-lidi tersebut dengan bentuk menyerupai bebek yang saat ini dikenal sebagai angka dua, maka sebenarnya anak itu telah mengabstraksikan lidi-lidi tersebut dalam konsep matematika.
Adanya abstraksi yang dapat dilakukan oleh tiap orang ini sesuai dengan hakikat matematika menurut Frans Susilo dalam Pendidikan Sains yang Humanistis, yaitu (1) matematika bukanlah ilmu yang memiliki kebenaran mutlak, kebenaran dalam matematika adalah kebenaran nisbi yang tergantung pada kesepakatan bersama, (2) matematika bukanlah ilmu yang tidak dapat salah. Sebagai ilmu yang dikembangkan oleh manusia, matematika tentu tidak luput dari keterbatasan dan kesalahan manusiawi. Sejarah telah membuktikan hal itu, (3) matematika bukanlah kumpulan, simbol, dan rumus yang tak ada kaitannya dengan dunia nyata. Justru sebaliknya matematika tumbuh dari dan berakar dalam dunia nyata, (4) matematika bukanlah teknik pengerjaan yang hanya perlu dihafal saja sehingga siap pakai untuk menyelesaikan masalah-masalah yang digumulinya, dan (5) objek matematika adalah unsur-unsur yang bersifat sosio-kultural historis, yaitu merupakan milik bersama seluruh umat manusia, sebagai salah satu sarana yang dipergunakan manusia untuk mengembangkan segi-segi tertentu dalam peri kehidupan manusiawinya, dan yang terbentuk melalui proses panjang menyejarah yang membentuk wajah matematika itu sendiri.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 43 komentar untuk artikel ini.
lukman
kalau menurut saya bkan materi yang disajikan yang sulit tapi yang mnjadi permasalahan bangsa indonesia adalah bobroknya sistem pendidikan yang dimiliki,blum tuntas sistem 1994 srng sudah ada KBK,tdak cukup dengan TU sekaran debgan Sstem bsru muncul lagi
June 30th, 2007 at 3:17 pm
lukman
saya tidak setuju dangan sistem pendidikan indonesia ini,karena menfonis kelulusan hanya dengan 3 mata ujian tu saja,padahal siswa masih memiliki kemampuan yang lain
June 30th, 2007 at 3:20 pm
yuti
Waduh, kalau mau berbicara mengenai pendidikan nasional, cakupannya jadi sangat melebar, dan pertanyaannya menjadi, bagaimana menciptakan pendidikan yang mampu mengakomodasi berbagai kepentingan? Mulai dari humanisme, kebutuhan intelektual menghadapi pasar bebas, dll.
July 2nd, 2007 at 11:47 am
Mengapa Matematika? — Matematika
[…] di posting Pendidikan Matematika, sedikit menggelitik saya. Mengapa 3 pelajaran dapat menentukan kelulusan seseorang, dan mengapa […]
July 3rd, 2007 at 1:13 pm
yudi
matematika, keciiiiiiiil!, kucing saya saja bisa.Dari bayi belajar ngomong saja bisa,masa mtk nggak bisa.
July 28th, 2007 at 4:58 pm
yudi
pendidikan nasional ngak usah diurusi yang pening belajar. terus kurikulum jangan ganti ganti! bikin pusing.Kasihan tuh penerbit erlangga,yudistira,ganesa.Bukunya ngedap terus nggak laku.jadi menteri pend. jangan terlalu kreatif,apalagi kreasi gonta ganti kurikulum.
July 28th, 2007 at 5:02 pm
yudi
peeeeeeeeendidikan!!!!!! dari dulu dibahas terus senep dengernya, yang penting sekolah biayanya murah dari Sd sampai perguruan tinggi, nggak perlu teori yang muluk-muluk,dan amat ruwet AMAT aja nggak ruwet
July 28th, 2007 at 5:05 pm
yudi
udahya? selamat tinggal jangan intip email saya
July 28th, 2007 at 5:06 pm
yuti
Waduh, koq banyak merambat ke mana-mana ya…
Salam,
Yuti
July 30th, 2007 at 12:43 pm
Muhamad Yusuf
Saya setuju tuh ma pendapat yudi. Di Malaysia tempat saya sekarang tinggal ( saya orang Indonesia asli lho ), pendidikan biasa aja, materi yang diajarkan biasa aja, siswa terus naik aja, buktinya kalau ada siswa sekolah Malaysia masuk ke sekolah Indonesia, keteteran aja, katanya materinya susah. Lalu apa yang ga sussah disini? Ternyata sekolah mudah, bayaran mudah (gratis lagi), bangunan mudah, fasilitas mudah, masuk unversity ajukan beasiswa ke pemerintah mudah, so kesimpulannya silahkan ditafsirkan masing-masing…
September 28th, 2007 at 6:17 pm
yunita
memang matematika itu memusingkan, guru yang mengajarkannya juga pusing?tapi solusi masalah ini adalah matematika tidak dijadikan mata pelajaran.. tapi lebih kepada aplikasi kehidupan
October 8th, 2007 at 1:27 pm
ikhe
menutut sy.matematika adlh pljaran yg sngat menjebalkan..swaktu sy sklh..sy jrang mengikuti pelajaran ini..menurut sy..peljran ini sangat sulit..dan berbelit2..dan semua guru matematika sy menjelaskan dengat berbelit2..krena itu sy benci sekali dengan matematika
January 29th, 2008 at 10:24 pm
yuti
tapi masih mau komen di blog ini artinya masih ada rasa ‘care’ ke matematika. makasih ya udah sharing…
February 1st, 2008 at 3:16 pm
nia
menurut aku matemetika itu sangat penting dalam kehidupan,palagi kalo kita dah dewasa kita butuh sekali tentang matematika. matematika merupakan salah satu pelajaran yang sangat mudah, tidak seperti pelajaran lainnya, matematika merupakan pelajaran penalaran dimana disana kita bisa mengembangkan daya pikir kita untuk menemukan sesuatu yang baru….pokoknya matematika itu pelajaran yang paling menyenangkan dan menantang kita untuk maju… Tumbuhkan rasa keingin tahuanmu dan bergabunglah dengan MATEMATIKA pasti seru dach……………………………….
February 9th, 2008 at 1:10 pm
anto
…terlepas dari menarik atau tidak menariknya disiplin ilmu ini (matematika) yang pasti saya juga mencoba berusaha bagaimana eLearning Matematika dan lainnya bisa ada lintas almamater misalnya yg sdh sukses ilmukomputer.com. Secara teknis saat ini semuailmupendidikan.com mengadaptasi konsep ilmukomputer.com. dimana ada web administrator dan pengisi materi atau artikel. Kalau berminat menjadi Materi Admin di matematika.semuailmupendidikan.com jgn sungkan2 bs kontak sy via mail mail_to_anto at yahoo.com or my mobile phone 0856 85 260 38 (sms no problem) dan sy berdomisili di Cibinong-Bogor. Terima Kasih
February 10th, 2008 at 2:44 am
taufik
pengetahuan matematika bukan pemahaman sesaat, tapi perlu proses sejak kecil. kalau sejak kecil tidak mudengan ya gedenya otomatis tidak mudeng. tapi kalau sejak kecil mudengan dan terus dipupuk sampai gede, gedennya ya mudengan juga. Namun kalau sejak kecil mudengan tapi gedenya nggak dipupuk kemudengannya , gedenga ya lambat mudengnya.
February 13th, 2008 at 2:22 pm
yanti
aku suka matematika,aku sekarang duduk di kelas 2 SMA, aku ingin suatu saat nanti aku menjadi seorang guru matematika. kata temen-tman matematika susah,bikin pusing, tapi menurut saya matematika itu menantang dan membuat saya merasa penasaran dengan teka-teki di balik soal matematika.
February 19th, 2008 at 10:00 pm
yanti
buat kamu-kamu pecinta matematika, hubungi saya di yanti_865@yahoo.co.id dan bagi guru matematika, saya membutuhkan bimbingan anda.
February 19th, 2008 at 10:02 pm
rangga
menurut sy, matematika lebih akn lbh mdh dipahami jika diajrkan dg cara kontekstual. coz matematika juga sangat erat hubunganya dg kehidupan sehari-hari. seperti pada bab bruto, tara, dan netto mereka akan lebih asyik jika disruh nenimbang berat silverqueen ataupun oreo. after that, merekapun bisa makan bareng-bareng tuh coklat. ‘N Gurunya juga kebagian loch….!!!
February 24th, 2008 at 3:11 pm
fina
memang bener sistem pendidikan sekarang bobrok amat, apalagi dengan komersialisasi disetiap aspek.wes back to syariah
February 26th, 2008 at 4:23 pm
yuti
solusinya bagaimana? semua butuh sistem…
February 26th, 2008 at 5:14 pm
dimazypeace
sebenernya maksud pemerintah gonta-ganti kurikulum gimana sich ???
February 26th, 2008 at 10:55 pm
dimazypeace
saya duduk di bangku sekolah
sman 2 bekasi
February 26th, 2008 at 10:59 pm
apiq
Tulisan dan diskusi yang menarik.
Teruslah berjuang memajukan matematika!
Saya ikut mendukung.
Salam.
March 16th, 2008 at 8:16 pm
gilang
matematika,sussah kata kucing gw, klo gw sih gampang kaleee
April 14th, 2008 at 12:13 pm
daudy
matematika itu menyenangkan bahkan matematika dpt membuat kt pintar
April 16th, 2008 at 6:38 pm
MUTIARA
tolong kirimkan soal-soal IPA buat SD kelas 4. gpl! please help me !
April 20th, 2008 at 11:10 pm
MUTIARA
please donk soal mat & ipa.
April 20th, 2008 at 11:31 pm
sisca
pada bbrp kasus ada murid-murid yang memang berbakat pada bidang tersebut, sehingga metode pendekatan pengajaran yang ’seadanya’ (baca: standard) tidak mengurangi daya serap mereka. namun, pada kasus lain kebanyakan tidak begitu sehingga dibutuhkan metode pendekatan pengajaran yang berbeda.
mgkn bisa diibaratkan dgn menjual barang, ya? utk menjual brg X ke konsumen dgn kemampuan finansial yg kuat, seorang penjual tidak perlu putar otak sampai pusing 7x keliling krn mrk pasti mampu dan cepat membeli, namun akan lain hasilnya kalau barang itu ditawarkan pada masyarakat dgn kemampuan finasial yang lebih rendah. nah, yang mesti diingat dari tujuan penjualan itu apa? menjual sebanyak mungkin, bukan? jd si penjual harus mencari cara bgmana barang dagangannya bisa dibeli oleh sebanyak mgkn orang. mrk bisa tawarkan kredit mgkn?
mgkn disini letak perbedaan (atau malah mgkn kesalahan?) pendidik dgn penjual. pendidik mgkn merasa targetnya sudah terpenuhi kalau berhasil ‘menemukan’ segelintir murid yang berhasil menangkap materi ajarannya dgn baik lalu seolah menutup mata terhadap mrk yang tidak mampu memahami, dgn beranggapan bahwa itu semata akibat keterbatasan para peserta didik. hal ini sangat disayangkan krn seandainya saja mrk memakai sistem pemasaran spt si penjual tadi, maka pasti akan ada lebih byk jiwa yang bisa dicerahkan.krn setiap anak itu unik, mrk memiliki cara-cara yang berbeda dalam memahami suatu hal.
pertanyaannya skrg adalah, apakah para pendidik skrg setuju dan merasa tertantang untuk mencerahkan sebanyak mungkin anak-anak? bagaimana pun kemampuan daya serap mrk?
sbg sebuah latar belakang saja, berdasarkan hasil poling “tantangan besar para insinyur” (great engineering challenges), “Advance personalized learning” menempati posisi ke 5 dalam daftar mereka. jadi saat ini kita semua sebenarnya dihadapkan pada tantangan untuk mencerdaskan diri dan mencerdaskan sebanyak mgkn org. kalau tidak, jurang kecerdasan dan kebodohan hanya akan semakin melebar dan akan lebih parah kalau kita melihat hal itu sebagai sebuah keniscayaan dari keterbatasan otak manusia saja.
ref: http://www.engineeringchallenges.org/cms/8996/9221/10474.aspx
April 22nd, 2008 at 9:22 pm
kodiron
Matematika sepertinya dipahami seperti ilmu yang mengawang-ngawang di awan, padahal Yang Maha Pencipta memberikan ilmu untuk kebaikan seluruh manusia, oleh sebab itu sebaiknya kita menempatkan kurikulum dan Ujian yang dilakukan oleh pemerintah maupun sekolah bukan sesuatu yang datang dari langit seperti kitab suci. Saya pernah mengalami ‘peningnya’ bagaimana mengajarkan matematika di SD kelas 1&2 dengan bantuan kurikulum pemerintah, karena itulah saya bertekad untuk mengajarkan matematika yang lebih ramah kepada anak-anak bahkan saya yakin lebih bermakna bagi seluruh anak didik dengan berbagai latar belakangnya. Setelah mencari dan melatihnya sekarang mengajarkan matematika ternyata lebih baik jika cenderung lebih personal seperti mengajarkan bisa membaca Al-Qur’an, setiap anak memiliki kecepatan yang berbeda. Alat peraga yang bisa digunakan lebih konkrit dan mendukung pemahaman konsep anak-anak. Yang terakhir anak-anak lebih memahami matematika bukan hanya berhitung dan menghafal seperti yang selalu kita dapatkan ketika bersekolah dulu, tapi menjadikan matematika sebagai ilmu alat untuk kehidupan anak-anak yang lebih baik, lebih logis tidak hanya untuk menyelesaikan soal-soal ujian dan sering tidak terpakai dalam kehidupan tetapi matematika untuk kehidupan yang lebih baik bagi mereka.
Udah dulu deh kalau mau kunjungi aku di kodiron.blogspot.com mungkin bisa berbagi cerita yang lain, makasih
April 29th, 2008 at 1:13 pm
yuti
Halo Mutiara, mba Yanti yang baik sudah mengirimkan soal-soal IPA ke alamat email saya. Formatnya sedikit ribet kalau di upload di blog ini. Kalau perlu, bisa hubungi mail saya di yuti.ariani@gmail.com atau langsung ke mba Yanti
April 30th, 2008 at 7:42 am
InstaHippo » Kumpulan Soal Sains Sd
[…] Psikolog Alva Handayani pada Semiloka Mengatasi Fobia Matematika pada Anak(14/08/04) di Bandung, ?Munculnya fobia Matematika juga disebabkan sugesti yang tertanam dalam benak seorang anak bahwa Matematika itu sulit. Sugesti tersebut muncul dari orang-orang sekitar yang mengatakan Matematika itu sulit.?2 […]
May 8th, 2008 at 3:58 pm
yudho
belajar matematika biasanya sulit tapi terkadang tidak sulit.sebenarnya tergantung mood kita belajar matematika tersebut.sekarang UAN SMU ada 6 mata pelajaran.belum lagi tahun depan yang katanya menjadi 9 mata pelajaran..hufh..semakin sulit mencari hidup dengan ilmu.yang penting selalu punya motivasi untuk semangat!!!!
Aditya Yudho Negoro
SMA Negeri 2 Pamulang Tangerang
May 13th, 2008 at 7:26 pm
rahma
clo dipikir2 ya matematika bikin botak,,,,,,,soal2 yang bikin MUMET,,,n banyak banget yang harus dikerjakan dg taliti!!!!!
tapi smw itu akan menjadi muadah bila kita lakukan dg ikhlas!!!!hehe…
jalani dlu dech!!!!
June 27th, 2008 at 10:44 am
May
Pak dinas pendidikan, saya siswa SMPN @ Mataram. saat ini saya telah duduk di kelas 3.
saya takut menghadapi soal Matematika, apalagi issue ditambahkannya mata pelajaran IPS makin marak diperbincangkan.
mohon soalmya dimudahkan.
terimakasih..
August 1st, 2008 at 2:55 pm
iwan
saya beranggapan bahwa siswa menjadi takut matematika bukan karena matematika yang sulit, karena pada dasarnya matematika tidak begitu sulit. siswa tidak dapat mempelajari matematika dengan baik mungkin disebabkan karene cara guru mengajar yang membuat siswa merasa tertekan. saya yakin kalau guru bisa memanfaatkan media yang ada serta membuat matematika terasa menyenangkan, maka siswa akan lebih menguasai matematika.
August 30th, 2008 at 12:15 pm
lia kustina
saya mmng sbenrnya g ska2 amat mtk,tp trgntung pd gru yg mmbmbng plajarn mtk,lok grunya asyik dan enk di jak bercnda psti bsa msuk tp lok grunya g enak ya sulit tuk msuknya.aq mrasa mtk slit olh krena itu aq ingin bkajar mencintai mtk,tlong beri sran g mna cranya agar dpt mencintai plajaran mtk?……..
October 22nd, 2008 at 10:36 am
bie
saya seorang mahasiswa matematika di sebuah universitas negeri
saya cukup prihatin dengan ketakutan yang dihadapi oleh banyak siswa yang akan melaksanakan ujian terhadap mata pelajarang matematika, padahal mereka belum berusaha secara maksimal untuk memahami matematika, kebanyakan mereka hanya menghafal, mengerjakan soal, bahkan ada yang hanya membaca materi matematika. matematika lebih mudah kalau dipahami,
dulu saya bukan seorang yang suka dengan matematika, namun sekarang matematika banyak kegunaannya dalam kehidupan saya, matematika bukan ilmu yang abstrak, matematika selalu ada di sekitar kita dan sangat dekat dengan kita, jadi jangan selalu men-judge bahwa matematika adalah ilmu yang sulit, sebelum anda sedikit menyulitkan diri anda untuk memahami apa sebenarnya matematika
matematika sangat mudah jika dipahami, bukan dihafal atau hanya sekedar dibaca…
terima kasih
October 27th, 2008 at 9:46 pm
dayu
dosen math yang killer bikin kita keblinger…….maunya apa gak tao, ngasih materi sikit tapi tugasnya numpukkkkk seabregan……..
tapi kalo di jalanin ky roko LA lights….
^^ V
October 29th, 2008 at 4:47 pm
hasan
saya senaaang sekali dengan math, soalnya logikanya banyak banget
klo menurut saya, math tu adalah salah satu dari kehidupan kita, klo kita tdk menggunakan math, berarti kita tdk akan bisa menikmati kehidupan
^^
November 8th, 2008 at 11:25 pm
fatur
mate
matika,aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasusah bamget tau ih ……………………………………………………………………..
November 10th, 2008 at 9:47 am
fatur
iyah ga sih
November 10th, 2008 at 10:17 am
fatur
tp enaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak jga sih mtk tuh
November 10th, 2008 at 10:58 am