You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Tak Sekedar Angka

Tak Sekedar Angka

yuti — June 8, 2007 / 9:23 am

”Dit, dit, dit-dit.” Para ahli di laboratorium tampak tegang. Alat yang digunakan untuk menangkap sinyal dari luar angkasa tiba-tiba menunjukkan perubahan signifikan. Sinyal berupa frekuensi suara yang datang dengan ritme tertentu tersebut, langsung diubah oleh komputer menjadi sederet angka. Berbagai program enkripsi(pemecah sandi) langsung dijalankan untuk menafsirkan angka-angka tersebut. Meski adegan tersebut hanya muncul dalam film-film bergenre science-fiction, para ilmuwan menyimpulkan bahwa satu-satunya macam pesan yang paling mungkin dipahami oleh makhluk cerdas apa pun di segala tempat adalah pesan matematis(Bergamini, 1981).

Penggunaan matematika tak hanya dilakukan oleh para pembuat film fiksi, kebudayaan Mesopotamia pun sudah mengembangkan matematika. Kebudayaan yang terbagi menjadi dua zaman, zaman Sumeria(3000 SM-2000 SM) dan Babilonia(2000 SM- 500 SM) ini telah mampu mengalikan, membagi, mencari akar-kuadrat dan bahkan akar-kubik(akar pangkat tiga), serta menyelesaikan soal sesulit persamaan linier. Tak hanya itu, Gamon dan Bragdon melahirkan penemuan baru mengenai enam zona kecerdasan dalam otak, dimana matematika merupakan salah satu zona, selain wilayah eksekutif-sosial, emosi, bahasa, spasial, ingatan.

Lalu apakah matematika? Bertrand Russell menjawab, ”Ini adalah suatu pengetahuan, dan jika kita memilikinya, sebenarnya kita tidak mengetahui apa yang kita bicarakan atau tidak mengetahui apakah yang kita katakan itu benar.” Definisi ini serupa dengan yang dikemukakan oleh Frans Susilo dalam Pendidikan Sains yang Humanistis, adalah (1) matematika bukanlah ilmu yang memiliki kebenaran mutlak, kebenaran dalam matematika adalah kebenaran nisbi yang tergantung pada kesepakatan bersama, (2) matematika bukanlah ilmu yang tidak dapat salah. Sebagai ilmu yang dikembangkan oleh manusia, matematika tentu tidak luput dari keterbatasan dan kesalahan manusiawi. Sejarah telah membuktikan hal itu, (3) matematika bukanlah kumpulan, simbol, dan rumus yang tak ada kaitannya dengan dunia nyata. Justru sebaliknya matematika tumbuh dari dan berakar dalam dunia nyata, (4) matematika bukanlah teknik pengerjaan yang hanya perlu dihafal saja sehingga siap pakai untuk menyelesaikan masalah-masalah yang digumulinya, dan (5) objek matematika adalah unsur-unsur yang bersifat sosio-kultural historis, yaitu merupakan milik bersama seluruh umat manusia, sebagai salah satu sarana yang dipergunakan manusia untuk mengembangkan segi-segi tertentu dalam peri kehidupan manusiawinya, dan yang terbentuk melalui proses panjang menyejarah yang membentuk wajah matematika itu sendiri.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • wachid — 8 dituang ke 5 5 dituang ke 3 sisa 2 3 dituang ke 5 8 (yang sisa 3) dituang ke 5 5 dituang ke 3 sisa ...
  • wachid — eh yang bener ini 1, 3, 9, 27
  • wachid — perahu menanjak? hebat juga
  • abumuadz — kalo gak ada jarak tanamnya yang penting 1M2 maka yang terbanyak ada 40 pohon dengan bentuk lingkaran dengan diameter lingkaran akar ...
  • abumuadz — kalo yang menjadi sumbu tidak terpatok ama sisi buku. sudut 90 insyaAllah bisa terjadi. tapi bila tetap terpatok ama sisi buku ...
  • yuho — ikan cupang kurang cocok kalau di campur dengan ikan lain... itu menurut saya...
  • Lenny P Dewi — hebat niy blognya.. jadi semangat aja ukhti salam dari jogja
  • watchmath — Saya tidak tahu apa yang dimaksud Pak Maman dengan filsafat. Tapi saya pikir tidak ada keterkaitan langsung antara lemahnya matematika ...
  • wachid — pertanyaaan mba yuti 1+2+3+4=10 2+3+4=9 1+3+4=8 3+4=7 berat sampai 40 40-10=30 30/4=7,5 anak timbangan 1= 7,5+1=8,5 anak timbangan 2= 7,5+2=9,5 anak timbangan 3= 7,5+3=10,5 anak timbangan 4= 7,5+4=11,. […]
  • wachid — pertanyaan mba kristi saya jawab