You're here: My Science Blogging » Matematika » Article: Fufufu & Simbol
Berapakah satu Fu ditambah satu Fu? Tanpa mengetahui apa itu Fu, kita dapat mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut adalah dua Fu. Fu juga dapat diganti dengan simbol x, epsilon, atau notasi-notasi lainnya tanpa merubah esensi dari sebuah persamaan. Citra Matematika sebagai bidang yang rumit, abstrak, dan sulit bisa jadi disebabkan karena penggunaan simbol-simbol ‘aneh.’ Penggunaan simbol-simbol ini pada dasarnya hanya untuk menyederhanakan bentuk. Penulisan 5+5+5+5 misalnya, dapat disederhanakan dalam bentuk 4 x 5, yang artinya terdapat angka 5 sebanyak 4 buah, atau terdapat angka 4 sebanyak 5 buah.
Penulisan simbol-simbol Matematika dalam bahasa sehari-hari pernah dilakukan oleh ahli filsafat abad ke-18, Etienne de Condillac dalam buku Langue des Calculs(Bahasa Komputer). Ia mencoba menyatakan dua baris aljabar memakai bahasa Perancis yang sederhana. Hasilnya, ia membutuhkan dua halaman yang ketika dibaca pun sama sekali tidak mudah.
Apa yang dilakukan oleh Condillac merupakan salah satu usaha untuk menjembatani komunikasi antara Matematikawan dan atau ilmuwan, dengan orang awam. Hanya saja usaha ini mungkin tak sepenuhnya bermanfaat. Pertama, meski simbol-simbol matematis tersebut bisa dinyatakan dalam bahasa sederhana, makna yang terkandung di dalamnya masih relatif abstrak bagi orang awam. Kedua, persamaan matematis yang kompleks tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal. Sebagaimana yang dituliskan dalam Wikipedia Indonesia mengenai Matematika, kian kompleks suatu fenomena, kian kompleks pula model Matematikanya, dan begitu pula sebaliknya.
Penggunaan simbol memang kadang menyebabkan jarak antara matematika dan penggunanya, tapi jarak itu juga tercipta ketika kita dihadapkan pada aksara asing semisal piktograf, ataupun huruf kanji.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.