You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Ketindihan Sewaktu Tidur
Mungkin diantara temen-temen ada yang pernah mengalami “Ketindihan” sewaktu tidur. Banyak orang yang lantas menganalogikannya sebagai gangguan mahluk asing, setan, dll. Dooh, hari gini masih berpikiran klenik? Dunia kedokteran punya istilahnya : Sleep Paralysis. Penasaran? Yuk kita bahas!
Gejala yang awam dirasakan oleh orang yang pernah mengalaminya adalah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak. Rasanya ada yang menindih tubuh kita, tapi kita nggak bisa berbuat sesuatu untuk minta tolong. Biasanya, akan ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali. Begitu kan? Seram ya! Tapi, seperti biasa, tolong hilangkan dulu keercayaan kalau kamu sedang diganggu mahluk halus
Sleep Paralysis
Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.
Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.
Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien, hahaha. Lucunya! Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.
Kurang Tidur
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).
Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dantahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.
Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).
Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, disinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.
Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, kamu bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak, atau sedang dalam masa-masa begadang menyelesaikan tugas kuliah. teratur.
Harus Bagaimana?
Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi. Jika kamu sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu kamu mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.
Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.
Perlu diketahui juga, sleep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.
Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.
Udah tau kan sekarang? Makanya sering-sering buka Pernik Ilmu
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
ibnusomowiyono
Saint adalah konsep monologis yang mekanistik, makluk hidup hanya danggap seperti mesin (mekanik),hanya terdiri dari quantum. TM berusaha melengkapinya dengan menyatakan bahwa universe dan isinya terdiri dari alam nyata dan alam semu, hingga bersifat dualistik namun masih mekanistik.
TM plus menginformasikan bahwa makluk hidup merupakan interaksi antara biobody (terjadi dari interaksi antara clear body/quanta dan trans body yang tak bermassa) dan soul/nyawa atau spirit (trans body yang bernyawa).
Menurut TM plus mimpi merupakan fenomena transien, ternjadi pada saat bio body dalam kondisi unconscious (tidak sadar) sedangkan spirit tetap dalam keadaan conscious (sadar)karena tak dikuasai oleh dimensi waktu.
Menurut saint biobody memiliki bioritmik, hingga perbuatan yang tak disadari (misalnya mabuk,tidur,terhepnosis dll) diluar tanggung jawab seseorang.Saint tak pernah memberikan solusi dalam kondisi demikian siapakah yang harus bertanggung jawab? Lain halnya religi yang sangat meyakini adanya nyawa (vitalisme)diwamping tubuh/wadag: nyawa selalu dalam kondisi sadar hinggga sangat vital/penting, itulah sebabnya setiap perbuatan menjadi tanggung jawabnya.
Ada istilah paralogis (tak ada kaitannya dengan paralyssis)dalam TM maupun TM plus sehingga dapat menerima dan membedakan fenomena logis(rational) dan tak logis(irrational).
Dalam bermimpi manusia (atau makluk hidup lainnya) mengalami kondisi paralogis (bawah sadar), pada saat terbangun dimana biobody kembali dalam keadaan sadar akan keberadaannya (conscious) maka terjadilah real-link (sambungan nyata) antara biobody dan spirit hingga terjadilah kesadaran system (bukan partial).
Dahulu orang “meyakini” adanya fenomena gaib saat bermimpi, karena mereka belum terbelenggu oleh materialisme namun juga belum mengenal adanya proses paralogis yang terjadi du Sub Alam Transien. Saat ini justru mimpi dianggap sebagai fenomena mekanistik karena saint tak mengakui adanya fenomena transien.
July 30th, 2009 at 7:17 am
Moch
Kalo gw hampir tiap mlm mengalami kejadian seperti itu. Padahal umur gw sudah 24 thn……
August 22nd, 2009 at 9:13 am
neng®atna
hai kak. eh, ini blogger bandung jg ya
salam kenal kak. wah, pgn ikutan rb bandung. gmn nig gmn. aaa…
September 29th, 2009 at 4:50 pm