You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Komposisi Tinja

Komposisi Tinja

Yessi Pratiwi — June 29, 2009 / 6:11 pm

Biasanya, kalau makan pedas, jarang sekali kita bisa makan sedikit. Pengen nambah dan nambah lagi. Sepakat nggak sih? Aha! Apalagi kalau makanannya enak menggoyang lidah. Perut yang tadinya kosong pun diisi dengan aneka rasa, aneka makanan.

Kalau perut sudah terasa kenyang, nggak lama kemudian biasanya kita merasakan adanya kontraksi dari dalam. Saya menyebutnya sebagai bokshow, alias boker show. Hahaha. Begitulah, apapun istilahnya buat orang yang buang hajat.

Saat kontraksi di perut semakin terasa, ada baiknya kita nggak menunda-nunda ke kamar mandi. Kenapa ya? Tentu saja ada alasannya. Nggak lain nggak bukan, karena kandungan tinja itu sendiri. Hei, memangnya, komposisi tinja itu apa aja sih? Kita bahas itu aja yuk! Jangan merasa jijik dulu yah :-P

Jadi, umunya, kita akan mengeluarkan tinja sebanyak 150 - 300 gram tinja per hari. Yah, berarti 0.15 - 0.3 kg gitu deh. Setiap 1 gramnya sendiri mengandung 300 - 500 milyar mikroorganisme. Jumlah kuman dalam satu gram kotoran setara dengan 100 kali jumlah penduduk dunia. Wow, angka yang dahsyat bukan?

diarrhea.gifItu dari segi mikroorganismenya. Kalau dari kandungan airnya, pada tinja yang segar/basah, 70% terdiri atas air. Jika tinja tersebut dikeringkan maka berat bakteri hampir sekitar 1/2 dari berat tinja. Sisanya berupa sisa sayur mayur, sedikit lemak, sel epitel yang rusak dan unsur-unsur lainnya. Jadi tidak semua bagian tinja adalah sisa-sisa makanan, karena sisa-sisa makanan hanya sekitar (sederhananya) 10 - 15% dari total tinja.

Nah, ngomong-ngomong soal bau tinja, ternyata kita bisa mengatur bau tinja yang kita inginkan. Bagaimana caranya? Ya dengan mengatur asupan makanan yang kita konsumsi. Tinja yang berbau busuk, dihasilkan oleh diet yang kaya daging terus menerus. Hal ini diakibatkan oleh berbagai jenis protein dihancurkan oleh bakteri pembusuk menjadi amonia, indole, skatole dan hidrogen sulfida. Hasilnya tinja berbau seperti telur busuk (rotten eggs). Diet yang kaya zat tepung atau serat, menyebabkan bakteri lactic acid memproduksi asam laktat dalam jumlah yang besar, dan tinja pun menjadi asam.

Makanya, kalau sakit perut, mending langsung ke belakang aja yah :)

Sumber Gambar : onclinic 

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.

  1. ibnusomowiyono

    Jadi……..tiap manusia itu peternak bakteri,makanya kalau buang air jangan sembarangan!

    August 5th, 2009 at 5:27 pm

  2. ihsan

    (Jika tinja tersebut dikeringkan maka berat bakteri hampir sekitar 1/2 dari berat tinja)
    woww…banyak sekali mikroorganismenya ya…
    BTw bisa g kita pake untuk fertilizer…
    biar pak tani punya pabrik sendiri gitu..

    August 24th, 2009 at 3:08 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Koen — Terima kasih, Echi dan Dhani :). Salah satu misi Pernik Ilmu memang membuka mata masyarakat, dengan bahasa awam, tentang fakta-fakta ...
  • » Mengapa Langit Malam Gelap? ~ Blog Archive ~ Pernik Ilmu (Asia Blogging Network) — [...] pertama di Pernik Ilmu ini berjudul Mengapa Langit Biru :). Tapi kita tahu langit hanya biru di hari yang ...
  • dedy — sebutkan macam2 sel volta!!!kasih gambar dan bagaimana carajanya!!!
  • Taufik Hidayat — Mengapa pd wkt bln purnama kalau kita mancing dilaut, gak ada ikannya yg mau makan umpan yg ada di kail ...
  • sardes — hi.......Q sardes saat ni sedang kul di salah satu PTN yang tentunya FMIPA n jur MM...q mw nanya nih kira2 ...
  • Mukmin — slam kenal mbak Yessi,
  • nurul azizah — salut wat astronot....
  • elang — nyerah dech, apa jawabannya???????
  • In-daH — oo....kERen banget....
  • Erastosthenes — Jadi, 1 drajat itu sbnarnya brp km? 1 drajat itu brp menit?