You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Evolusi dan Teori Peluang

Evolusi dan Teori Peluang

Artikel saya tentang evolusi ternyata menuai banyak kritikan, pertanyaan, maupun jawaban. Beberapa malah mengungkapkan evolusi menurut perspektifnya masing-masing, dari kacamata yang sedikit kontradiktif ; antara agama dan sains. Pertentangan terjadi sana sini, argumen seperti apapun rasanya nggak bis menunjukkan benang merah dari masalah yang sedang dibahas. Bagaimana kalau sekarang kita lihat Evolusi sebagai bagian dari Teori Peluang?  :)

Sejujurnya, ide diatas bukan ide saya. Seorang teman pernah menuliskan ini sebelumnya, dan saya menemukan hal yang menarik. Dia mengemukakan bahwa kehidupan yang kita jalani sekarang–organisme hidup di Bumi, tubuh manusia dibentuk oleh jutaan sel, bentuk tubuh manusia modern–berhubungan dengan teori peluang.

chapte83.jpgTeori peluang itu sendiri, berhubungan dengan 3 proses, yakni : Perubahan (mutasi dan sejenisnya), Replikasi, dan Seleksi. Dari ketiga proses ini, yang bekerja secara random hanya bagian perubahan (mutasi). Replikasi bekerja menurut kode genetik; kita tau kode ini tersusun dalam rantai DNA, yang bersifat unik dan mengandung informasi spesifik. Sedangkan seleksi alam mengambil peran sebagia penentu, apakah  suatu makhluk hidup dapat meneruskan keturunannya atau tidak. Kemudian, proses seleksi bukanlah suatu proses yang random. Oleh karena itu, dikenal istilah, “Random mutation followed by non-random selection” dalam teori evolusi.

Bagaimana bisa?

Teman saya ini, melakukan pembuktian secara empiris dengan kartu. Well, saya nggak perlu menjelaskan kenapa teori peluang menggunakan kartu memang jadi pilihan yang paling banyak digunakan :-p

Begini prosesnya.

Ambil 26 kartu remi. Misalkan saja 13 kartu Hati dan 13 kartu Keriting. Jika keduapuluh enam kartu ini dikocok, berapa besar peluang kemunculan bahwa kartu tersebut memiliki urutan sebagai berikut: As, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, J, Q, K (Hati) dan dilanjutkan dengan As, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, J, Q, K (Keriting) ?

Hasilnya akan kita peroleh dalam bilangan yang sangat kecil sekali :

Peluangnya = (1/26! ) = (1/26 x 1/25 x 1/24…x1/2 x 1/1) (angkanya sangat kecil)

Jika kita ingin mendapatkan hasil berurutan seperti itu, maka diperkirakan kita harus melakukan percobaan tersebut selama 26! (dua puluh enam faktorial) kali.

Nah, untuk prinsip random mutation followed by non-random selection, ceritanya akan seperti ini. Seusai kartu dikocok, kartu dijejerkan. Kartu yang menempati tempat yang benar, dikeluarkan dari tumpukan kartu. Sisanya dikocok kembali. Begitu terus sampai seluruh kartu menempati tempat yang benar.

Teman saya sudah melakukan percobaan ini beberapa kali. Untuk mendapatkan 26 kartu berurutan, paling banyak (maksimal) dibutuhkan pengocokan dan penjejeran kartu sebanyak 40 kali, dengan nilai minimal 26 kali. Berarti, dengan non-random selection itu, telah terjadi peningkatan peluang dari 1/26! (1 dibagi 26 faktorial) menjadi 1/40 atau 0,025. Tentu saja, dibandingkan dengan perhitungan sebelumnya, ini adalah suatu peningkatan peluang yang menakjubkan.

Begitulah kemudian Wisnu memberikan konklusinya, sehingga ia mengatakan kalau evolusi bisa jadi juga mengikuti teori peluang. Bagaimana menurut Anda? ;)

Gambar : dicedealer 

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 8 komentar untuk artikel ini.

  1. ibnusomowiyono

    Saya sangat salut pada sdr Wisnu, betapapun dia telah andil dalam berupaya menengahi delema teori evolusi, soal bermanfaat atau tidak tergantung dari pernilaian seseorang.
    Bagi mereka yang menilai bagaimana (How) sebagai preoritas pertama dan bukan siapa itu sdr Wisnu (Who), maka usaha itu perlu mendapat perhatian dan dikaji lebih seksama. Tetapi saat ini orang lebih melihat dulu Who,maka pendapat orang yang tak terkenal akan segera masuk kekeranjang sampah.
    Trima kasih saya sampaikan kepada ananda Yessi Pratiwi yang telah mengangkat topic ini.
    Kita tunggu saja siapa yang akan menanggapinya. Semoga masih ada orang yang mau “mendengar” suara
    yang tak tahu asalnya namun memiliki makna. Kita perlu menyisipkan tanda tanya Why diantara How dan Who. Dalam hal ini saya perlu bertanya: mengapa sdr Wisnu dan ananda Yessi Pratiwi mengangkat topic ini padahal sudah jelas saat ini teori evolusi sedang digempur habis-habisan.

    June 22nd, 2009 at 12:41 am

  2. ibnusomowiyono

    Saya tak sekedar mempermasalahkan teori evolusi biologi, tetapi saya malah menggagas teori minimalis yang menginformasi bahwa evolusi (dan revolusi) bukan hanya terbatas pada biosfera melainkan berlaku diseluruh universe yang dikuasai oleh dimensi waktu.
    Why? Itu merupakan realita: dimenasi waktu menjadikan sesuatu tak abadi atau selalu berubah, perubahan itu dapat berlangsung cepat dan disebut revolusi dan berlansung sangat lama dan disebut evolusi. Saya hanyalah debu, hingga sadar bahwa teori saya itu akan segera masuk kekeranjang sampah, namun berkat adanya sistem informatika
    suatu saat……. generasi sesudah saya akan berfikiran seperti saya( membaca atau tak membaca tulisan saya) sebab informatsi masa lalu terekam juga dimedia non fisik (itu keyakinan saya!).

    June 23rd, 2009 at 5:27 am

  3. genialbutuhsomay

    saiia ko’ malah salut sama mas ibnusomowiyono nya iia ketibang sama mas wisnunya :( hmm….. ada apa gerangan?!?!?!?

    June 25th, 2009 at 3:25 am

  4. ibnusomowiyono

    Kata Einstein Tuhan tak bermain dadu,kenyataan dalam kehidupan dikenal teori peluang, misalnya yang rajin/tekun belajar menghadapi ujian peluang untuk lulus lebih besar dari yang tak mau belajar.
    Menurut TM teori peluang hanya berlaku bagi fenomena Jagad Cilik,yang dapat dicari hubungan antara sebab dan akibat yang ditimbulkan, dan keadaan disekitarnya, sedangkan fenomena Jagad Gede tak mungkin diberlakukan teori peluang karena semua berlaku atas kehendaknya.
    Inilah pangkal perbedaan antara pandangan agama dan ilmu pengetahuan.Agama mensikapi setiap fenomena sebagai fenomena Jagad Gede, sebaliknya saint sebelum menemui jalan buntu berusaha mencari hubungan antara akibat dan sebab yang menimbulkannya. Ambil contoh : bencana alam, nasib, perbedaan antara manusia saat ini yang cerdas dan sangat berbeda dengan seekor kera dan manusia primitip yang sulit dibedakan dengan seekor kera. Lepas dari teori Darwin, semua itu dapat dicari sebabnya oleh ilmu pengetahuan. Disini berlaku teori probabilitas, belum tentu seratus persen benar namun semakin cermat kita cari sebab dari akibat, semakin mendekati kebenarannya.

    June 26th, 2009 at 1:07 pm

  5. jambul

    saya akan ikut menyamakan dengan kartu. pertanyaan saya, siapa yang membuat kartu?
    lalu siapa yg mengocok kartu?
    apakah sebuah kartu dapat mengocok sendiri?

    July 4th, 2009 at 10:50 pm

  6. p4ladin

    website yang bagus, artikel nya juga bagus….
    percobaan yang bgs…
    ada yang ingin saya tanyakan, apakah anda sendiri setuju dengan teori evolusi??..

    July 11th, 2009 at 3:21 pm

  7. ibnusomowiyono

    Jika anda ingin mengetahui mendetail sikap saya terhadap teori evolusi silakan cari lewat mesin pencari google: cari teori minimalis,atau ibnusomowiyono,atau http://www.ibnusomowiyono.multiply.com.
    Anda akan menemui identitas/ profil saya dan sikap hidup saya.

    July 16th, 2009 at 7:37 am

  8. yoxx

    hebat mas wisnu… dan anda.

    July 21st, 2009 at 6:00 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Koen — Terima kasih, Echi dan Dhani :). Salah satu misi Pernik Ilmu memang membuka mata masyarakat, dengan bahasa awam, tentang fakta-fakta ...
  • » Mengapa Langit Malam Gelap? ~ Blog Archive ~ Pernik Ilmu (Asia Blogging Network) — [...] pertama di Pernik Ilmu ini berjudul Mengapa Langit Biru :). Tapi kita tahu langit hanya biru di hari yang ...
  • dedy — sebutkan macam2 sel volta!!!kasih gambar dan bagaimana carajanya!!!
  • Taufik Hidayat — Mengapa pd wkt bln purnama kalau kita mancing dilaut, gak ada ikannya yg mau makan umpan yg ada di kail ...
  • sardes — hi.......Q sardes saat ni sedang kul di salah satu PTN yang tentunya FMIPA n jur MM...q mw nanya nih kira2 ...
  • Mukmin — slam kenal mbak Yessi,
  • nurul azizah — salut wat astronot....
  • elang — nyerah dech, apa jawabannya???????
  • In-daH — oo....kERen banget....
  • Erastosthenes — Jadi, 1 drajat itu sbnarnya brp km? 1 drajat itu brp menit?