You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Jika Bumi Berputar, Mengapa Atmosfer Tidak Hilang ke Ruang Angkasa?
Jika Bumi terus berputar, mengapa atmosfer nggak hilang ke ruang angkasa? Apa Atmosfer tersebut tetap aja di tempatnya, dan tidak terpengaruh oleh perputaran Bumi?
Agar dapat meninggalkan planet, udara harus bergerak dengan kecepatan yang sama dengan escape velocity. Ini berarti bahwa atmosfer harus bergerak seperti angin sangat kencang. Pada dasarnya, pergerakan Bumi tetap mempengaruhi angin., namun pengaruhnya tidak cukup besar untuk menembus escape velocity. Namun demikian, ada juga beberapa molekul udara yang mencapai escape velocity. Inilah sebabnya, mengapa atom paling ringan seperti Hidrogen dan Helium dapat mengorbit di bagian atas atmosfer.
Artikel disarikan dari : Kalau Einstein lagi Cukuran Ngobrolin Apa Ya?–Robert L. Wolke, Sumber Gambar : thewallpapers
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 6 komentar untuk artikel ini.
ibnusomowiyono
Jadi gravitasi itu memang ada. Bagi saya hukum Newton lebih gampang dimengerti dari hukum relativitas Einstein.
June 15th, 2009 at 7:46 pm
ibnusomowiyono
Dapatkah anda menjelaskan fenomena tsb dengan teori relativitas Einstein? Jika ada yang meminta saya sanggup menjelaskan dengan hukum gravitasi Newton.
June 22nd, 2009 at 12:15 am
p4ladin
gimana bisa cara bisa tau kalau ,…Agar dapat meninggalkan planet, udara harus bergerak dengan kecepatan yang sama dengan escape velocity..?
hehehhehe….
July 11th, 2009 at 9:37 pm
ibnusomowiyono
Ini penjelasan menurut Hukum Newton.
Rumus umum agar massa dapat meninggalkan bumi: F=ma>mg
F= gaya yang dibutuhkan agar massa dapat meninggalkan bumi.
m= massa benda/partikel, dalam hal ini udara.
a = percepatan hingga dapat diperoleh kecepatan untuk meninggalkan bumi (escape velocuity)
g = gravitasi bumi.
v = escape velocuty.
Dalam hal hubungan antara permukaan bumi dan partikel udara dapat dijelaskan sebagai berikut.
Misalkan K adalah gaya gesek antara bumi dan partikel udara, didapat akibat adanya gesekan antara udara dan bumi.
Udara berlapis-lapis, gesekan terbesar ada dipermukaan bumi karena gravitasi (g) terbesar ada dipermukaan bumi demikian juga massa partikel paling besar juga ada dilapisan paling bawah. Gaya gesek inilah yang menyebabkan udara ikut bergerak mengikuti putaran bumi hingga tak dapat melarikan diri dari bumi.
Semakin jauh dari bumi g semakin kecil,massa partikelnya juga semakin kecil, berarti gesekan/gaya cengkeram bumi juga semakin kecil padahal kecepatan relative partikel terhadap bumi justru semakin besar hingga pada lapisan yang sangat jauh dari bumi partikel udara dapat “terlepas” dari cengkeraman bumi.
Penjelasannya mengenai kecepatan relative:
Anggap partikel dikunci pada sebuah titik koordinat A(x1.y1,z1) sedangkan bumi dengan pusat B(x2,y2,z2) berputar pada oporosnya. Semakin besar AB semakin besar kecepatan relative A terhadap permukaan bumi. Sarat batas AB> radius bumi)
Semoga anda dapat memahami penjelasan saya berdasar hukum Newton, bukan berdasar teori relativitas Eintein.
July 23rd, 2009 at 1:56 am
ibnusomowiyono
Saya ganti bertanya:
a.atom apa yang memiliki massa paling kecil?
b.Apakah atom itu dapat melarikan diri dari bumi?
c.Kalau atom yang sangat ringan itu dapat “lari” dari bumi, mengapa atom itu tetap ada dibumi.?
d.Mungkin saja penjelasan saya itu yang salah, lalu bagaimana yang benar?
Pesan saya: Aja gumunan lan gampang percaya, ning ya aja gampang maido lan nggeguyu kahanan sing ora lucu!
July 29th, 2009 at 6:02 am
ibnusomowiyono
Ada kaitannya dengan pertanyaan diatas itu:
a.Andaikata tak ada air dibumi ini bagaimana nasib kita? (catatan: asumsikan matahari tetap melimpahkan cahayanya kebumi sebagai sumber energi bagi bumi)
b.Andaikata manusia menggunakan reaktor nuklir fusi yang jauh lebih aman dari reaktor nuklir fisi tetapi memerlukan bahan bakar hidrogin yang mengubahnya menjadi helium apakah bumi akan kehabisan hidorgin yang berarti tak ada air (H20) dan bahan makanan/karbohydrad?
c. Mungkinkah manusia membuat hidrogin dengan tehnologi yang sangat canggih?
Jawabannya ada pada Fiksi Blackhole.
July 30th, 2009 at 2:21 am