You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Film Kartun
Hai, kamu punya film favorit nggak? Saya punya, banyak. Ada Pursuit of Happiness, Beautiful Mind, sama Cinderalla Man. Kalau film kartun, saya paling suka Finding Nemo, Ice Age, sama serial Tom and Jerry. Ups, film kartun? Apa itu ya, film kartun? Gimana sih buat fim kartun?
Nah, sebelum membahas apa itu film kartun, kita lihat dulu, apa itu film. Sebuah film merupakan rangkaian gambar. Setiap gambar berupa foto, sama halnya dengan foto yang kita ambil dengan kamera biasa. Tetapi gambar dalam film disusun dalam serial flash yang sangat cepat berupa lembaran gambar yang membentuk cerita dan saling tumpang tindih. Sehingga kita bisa melihat kuda berjalan, orang berbicara, dan mobil bergerak. Inilah alasan, mengapa film kadang-kadang disebut gerakan gambar. Film ini juga disebut film karena mereka adalah hasil foto, atau difilmkan.
Bagaimana film kartun dibuat?
Kartun disebut film animasi. Seniman menarik layar. Mereka mengambil latar belakang dan karakter. Setiap karakter yang digambar sedikit berbeda dengan gambar yang lain. Misalnya, kaki berada di tempat yang berbeda-beda jika karakter sedang berjalan. Sebuah kamera khusus akan mengambil gambar setiap adegan selama karakter tersebut berjalan. Sehingga, apabila gambar diputar ulang, tampak seperti karakter yang sedang berjalan. Proses membuat gambar seolah-olah bergerak inilah yang disebut animasi.
Dalam beberapa film, ada dua karakter animasi dan aktor manusia, seperti di Space Jam (1996), yang dibintangi oleh Bugs Bunny dan bintang bola basket Michael Jordan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
ibnusomowiyono
Film konvensional (bukan video atau dvd) dapat diputar dari belakang kedepan, hasilnya akan aneh, mobil,kuda orang semua bergerak kebelakang, buah yang jatuh seakan naik dari tanah keatas lalu bergantung pada tangkainya, kaca yang berantaan kembali utuh dll.
Jika kita kurangi beberapa gambar dan kita sisakan dengan jarak gambar tertentu, misalnya no 1,10,20,30….. dst kita akan dapat memperoleh sekuntum bunga yang sedang mekar, jika dibalik…… akan kembali menutup. Ini juga dapat dilakukan pada saat mengambilan gambar, shooting dua gambar berurutan diberi jarak satu menit.
Jika ingin membuat film sulap, kita ambil kotak kosong,dan mulai pengambilan gambar, seorang anak saya minta masuk kedalam kotak itu,pengambilan gambar dihentikan sejenak, anak itu keluar dan didalamnya dimasukkan seekor kucing. Pengambilan gambar diteruskan, pintu kotak dibukan, keluarlah seekor kucing.
Ketika masih muda saya senang bermain film yang begituan,saat itu hobi film termasuk mahal sebab bahannya dari celluloid dan harus diproses di lab. Untung hobi itu dapat mendatangkan uang bagi saya karena digemari oleh tua muda.
Saat ini hobi itu dapat dilakukan dengan mudah oleh siapapun termasuk pembuatan “film” animasi dan kartun, lagi pula tersedia pendidikan khusus untuk keahlian itu.
Semoga tulisan diatas memberikan dorongan bagi anak-anak untuk mencobanya, sebab banyak dari mereka memiliki camera digital. Tumbuhkan kreativitas sejak dini.
June 21st, 2009 at 7:46 pm