You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Tidak Mati Walau Kena Bom Nuklir
Hal yang pertama kali ada di pikiran kamu begitu melihat kecoa mungkin adalah rasa jijik. Hahaha, hewan yang satu ini memang tampak kotor yah, apalagi kalau melihat tempatnya bermain.
Tapi siapa sangka, Australian Broadcasting Corporation melaporkan bahwa kecoabisa jadi tahan terhadap bom buklir. Koq bisa ya?
Seperti kita ketahui, kecoa memiliki daya serap terhadap radiasi yang sangat besar, kira-kira 6 hingga 15 kali manusia. Kecoa bisa tahan paparan radiasi antara 67,500 dan 105,000 rems. Untuk berbagai alasan, kecoa Jerman adalah yang paling tahan.
Wew, biarpun menjijikkan, keren juga yah kecoa :p
Sumber Gambar : tintedglasses
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Ada 10 komentar untuk artikel ini.
ibnusomowiyono
Setahu saya bom nuklir tak hanya memancarkan radiasi sinar berbahaya, melainkan juga membangkitkan energi panas dan tekanan. Saya kurang yakin kecoa dapat tahan terhadap suhu yang sangat tinggi dan tekanan udara yang sangat besar.
May 16th, 2009 at 5:11 pm
ibnusomowiyono
Menurut TM live biobody (termasuk kecoa) terdiri dari biobody dan spirit. Biobody merupakan interaksi antara quanta (clear body) dan t.fact (trans body), sedangkan spirit merupakan interaksi antara trans body dan soul.
Clear body (atom,molekul dan benda) sepenuhnya memenuhi hukum fisika sehingga tak mungkin tahan terhadap “gempuran external clear energy yang diantaranya berupa energi panas (suhu yang teramat tinggi), tekanan dll.”
Cell yang merupakan interaksi antara clear body dan clear energi lebih rentan terhadap pengaruh suhu yang dapat menyebabkan terpisahnya kedua komponen penyusunnya.
Jika ada yang bertanya: Siapa dan apa yang tetap dapat hidup jika berada dalam “kekuatan” angkara murka bom nuclear. Saint tak akan dapat menjawabnya. karena saint hanya mempelajari mekanika quantum dan hukum relativitas. TM menginformasikan : Yang sanggup bertahan terrhadap bom nuklir adalah holly body dan talent body, karena mereka immortal (tak ada mati dan hidup bagi mereka). Dalam religi mereka dikenal sebagai gods (dewa) atau malaekat dan sejenisnya , dalam TM disebut sebagai body maha suci dan body maha cerdas yang “mengajarkan” kepada manusia mengenai kebahagian abadi dan kenikmatan sementara namun berkesinambungan.
TM menginformasikan Tuhan YME memberikan pilihan kepada ciptan Nya untuk memanfaatkan kesempatan hidup untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk diwariskan kepada generasi berikutnya atau mennyiakan kesempatan itu.
Yang immortal itu tak pernah mati sehingga mereka tak mengenal generasi berikutnya, itulah sebabnya mereka memanfaatkan kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk mengajarkan tentang hidup abadi dan hidup sementara yang berkesinambungan.
May 17th, 2009 at 9:13 am
dita
ii.. wow ..keren…
May 30th, 2009 at 11:32 am
Huda
antara Ilmu & Iman harus saling mendampingi, jangan2 sang kecoa murid saya yang ke 13, atau juga sang kecoa berlindung di balik rimbunnya kelengkeng itoh,…He…he…he…
June 1st, 2009 at 5:38 pm
jaslienebo
sy kurang yakin kecoa bs tahan bom nuklir.. pliz de,,,kecoa gt???^_^
June 8th, 2009 at 1:01 pm
irdix
kecoa purba dengan kecoa jaman sekarang bentuknya tetep dan ga berubah.
mereka binatang purba lho..
June 20th, 2009 at 8:55 pm
ibnusomowiyono
Untuk srd irdix. Lho kok tahu bio body kecoa tak berubah, emangnya kecoa punya leluhur seperti manusia (Nabi Adam) atau kecoa hidup dialam abadi yang tak mengenal dimensi waktu?
June 25th, 2009 at 8:53 pm
Euy
Kalo memang tahan radiasi nuklir, kenapa enggak tahan keinjak sendal jepit ?
June 26th, 2009 at 2:36 pm
once
kecoak tahan nuklir?????
bener banget… ku dah buktiin… tak nuklir dia bolak-balik eh gak mati2 dia… waktu itu ku ma temen2 makan ubi bakar kebanyakan soalnya jadi ngenuklirin kecoak dah… hebatnya dia gak mati brow….
June 30th, 2009 at 9:15 pm
herman
memang benar kecoak tidak mati klo terkenan bom nuklir. jelas aja wong kecoaknya banyak lari duluan ke indonesia. lihat ja tu edi tamsil, bob hasan
July 8th, 2009 at 11:50 pm