You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Hewan Paling Buas
Pernah nggak kepikiran di benak kamu, hewan apa yang paling buas ya, diantara semua hewan yang ada di muka Bumi ini? Kebayang jawabannya?
Mungkin diantara kamu ada yang menjawab ular, atau harimau, atau singa misalnya. Tapi ternyata jawaban kamu salah lho. Mau tau jawaban aslinya?
Yups, hewan yang paling buas adalah nyamuk, menurut The Smithsonian National Zoological Park. Kira-kira, apa ya yang dijadikan parameter?
Ternyata, ukuran yang dipakai adalah jumlah nyawa yang terbunuh oleh hewan tersebut. Dan kemudian diketahui bahwa nyamuk Anopheles betina–yang membawa penyakit malaria–membunuh lebih dari sejuta orang tiap tahun. Angka yang fantastis bukan?
Sumber Gambar : acton
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
ibnusomowiyono
Nasib nyamuk memang kurang baik. Sebenarnya nyamuk tak berniat membunuh manusia melainkan “sekedar” meminta darah manusia untuk menunjang hidupnya. Yang membunuh manusia adalah bibit penyakit (plasmodium) dan virus (demam berdarah). Kematian manusia juga merugikan nyamuk, sebab “mengurangi sumber makanan mereka.
Jika manusia memanfaatkan nyamuk sebagai bahan penyelidikan,ada yang dapat dipelajari dari makluk yang bernasib buruk ini, yaitu mengapa nyamuk tetap hidup walau didalamnya terdapat live biobody yang sangat berbahaya bagi manusia.
Jika manusia sanggup membunuh bibit penyakit yang ada dalam tubuh nyamuk tanpa membunuh nyamuk, maka nasib nyamuk akan menjadi lebih baik.
May 17th, 2009 at 3:18 pm
Alex
Mosquit, lembut tapi menyiksa. tidak ada ciptaan NYA yang merugikan manusia kecuali manusia itu sendiri memintanya. nyamuk ternyata bisa mengurangi kolesterol dalam tubuh manusia dengan cara menghisap melalui jaringan peredaran darah manusia.
Salam Sains
June 3rd, 2009 at 11:37 am