You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Balon Terbang
Beberapa waktu lalu, pas acara Dies Emas ITB kampus saya, ada bapak Wapres. Ramai lho! Tapi yang lebih menarik perhatian saya bukanlah Bapak Wapres Jusuf Kalla, tapi balon-balon yang digunting dan kemudian terbang mengudara.
Saya malah kepikiran, sampai mana ya balon-balon tersebut akan terbang?
Seperti yang kita tau, saat kita meniup balon, sebenernya kita mengisi ruang di dalam balon dengan gas. Balon yang sudah terisi gas (bulat dan kencang), akan melesat ke angkasa begitu dilepaskan. Melesat hingga kemana? Adakah batas ketinggian maksimumnya?
Semakin tinggi balon itu naik, udara di sekeliling balon semakin renggang, akibatnya tekanan di dalam balon akan semakin “mendesak” keluar sehingga balon akan semakin besar lagi, hingga batas tertentu balon akan “dhuarr!!” meletus, dan tidak bisa melanjutkan perjalanannya bertambah tinggi lagi.
So, kalau ditanya setinggi apa, hmm.. jawabannya adalah di suatu ketinggian, tepat sebelum balon meletus. Kira-kira di lapisan mana ya, udara paling renggang? Yuk, belajar lagi lapisan udara
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
ibnusomowiyono
Setiap benda (clear body) memiliki massa. Dua benda yang memiliki massa akan saling tarik menarik (gaya gravitasi), Setiap benda yang memiliki massa membutuhkan ruangan (lain halnya yang tak memiliki massa menurut TM tak memerlukan ruangan).
Hukum Archimedes menyatakan setiap benda dalam ruangan mendapat gaya angkat sebesar gaya berat fluida(termasuk gas) yang dipindahkan oleh benda itu. Secara umum dinyatakan sebagai gaya angkat aero statita, Bandingkan yang nmenyebabkan terangkatnya layang-layang dan pesawat terbang adalah hembusan angin atau gaya angkat aero dinamika.
Balon dapat bertahan jika “kulitnya” dapat menahan perbedaan gaya tekan udara luar dan gas didalam balon, jadi selama kulit balon sanggup menahan perbedaan tekanan itu, maka balon tak akan pecah.
Ada hal lain yang membatasi tinggi balon, yaitu balon tak akan naik lagi jika tekanan aero statika seimbang dengan gaya berat balon ( kulit balon dan gas dalam balon), Balon akan turun jika ada kebocoran atau rembesan kulit yang menyebabkan gas keluar, volume balon akan mengecil, gaya angkat aerostatika mengecil hingga tak sanggup “menerbangkan” balon.
Paling tidak ada dua jenis balon : Balon tertutup yang diisi gengan gas yang lebih ringan dari udara dan balon terbuka yang terisi oleh udara yang dipanasi dengan tungku pemanas.
Semoga penjelasan ini dapat “menjawab” kapan dan sampai ketinggian berapa sebuah balon dapat melayang diudara.
May 17th, 2009 at 7:55 am
fadli
itu semua salah…..
May 26th, 2009 at 5:22 pm