You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Balon Terbang

Balon Terbang

Yessi Pratiwi — April 6, 2009 / 11:48 pm

Beberapa waktu lalu, pas acara Dies Emas ITB kampus saya, ada bapak Wapres. Ramai lho! Tapi yang lebih menarik perhatian saya bukanlah Bapak Wapres Jusuf Kalla, tapi balon-balon yang digunting dan kemudian terbang mengudara.

Saya malah kepikiran, sampai mana ya balon-balon tersebut akan terbang?

Seperti yang kita tau, saat kita meniup balon, sebenernya kita mengisi ruang di dalam balon dengan gas. Balon yang sudah terisi gas (bulat dan kencang), akan melesat ke angkasa begitu dilepaskan. Melesat hingga kemana? Adakah batas ketinggian maksimumnya?

Semakin tinggi balon itu naik, udara di sekeliling balon semakin renggang, akibatnya tekanan di dalam balon akan semakin “mendesak” keluar sehingga balon akan semakin besar lagi, hingga batas tertentu balon akan “dhuarr!!” meletus, dan tidak bisa melanjutkan perjalanannya bertambah tinggi lagi.

So, kalau ditanya setinggi apa, hmm.. jawabannya adalah di suatu ketinggian, tepat sebelum balon meletus. Kira-kira di lapisan mana ya, udara paling renggang? Yuk, belajar lagi lapisan udara :)

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.

  1. ibnusomowiyono

    Setiap benda (clear body) memiliki massa. Dua benda yang memiliki massa akan saling tarik menarik (gaya gravitasi), Setiap benda yang memiliki massa membutuhkan ruangan (lain halnya yang tak memiliki massa menurut TM tak memerlukan ruangan).
    Hukum Archimedes menyatakan setiap benda dalam ruangan mendapat gaya angkat sebesar gaya berat fluida(termasuk gas) yang dipindahkan oleh benda itu. Secara umum dinyatakan sebagai gaya angkat aero statita, Bandingkan yang nmenyebabkan terangkatnya layang-layang dan pesawat terbang adalah hembusan angin atau gaya angkat aero dinamika.
    Balon dapat bertahan jika “kulitnya” dapat menahan perbedaan gaya tekan udara luar dan gas didalam balon, jadi selama kulit balon sanggup menahan perbedaan tekanan itu, maka balon tak akan pecah.
    Ada hal lain yang membatasi tinggi balon, yaitu balon tak akan naik lagi jika tekanan aero statika seimbang dengan gaya berat balon ( kulit balon dan gas dalam balon), Balon akan turun jika ada kebocoran atau rembesan kulit yang menyebabkan gas keluar, volume balon akan mengecil, gaya angkat aerostatika mengecil hingga tak sanggup “menerbangkan” balon.
    Paling tidak ada dua jenis balon : Balon tertutup yang diisi gengan gas yang lebih ringan dari udara dan balon terbuka yang terisi oleh udara yang dipanasi dengan tungku pemanas.
    Semoga penjelasan ini dapat “menjawab” kapan dan sampai ketinggian berapa sebuah balon dapat melayang diudara.

    May 17th, 2009 at 7:55 am

  2. fadli

    itu semua salah…..

    May 26th, 2009 at 5:22 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Koen — Terima kasih, Echi dan Dhani :). Salah satu misi Pernik Ilmu memang membuka mata masyarakat, dengan bahasa awam, tentang fakta-fakta ...
  • » Mengapa Langit Malam Gelap? ~ Blog Archive ~ Pernik Ilmu (Asia Blogging Network) — [...] pertama di Pernik Ilmu ini berjudul Mengapa Langit Biru :). Tapi kita tahu langit hanya biru di hari yang ...
  • dedy — sebutkan macam2 sel volta!!!kasih gambar dan bagaimana carajanya!!!
  • Taufik Hidayat — Mengapa pd wkt bln purnama kalau kita mancing dilaut, gak ada ikannya yg mau makan umpan yg ada di kail ...
  • sardes — hi.......Q sardes saat ni sedang kul di salah satu PTN yang tentunya FMIPA n jur MM...q mw nanya nih kira2 ...
  • Mukmin — slam kenal mbak Yessi,
  • nurul azizah — salut wat astronot....
  • elang — nyerah dech, apa jawabannya???????
  • In-daH — oo....kERen banget....
  • Erastosthenes — Jadi, 1 drajat itu sbnarnya brp km? 1 drajat itu brp menit?