You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Demam Berdarah
Saya jadi terinspirasi buat nulis tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) setelah barusan dokter bilang saya kena DBD dan harus segera dirawat. Kemaren saya cerita kan, kalau saya sudah beberapa hari demam? Nah, ini kelanjutannya. Hiks. Bukan akhir yang saya inginkan :p
Apa sih demam berdarah itu? Demam, tapi koq berdarah? Apanya yang berdarah? Hihihi, ada2 aja yah istilahnya :p
Demam Berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh suatu virus yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan. Ya, mungkin ini asal-usul kata “berdarah” pada istilah demam berdarah. Karena memang berhubungan dengan darah ya?
Trus trus, umumnya menyerang DB ini menyerang orang yang kekebalan tubuhnya sedang menurun. Sebenarnya saat kita terkena infeksi dengue, tubuh akan memproduksi kekebalan terhadap tipe virus dengue tersebut, kekebalan ini akan berlangsung seumur hidup. Sayangnya, demam dengue disebabkan oleh banyak strain atau tipe virus sehingga walaupun kita kebal terhadap salah satu tipe namun kita masih dapat menderita demam dengue dari tipe virus yang lain.
Nah, vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti. Virus demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang menggigit penderita demam berdarah. Nyamuk Aedes aegypti bercirikan memiliki garis belang hitam-putih pada tubuhnya dan menggigit pada siang hari. Satu nyamuk dapat menjangkiti beberapa orang dalam waktu singkat. Dan yang paling serem ternyata kita dapat terjangkit demam berdarah lebih dari 1 kali.
Ya ampuuunn, seramnya !!
Gambar : blogdokter
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Ada 5 komentar untuk artikel ini.
Grita
Adik saya saat ini terkena demam berdarah dimana sekarang sudah masuk hari ke 6. Semalam 700, dan tadi siang naik 900, tapi malam ini turun 800. Yang saya tau apabila trombosit sudah naik maka akan naik dan naik lagi, kenapa adik saya setelah naik 200 trombositnya tadi pagi, kenapa sore tadi turun 100 …. ? Adik saya kena dbd sudah yang ke 4xnya. Yang ingin saya tanyakan apa ada efeknya ke anggota tubuh yang lainnya apabila terkena dbd lebih dari 3x ??? Mohon keterangannya.
Terima kasih.
March 26th, 2009 at 7:32 pm
Yunita
Hai, mbak Yessi..
Aku jg Februari 2009 kmrn ‘terpaksa’ harus rela tergeletak di rumah sakit gara2 nyamuk kecil menyebalkan ini. Alhasil seminggu kudu bedrest di sana, sebelumnya 3 hr terkapar di rumah. Trombositku paling rendah 52.000. tp setelah itu naik2 terus. Sehari keluar dr RS trombosit udh 200 lebih. Kata dokter org yg baru kena DB tubuhnya akan imune terhadap DB 6 bulan, tp setelah itu bs kena DB lg. Berarti lama jg ya proses recovery-nya.. Bener gitu ya?
April 28th, 2009 at 3:39 pm
Hidayat
di tempat saya setiap ada kasus survailans selalu mengeluarkan rekomendasi agar melakukan fogging fokus, apa harus begitu………….??? apa dasar syaratnya untuk melakukan fogging fokus apa tidak lebih baik menggalakkan 3m atau abatesasi selektif. trims
June 3rd, 2009 at 9:38 am
Lena
hai mb..
Tiga hari yg lalu saya mengalami demam tinggi disertai menggigil, perut agak mual dan sakit kepala yg sangat2 sakit, itu terjadi selama 2 hari. Hari ketiga, saya langsung cek darah&cek urine dr situ diketahui kalau saya sakit infeksi saluran kencing. Tapi kenapa gejalanya mirip dg demam berdarah, malah sekarang (di hari ketiga) muncul bintik2 merah dan juga gatal2 di muka dan leher saya.
Yg ingin saya tanyakan, apakah gejala yg ingin saya tanyakan apakah bintik2 merah di badan saya merupakan salah satu gejala demam berdarah atau hanya efek dari alergi obat?
Terinma kasih.
July 24th, 2009 at 2:28 pm
ibnusomowiyono
Hidup ini penuh dengan risiko hingga seringkali bagaikan mimpi, sekian detik yang lalu kita sangat gembira karena kesehatan kita bagus, tiba-tiba terserang berbagai penyakit atau musibah.
Kita harus bersukur masih sanggup membedakan antara kenyataan dan mimpi. Kata Mario Teguh dalam The Golden Way, kita harus berani, berani menghadapi kenyataan. Katanya: Berani hidup itu lebih hebat dari berani mati.
September 7th, 2009 at 2:29 am