You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Kompres Panas atau Dingin?
Beberapa hari yang lalu saya demam. Nggak enak rasanya. Badan panas. Selimutan pun jadi nggak asik, karena selimutnya juga kerasa panas, hehehe.
Yup, salah satu ciri orang yang sedang demam ya suhu tubuh yang melebihi normal. Nggak heran jika seseorang bersentuhan dengan kita dan suhu tubuh kita sedang panas, orang tersebut pasti bertanya, “Kamu demam ya? Koq panas?”
Nah, biasanya kalau lagi demam, banyak orangtua yang cari-cari es batu buat meng-kompres anaknya yang demam. Itu lho, yang handuk basah kecil ditempelin di kening. Inget? OK, lanjuutt!
Pikir punya pikir, bu guru kan selalu bilang bahwa pada perpindahan suhu, akan terjadi aliran panas dari media bersuhu tinggi ke media bersuhu rendah. Makanya, kalau kita menyeruput teh manis panas dan melingkarkan telapak tangan pada gelasnya, tangan kita ikutan panas juga. Yang lebih panas siapa? Air teh di dalam gelas. Trus, tentus saja gelasnya jadi ikutan panas. Trus karena kita menyentuh gelas, tangan kita juga ikutan panas deh
Cukup yah contohnya. Apakah peristiwa meng-kompres orang yang lagi demam ini bisa kita samakan dengan contoh diatas, alias perpindahan panas? Eits, sabar dulu. Baca sampai selesai ya!
Salah satu bagian otak kita yaitu Hipotalamus berfungsi sebagai pengatur suhu. Artinya apa? Jika suhu tubuh meningkat, Hipotalamus ini berusaha menurunkannya begitu juga sebaliknya. Yah, namanya juga pengatur suhu. Bisa dipastikan prinsip kerjanya memang demikian
Nah, bila tubuh yang sedang demam dikompres dengan air dingin atau es, maka tubuh menjadi lebih demam saat kompres dihentikan. Kenapa?
Karena saat penderita demam dikompres dengan air dingin atau es, Hipotalamus menerima sinyal bahwa suhu di sekitarnya sedang dingin dan tubuh harus segera dihangatkan.
Nah, supaya suhu badan menurun, apa yang kita lakukan? Tentu saja minta dikompres dengan air hangat. Alasannya sudah jelas ya
Ngomong-ngomong soal demam, karena nggak enak, jangan demam yah! Jaga kesehatan masing-masing sesuai Undang-undang Dasar’45. Hehehehe.
Dan jangan lupa, kalau si Mama sayang masih memberikan kompres pakai air dingin atau air es, jangan mau ya. Minta dikompres pakai air hangat, gitu. OK oK?
Sumber Gambar :Apotik-Tempo
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
DESMIRA
ALERGI ATAU ADA KELAIANAN ??
Saya seorang ibu usia 32 thn dengan dua anak, anak pertama perempuan usia 3 tahun, anak kedua laki-laki usia satu tahun. Semenjak saya remaja saya seringkali mengalami hidung tersumbat, kadang pada cuaca panas kadang juga pada cuaca dingin…apalagi kalau berada dilingkungan yang berdebu saya bisa bersin berkali-kali terus hidung saya tersumbat,dan ingusan. karena takut ada kelainan ( waktu itu saya curiga POLIP) lalu saya konsultasi sama dokter THT, hasilnya saya dibilang cuma alergi udara..tapi begitu obat habis,..sihidung masih tetap saja sering tersumbat hingga sekarang…yang saya takutkan lagi pada kesehatan anak pertama saya…juga ingusan terus..padahal tiap hari sudah mandi dengan air panas, nggak pernah saya bolehkan dia makan/minum yang dingin-dingin dari kulkas…tapi kok…masih ingusan ya…oh ya..ingusannya kental bu…bararti ada infeksi ya ??terus anak laki-laki saya sejak umur empat bulan hingga sekarang masih juga ileran/air liurnya keluar meskipun nggak banyak tapi nggak bagus juga diliat,untuk informasi, sekarang giginya sudah 5, 2 dibagian atas, 3 dibagian bawah..apakah ini juga kelainan ibu ??demikian keluhan saya bu…atas bantuan dan penjelasan ibu sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
July 24th, 2009 at 8:47 am