You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Nyetir di Kiri, Bukan di Kanan
Tadi siang saya jalan-jalan di Bandung. Maklum, hari libur. Kudu banyak jalan-jalan biar nggak kekurangan inspirasi dan mengetahui perkembangan dunia luar
Nah, lagi asik-asiknya jalan kaki, malah sebuah mobil dari arah belakang saya melintas dengan kecepatan tinggi. Padahal di depannya ada truk besar. Wah, bahaya sekali, apalagi posisi sopir dua mobil yang berasal dari arah yang berlawanan ini berdekatan, yakni sama-sama di sebelah kanan kemudi.
Jadi ingat, kok orang Indonesia nyetir di sebelah kanan kemudi, sementara orang bule (kalau dalam filem-filem) di sebelah kiri?
Sebenarnya, sisi yang dipakai oleh orang-orang dalam menyetir ini berhubungan dengan tradisi dan kepercayaan masa lalu. Sistem standar buat nyetir memang di sisi kanan. Saat itu, kehidupan sangat keras. Kebanyakan mereka adalah orang yang bukan kidal (alias menggunakan tangan kanan), orang yang make pedang lebih suka menggunakan sisi kiri jalan supaya tangan kanan mereka lebih dekat ke pihak musuh.
Selain itu, ada keyakinan bahwa dulu sekali, Napoleon sempat memerintahkan orang Perancis untuk selalu nyetir di sisi kanan jalan.
Eh eh, kalau ada yang mau lihat sumber original acuannya, ada disini lho
Sumber Gambar : Dr. Pam
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
vanlieqos
mending sih klu nyetirnya mau kanan, atau di kiri kyaknya sama aja….
asal jangan ditengah…nt jadi bajaj donk..???
???!!!????!!!
December 16th, 2008 at 7:40 pm