You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Keunikan Noda Kopi
Buat saya, kopi itu inspirasi. Walau katanya kafein akan mempengaruhi sistem kerja jantung dan (mungkin) pencernaan, toh saya minum kopi dengan suatu niat baik. Jadi, Insya Allah minum kopi membuat saya tetap kreatif, asik, dan bisa berbagi cerita disini. Hehehe
Kopi itu..dari apa sih? Tentu saja dari buah kopi yah. Bukan itu, maksud saya. Anu, tadi pagi saya habis minum kapucino. Karena masih panas tapi sayanya udah nafsu sekali sama kopinya, akhirnya saya nggak menyeruput kopi dari cangkirnya, tapi saya minum dengan sendok sesudah ditiup terlebih dahulu. Setetes dua tetes kopinya tumpah dari sendok dan jatuh ke lantai. Setelah pekerjaan saya selesai, baru deh saya berencana untuk membersihkan tumpahan kopi tadi. Eh, tau nggak? Ternyata bentuk tumpahan kopinya unik. Duh, coba saya punya kamera, udah saya foto tuh. Kira-kira begini skenarionya :
Yang menarik adalah, kenapa bercak bekas kopi tersebut terlihat menepi? Nodanya membentuk cincin berwarna coklat, sedangkan sebelah dalam nyaris bening tanpa warna apa pun. Pernah lihat? Pernah mengamatinya?
Sebenarnya sudah lama sekali hal ini menarik perhatian penikmat kopi. Hanya saja, baru pada tahun 1997 enam ilmuwan di University of Chicago melakukan penelitian lebih lanjut. Hasil penelitian mereka dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional “Nature”, dengan kesimpulan kira-kira seperti ini :
Saat tumpahan kopi menemukan permukaan rata dan datar, ia cenderung menyebar kemana-mana. Pada arah mana pun, cairan akan berhenti menyebar ketika menyentuh suatu batas, suatu ketidakteraturan di permukaan yang tidak sanggup diseberanginya, misalnya parit mikroskopis. Tergantung hambatan yang dialami, tumpahan akan mengambil bentuk tertentu : lebih panjang ke suatu arah, dan lebih pendek kea rah lain, layaknya sebuah amuba. Saat penguapan terjadi, tumpahan akan mengering paling cepat di bagian paling tipis, yakni bagian tepi. Akibatnya, tumpahan akan menyusut, mencoba menarik kembali ke tepinya, tetapi tidak berhasil karena sebagian terperangkap parit-parit. Sehingga, sewaktu air menguap dari bagian tepi, penggantinya harus didatangkan dari tempat lain, dan yang paling mungkin adalah dari bagian tengah tumpahan.
Aliran air kemudian mengangkut partikel-partikel mikroskopis yang telah memberi warna kepada kopi. Makanya, partikel-partikel coklat terkumpul di sepanjang tepi ketika tumpahan akhirnya kehabisan air.
Dengan penyempurnaan dari Kalo Einstein Lagi Cukuran Ngobrolin Apa Ya? – Robert L. Wolke
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
Mr.joedy
Mr.Joedy
PERINGATAN :
BERITA DAHSYAT !!!
Telah dibuka kesempatan bisnis (BUSINESS OPPORTUNITY) coffee shop. dengan konsep terbaru di Indonesia.
Dapatkan harga fee mulai dari 50jt - 1 M
Informasi hubungi :
PT COFFEE BREAK INDONESIA
085.234.998808
Kesempatan terbatas untuk waktu yang terbatas.
Silahkan hubungi kami untuk event INDONESIA BARISTA CHAMPIONSHIP AWARDS 2009
*Khusus Dewasa
December 19th, 2008 at 1:51 pm