You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Mengapa Air Pasang Lebih Tinggi Saat Gerhana Bulan?

Mengapa Air Pasang Lebih Tinggi Saat Gerhana Bulan?

Yessi Pratiwi — September 15, 2008 / 8:53 pm

Artikel kali ini saya tujukan untuk menjawab pertanyaan di artikel sebelumnya, tentang Bulan dan pengaruhnya terhadap pasang surut. Salah satu pertanyaan yang dilontarkan saat itu adalah apa mengapa air pasang selalu lebih tinggi saat terjadi gerhana Bulan.

Well, kita sudah bahas bahwa intinya pasang surut air laut muncul akibat daya tarik/ gravitasi Bulan.

pasang-surut-echi-galih.JPG

Lantas, apakah kalau Bulan sedang penuh (purnama) gaya tariknya lebih besar karena bentuknya lebih besar dan bulat sempurna?

Ah, itu mah gak ada hubungannya, jangan berpikiran demikian yah :)

Bulan selalu memiliki ukuran dan jarak yang sama ketika mengitari Bumi. Perbedaan fasa Bulan—sabit atau purnama—hanyalah efek perbedaan bagian yang disorot oleh Matahari. Bulan Purnama sendiri akan terjadi ketika Bumi terletak di tengah antara Bulan dan Matahari.

Saat terjadi Bulan purnama, gaya gravitasi Matahari dan Bulan bekerja pada garis arah yang sama, sehingga keduanya saling memperkuat untuk menghasilkan pasang ekstra tinggi; disebut dengan spring tide. OK, jelas yah? :-D

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. ibnusomowiyono

    Lho pada saat bulan purnama justru gaya tarik matahari dan bulan “saling berlawanan” , jadi bukan saling menguatkan! Lain halnya pada saat “gerhana matahari” (jadi bukan pada saat gerhana bulan kedua gaya tarik (bulan dan matahari) saling menguatkan. Pada saat gerhana bulan posisi bumi diantara bulan dan matahari jadi bumi ditarik berlawanan oleh bulan dan matahari. Jadi………… penjelasannya tak “sesederhana itu.”
    Yang perlu ditambahkan adalah: Bumi terdiri dari bagian padat (daratan) dan cair (air) yang masing-masing berbeda sifatnya.
    Siapa dapat menjelaskan fenomena yang sekilas sangat kontradiksi ini, namun dengan menambahkan bahwa bumi terdiri dari daratan dan air barulah fenomena pasang surut sebagai yang dibicarakan dalam topick ini akan menjadi tak kontradiksi.

    September 24th, 2009 at 9:03 pm

  2. ibnusomowiyono

    Gaya adalah sistem “vektor” yang memiliki “besar” dan “arah”, lain halnya sistem “skalar” yang hanya memeliki “besar”.
    Dalam “penjumlahan” skalar (bukan pengurangan) hasilnya selalu lebih besar, tetapi dalam sistem vektor ada kemungkinan lebih kecil. Dua gaya yang arahnya berlawanan resultantenya merupakan “selesih” “besar gaya”, bahkan dapat saling “meniadakan”.
    Berdasar itu saya perlu mengkritisi penjelasan anda yang menyatakan pada saat bulan purnama dan gerhana bulan dikatakan kedua gaya itu saling memperkuat. Pada kondisi ini kedua gaya itu berlawanan arah, jadi akan saling memperlemah.
    Penjelasan masalah terjadinya pasang pada saat bulan purnama dan gerhana bulan bukan karena Saat terjadi……………saling memperkuat…… Jika dijelaskan dengan “hanya” menggunakan sekedar pengaruh gaya tarik matahari dan bulan justru akan nampak sangat kontradiksi. Ada yang perlu ditambahkan yaitu sifat air dan sifat tanah itu berbeda, juga cahaya matahari itu tak sekedar menarik air melainkan juga “menguapkan” air, sedangkan cahaya bulan sedikit pengaruhnya terhadap penguapan air. Penguapan ini pengaruhnya tak dapat diabaikan! Sifat air yang “elastik” sangat berbeda dengan tanah yang “rigit”. Tanah tak mungkin mengalami pasang sebab sangat rigit sedangkan air mengalami pasang karena sifatnya yang elastik. Ini dapat dijelaskan dengan mudah” cobalah “menarik kelereng kedua arah” bentuknya tak akan berubah, tetapi jika kita tarik balon kedua arah maka balon itu akan memipih kearah gaya yang menariknya.
    Pada saat bulan purnama apakah dibagian bumi yang sedang mengalami siang hari juga terjadi pasang? Pada saat gerhana bulan apakah dibagian bumi yang segaris tetapi disisi lain juga mengalami pasang?
    Jika ternyata tidak, maka ini bukti bahwa “penguapan” memegang peranan untuk “mengurangi” terjadinya pasang.
    Maaf jika penjelasan saya ini “bertentangan” dengan penjelasan anda.

    September 25th, 2009 at 6:02 am

  3. Taufik Hidayat

    Mengapa pd wkt bln purnama kalau kita mancing dilaut, gak ada ikannya yg mau makan umpan yg ada di kail pancing, spt yg dilaut gk ada ikannya aja ? Mohon penjelasan, trims.

    October 12th, 2009 at 2:41 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Koen — Terima kasih, Echi dan Dhani :). Salah satu misi Pernik Ilmu memang membuka mata masyarakat, dengan bahasa awam, tentang fakta-fakta ...
  • » Mengapa Langit Malam Gelap? ~ Blog Archive ~ Pernik Ilmu (Asia Blogging Network) — [...] pertama di Pernik Ilmu ini berjudul Mengapa Langit Biru :). Tapi kita tahu langit hanya biru di hari yang ...
  • dedy — sebutkan macam2 sel volta!!!kasih gambar dan bagaimana carajanya!!!
  • Taufik Hidayat — Mengapa pd wkt bln purnama kalau kita mancing dilaut, gak ada ikannya yg mau makan umpan yg ada di kail ...
  • sardes — hi.......Q sardes saat ni sedang kul di salah satu PTN yang tentunya FMIPA n jur MM...q mw nanya nih kira2 ...
  • Mukmin — slam kenal mbak Yessi,
  • nurul azizah — salut wat astronot....
  • elang — nyerah dech, apa jawabannya???????
  • In-daH — oo....kERen banget....
  • Erastosthenes — Jadi, 1 drajat itu sbnarnya brp km? 1 drajat itu brp menit?