You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Penafsiran Teori Evolusi Darwin
Dalam bukunya “On The Origin of Species by Means of Natural Selection” Charles Darwin sempat mengguncangkan dunia ilmu pengetahuan. Banyak pihak ternyata salah dalam menafsirkan penemuannya.
Darwin—dalam teori evolusinya—menyatakan bahwa semua mahluk hidup yang ada di Bumi berasal dari nenek moyang yang sama dan mengalami modifikasi. Dengan kata lain, ia menyebutkan bahwa spesies bukanlah sesuatu yang kekal, melainkan berevolusi dari berbagai spesies yang telah ada.
Sebenarnya, Teori Evolusi dicetuskan Darwin berdasarkan observasinya dalam beberapa ekspedisi, salah satunya adalah perjalanan menggunakan kapal H.M.S Beagle.
Sebelum Darwin, Teori Evolusi sejenis sebenarnya pernah mengemuka, seperti Teori Evolusi Organik, Teori Cuvier, Teori Charles Lyell, Teori Buffon, Teori Lamarck, dan Teori Weismann.
Hal pokok yang dikemukakan dalam Teori Evolusi Darwin adalah sebagai berikut :
Variasi pada tumbuhan dan hewan merupakan suatu variasi karakteristik yang muncul pada penampakan fenotoipe organism tersebut.
Rasio pertambahan terjadi secara geometrik, yakni jumlah setiap spesies relatif tetap. Hal ini terjadi karena banyak individu yang tersingkir oleh predator, perubahan iklim, dan proses persaingan.
Struggle for existence ( perjuangan untuk bertahan) merupakan suatu usaha organisme untuk bertahan hidup. Individu dengan variasi yang tidak sesuai dengan kondisi-kondisi yang umum di alam, akan tersingkir. Adapun individu-individu yang memiliki variasi menguntungkan dapat melanjutkan kehidupannya dan memperbanyak diri dengan bereproduksi.
Terjadi seleksi alam, yakni eliminasi variasi yang tidak sesuai dengan lingkungan. Akibatnya. Hanya individu yang memiliki variasi sesuai dengan lingkungan yang akan tetap hidup.
The survival of the fittest (bertahan hidup bagi yang paling bugar) merupakan kelestarian yang didapat dari organisme yang memiliki kualitas paling sesuai dengan lingkungan. Individu-individu yang dapat hidup akan mewariskan variasi-variasi tersebut kepada generasi sebelumnya.
Menurut Darwin, evolusi terjadi karena seleksi alami (faktor alam yang mampu menyeleksi mahluk hidup). Adaptasi merupakan penyebab terjadinya seleksi alami. Populasi jerapah mempunyai variasi pada panjang lehernya. Ketika jerapah-jerapah mencari makan, tinggi pohon akan menyeleksi secara alami. Jerapah-jerapah yang berleher pendek akhirnya kehabisan makanan karena tidak mampu menjangkau makanan yang tinggi. Akhirnya, jerapah-jerapah yang berleher pendek akan punah.
Lantas, mengapa bisa muncul kesalahan penafsiran Teori Evolusi Darwin menimbulkan anggapan seakan-akan manusia berasal dari monyet? Sampai sini rasanya masih OK aja. Kecuali ada bagian yang memang belum sempat kita bahas
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 19 komentar untuk artikel ini.
lovepassword
Good Marsogood….Sayang terlalu pendek artikelnya. Kurang banyak gitu loh.
Tapi tetap goodlah….YAK emang keren kok.
August 27th, 2008 at 7:36 pm
dhezna
Teori evolusi tidak semua bahkan keseluruhannya adalah palsu. Pembuat teori ini menyatakan kalo mereka itu tidak bertuhan, buktinya makhluk-makhluk hidup menurut mereka ada secara kebetulan, bukannya diciptakan oleh Allah SWT
September 2nd, 2008 at 3:45 pm
Wirawan Winarto
Maaf,
Apabila ada orang yang mengatakan teori evolusi itu palsu, kesalahan sebenarnya bukan terletak pada teori evolusi. Melainkan pada pemahaman orang tersebut yang memang kurang.
September 4th, 2008 at 11:07 pm
dhani
@dhezna: Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, tapi juga tidak ada yang instan. Semuanya tercipta melalui sebuah proses. Teori evolusi, sebagaimana teori2 sains lainnya, hanyalah bagian dari upaya manusia untuk memahami bagaimana proses penciptaan dunia dan seisinya.
September 4th, 2008 at 11:29 pm
Jedi andromeda
Artikel ini muncul lagi, setelah artikel yang sama juga heboh, evolusi? Saya rasa yang benar adalah ALLAH SWT tidak pernah main2 dengan apa yang di ciptakannya, tidak ada yang kebetulan dan tidak ada yang tidak ada gunanya, semuanya telah di atur dan ALLAH adalah sebaik baiknya pengatur, berdebat untuk hal hal yang hanya ALLAH yang tahu ilmunya hanya akan membuat kita semakin jauh tersesat, seperti orang yang meributkan arti alif lamm mimm. Biarkan mereka berteori, kita jangan memperdebatkannya.
September 8th, 2008 at 7:48 am
Yessi Pratiwi
Saya paling setuju dengan Mas Dhani dan Wirawan. Masalahnya tidak terletak pada perlu tidaknya kita bersilang pendapat masalah evolusi ini, tapi bagaimana kita memahami proses penciptaan yang menjadi sejarah, dan benar-benar eksis.
Tidak ada sesuatu yang tiba-tiba terjadi, pun penciptaan mahluk hidup. Ada prosesnya. Dan disinilah nalar dan pikir manusia benar-benar diasah. Sains tidak akan muncul dari pandangan yang “terlalu biasa”. Makanya, menyikapi artikel ini, rasanya memang butuh pemahaman yang “tidak biasa”
September 8th, 2008 at 12:58 pm
Remo Harsono
Sayang saya cuma “orang biasa” dan “pemahaman”-nya kurang
September 8th, 2008 at 4:26 pm
Jedi andromeda
Wah aku juga sama mbah remo, kita ini cuma orang yang terbiasa berfikir biasa, biarkan saja orang orang yang pintar yang berfikir luar biasa, toh pada akhirnya sampai orang orang pintar tersebut menjadi tanah dan “berevolusi” menjadi cacing tanah tetap saja teorinya hanya layak masuk tong sampah, maaf kalau agak kasar.
September 9th, 2008 at 1:15 am
dhani
Saya kira maksud mbak Yessi tidak seperti yang ditangkap oleh teman2 disini. Begini lho. Sains itu juga skeptik koq dengan teori evolusi. Sains memang lahir dari skeptisisme, keragu-raguan terhadap segala hal, termasuk juga pada teori2 sains yang sudah mapan. Tapi sains tidak berhenti hanya sebatas skeptik.
Para ilmuwan juga ragu akan teori Darwin. Tapi alih2 membantah tanpa solusi, mereka malahan berusaha untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas, dan jawaban yang lebih memuaskan terhadap teori itu. Sebagai hasilnya, teori evolusi sendiri sekarang juga sudah “berevolusi”, tidak lagi seperti yang dicetuskan oleh Darwin dalam The Origin of Species -nya. Dari keraguan terhadap teori Darwin, lahir permodelan matematis (teori game), ilmu perilaku (memetika), hingga genetika yang menelaah DNA dan kromosom organisme hidup.
Akan halnya penentang teori evolusi, keragu-raguan itu sepertinya tidak membawa hasil apa2. Bacalah buku Harun Yahya (HY). Buku2 beliau penuh dg penjelasan popular tentang anatomi tubuh mahluk hidup, gen, dan semacamnya, tapi miskin pencapaian. Langsung ditutup dengan prematur, bahwa struktur yang sedemikian kompleks pada organisme hidup tidak mungkin tercipta secara kebetulan melainkan melalui suatu rekayasa Ilahiyah. Sebagai orang beragama, saya akui bahwa disini HY benar. Namun sayangnya HY terjebak pada simplifikasi yang menyedihkan, bahwa organisme hidup tercipta secara begitu saja: kun-fayakun, sim-salabim.
September 9th, 2008 at 2:22 pm
Yessi Pratiwi
Sip Mas Dhani. Memang begitu inti dari yang ingin saya sampaikan. Terimakasih.
Jika pada dunia nyata kita tidak bisa menjadikan sesuatu dari sesuatu yang tidak ada secara spontan, disanalah kita bisa sebut bahwa kun fayakun itu benar benar ada. Sayangnya, penciptaan manusia dan organisme lainnya, menurut Teori Evolusi atau Teori apapun yang mendukung Teori Darwin tidak terjadi secara spontan dan tidak bisa berujung pada penyederhanaan yang tak beralasan.
Lain halnya kalau kita sedang bicara tentang Reaksi Spontan dalam Kimia, pada sel Volta misalnya :))
September 9th, 2008 at 9:17 pm
uklam
Kalau dilihat sekarang ini, teori darwin sepertinya bisa dii benarkan,mahluk hidup berevolosi.manusia jaman sekarang ini hidup dalam polusi yang tinggi, sehingga terjadi mutasi genetika pada gennya, dengan tujuan menghasilkan mausia yang dapat hidup di kondisi sekarang.
Kasus kelahiran bayi kembar menempel, bayi berkaki 3, jari @ > dari 5, dsb.
Hal ini sbenarnya bisa membuktikan teori yang mengatakan mahluk hidup berevolusi
September 20th, 2008 at 1:44 am
dhani
@uklam: tidak bisa dikatakan demikian. Pertama, mutasi seperti itu tidak diturunkan. Kedua, menurut Darwin, mekanisme evolusi berjalan melalui seleksi alam dg kaidah “survival for the fittest”. Dus, anomali2 seperti yang anda sebutkan itu justeru tidak relevan. Bukankan kita tetap bisa bertahan hidup dengan lima jari dan dua kaki?
September 20th, 2008 at 4:16 am
uklam
maksud saya itu adalah awal dari berjalanya evolusi, dan dari kasus2 nyata mereka berumur pendek jd tidak disa hidup di lingkungan sekarang, dan blm bisa di turunkan..mungkin kita melihat itu adalah cacat genetik…tapi 100th atau lebih kemungkinan hal itu sisa saja terjadi…misal manusia yang resistan terhadap CO2, NOx, H2SO4(dalam hujan asam),dsb.
Mungkin orang dewasa yang berasal dari daerah pedesaan dan sekarang hidup di area industri sering mengalami sakit karena mrk blm resistan hidup di lingkungan spt itu, shg kasus kangker, sesak nafas, dsb mrk alami..
Tapi di dalam gen mereka mengalami mutasi yang akan di turukan ke anak mereka, shg anak2 mrk dpt hidup lebih baik di lingkungan seperti itu..
Ini kan teori, dan kemungkinanya terjadinya gak bisa dipastikan….
September 22nd, 2008 at 8:43 am
Not_fun
Apkah evolusi i2 dpt jg d
pngruhi oleh radiasi ltar
kosmik?
Krna evolusi itu tdk mungkin trjdi dngan sngja!
September 24th, 2008 at 12:45 pm
uklam
di sengaja atau tidak, evolusi tetap berjalan sesuai keadaan dimana mahluk itu hidup.
September 24th, 2008 at 3:03 pm
edoy
penafsiran darwin jadi menarik ketika kita mencoba menerapkannya pada manusia… benarkah kita hasil evolusi? dari maklhuk apa?
ini yang jadi masalah…
seingat saya, ada juga penelitian yang mengungkapkan “the missing chain” yang mencoba menjelaskan bahwa “manusia purba” yang diklaim sebagai nenek moyang manusia berhenti berevolusi dan homo sapiens bukanlah hasil evolusi darinya
entahlah…
sekarang, kita sama monyet udah susah dibedain. perilaku manusia rasanya udah lebih binatang dari monyet…
September 25th, 2008 at 3:46 pm
ulkam
Kalau kita telusuri awal terjadinya manusia di bumi ini….
Manusia di bumi ini kan berasal dari 1 nenek moyang, yaitu adam dan hawa betul gak???
dan akhirnya berkembang biak menjadi milyaran manusia….
Apakah semua manusia ini sama? tinggi, warna kulit,warna rambut, jumlah sel darah merah, warna mata, ukuran organ tubuh (he..he..)
Coba bandingkan manusia yang hidup di Indonesia, Jepang, Amerika, Eropa, Timur tengah…
berbeda kan……
Padahal jelas2 manusia dari 1 nenek moyang….
kenapa mereka berbeda?
Manusia akan selalu berubah sesuai dimana mereka tinggal…dimana faktor linkungan mempengaruhinya al: jenis makanan, suhu daerah, tekanan atmosfir, lama matahari menyinari per tahun, dll.
Jadi bila manusia tidak mengalami perubahan, pasti satu bumi ini orang2 wajahnya sama, tingginya sama, warna rambut dan mata sama, warna kulit sama, besar organ tubuh sama ( he..he..lagi..)
So????
September 25th, 2008 at 4:09 pm
Budi
Sebetulnya bukan darwin yang menemukan teori Evolusi tersebut, adalah R Wallace yang melakukan penelitian di indonesia dan mengirimkannya data hasil penelitiannya pada Charles Darwin.
Jadi teori evolusi itu ditemukan dari keragaman hayati di tanah air kita ini….
October 2nd, 2008 at 12:47 pm
djihad
teori evolusi hanyalah sebuah teori dari seorang darwin. Jadi belum menjadi sebuah hukum, mau percaya atau tidak, sependapat atau berbeda anggap, itu tergantung dari pemahaman, pemikiran, nalar dan keimanan….ok
October 18th, 2008 at 9:35 pm