You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Penafsiran Teori Evolusi Darwin

Penafsiran Teori Evolusi Darwin

Yessi Pratiwi — August 26, 2008 / 9:35 pm

Dalam bukunya “On The Origin of Species by Means of Natural Selection” Charles Darwin sempat mengguncangkan dunia ilmu pengetahuan. Banyak pihak ternyata salah dalam menafsirkan penemuannya.

Darwin—dalam teori evolusinya—menyatakan bahwa semua mahluk hidup yang ada di Bumi berasal dari nenek moyang yang sama dan mengalami modifikasi. Dengan kata lain, ia menyebutkan bahwa spesies bukanlah sesuatu yang kekal, melainkan berevolusi dari berbagai spesies yang telah ada.

Sebenarnya, Teori Evolusi dicetuskan Darwin berdasarkan observasinya dalam beberapa ekspedisi, salah satunya adalah perjalanan menggunakan kapal H.M.S Beagle.

Sebelum Darwin, Teori Evolusi sejenis sebenarnya pernah mengemuka, seperti Teori Evolusi Organik, Teori Cuvier, Teori Charles Lyell, Teori Buffon, Teori Lamarck, dan Teori Weismann.

Hal pokok yang dikemukakan dalam Teori Evolusi Darwin adalah sebagai berikut :

  1. Variasi pada tumbuhan dan hewan merupakan suatu variasi karakteristik yang muncul pada penampakan fenotoipe organism tersebut.

  2. Rasio pertambahan terjadi secara geometrik, yakni jumlah setiap spesies relatif tetap. Hal ini terjadi karena banyak individu yang tersingkir oleh predator, perubahan iklim, dan proses persaingan.

  3. Struggle for existence ( perjuangan untuk bertahan) merupakan suatu usaha organisme untuk bertahan hidup. Individu dengan variasi yang tidak sesuai dengan kondisi-kondisi yang umum di alam, akan tersingkir. Adapun individu-individu yang memiliki variasi menguntungkan dapat melanjutkan kehidupannya dan memperbanyak diri dengan bereproduksi.

  4. Terjadi seleksi alam, yakni eliminasi variasi yang tidak sesuai dengan lingkungan. Akibatnya. Hanya individu yang memiliki variasi sesuai dengan lingkungan yang akan tetap hidup.

  5. The survival of the fittest (bertahan hidup bagi yang paling bugar) merupakan kelestarian yang didapat dari organisme yang memiliki kualitas paling sesuai dengan lingkungan. Individu-individu yang dapat hidup akan mewariskan variasi-variasi tersebut kepada generasi sebelumnya.

teori-evolusi-jokes.JPG

Menurut Darwin, evolusi terjadi karena seleksi alami (faktor alam yang mampu menyeleksi mahluk hidup). Adaptasi merupakan penyebab terjadinya seleksi alami. Populasi jerapah mempunyai variasi pada panjang lehernya. Ketika jerapah-jerapah mencari makan, tinggi pohon akan menyeleksi secara alami. Jerapah-jerapah yang berleher pendek akhirnya kehabisan makanan karena tidak mampu menjangkau makanan yang tinggi. Akhirnya, jerapah-jerapah yang berleher pendek akan punah.

Lantas, mengapa bisa muncul kesalahan penafsiran Teori Evolusi Darwin menimbulkan anggapan seakan-akan manusia berasal dari monyet? Sampai sini rasanya masih OK aja. Kecuali ada bagian yang memang belum sempat kita bahas :)

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 34 komentar untuk artikel ini.

  1. lovepassword

    Good Marsogood….Sayang terlalu pendek artikelnya. Kurang banyak gitu loh.

    Tapi tetap goodlah….YAK emang keren kok.

    August 27th, 2008 at 7:36 pm

  2. dhezna

    Teori evolusi tidak semua bahkan keseluruhannya adalah palsu. Pembuat teori ini menyatakan kalo mereka itu tidak bertuhan, buktinya makhluk-makhluk hidup menurut mereka ada secara kebetulan, bukannya diciptakan oleh Allah SWT

    September 2nd, 2008 at 3:45 pm

  3. Wirawan Winarto

    Maaf,
    Apabila ada orang yang mengatakan teori evolusi itu palsu, kesalahan sebenarnya bukan terletak pada teori evolusi. Melainkan pada pemahaman orang tersebut yang memang kurang. :)

    September 4th, 2008 at 11:07 pm

  4. dhani

    @dhezna: Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, tapi juga tidak ada yang instan. Semuanya tercipta melalui sebuah proses. Teori evolusi, sebagaimana teori2 sains lainnya, hanyalah bagian dari upaya manusia untuk memahami bagaimana proses penciptaan dunia dan seisinya.

    September 4th, 2008 at 11:29 pm

  5. Jedi andromeda

    Artikel ini muncul lagi, setelah artikel yang sama juga heboh, evolusi? Saya rasa yang benar adalah ALLAH SWT tidak pernah main2 dengan apa yang di ciptakannya, tidak ada yang kebetulan dan tidak ada yang tidak ada gunanya, semuanya telah di atur dan ALLAH adalah sebaik baiknya pengatur, berdebat untuk hal hal yang hanya ALLAH yang tahu ilmunya hanya akan membuat kita semakin jauh tersesat, seperti orang yang meributkan arti alif lamm mimm. Biarkan mereka berteori, kita jangan memperdebatkannya.

    September 8th, 2008 at 7:48 am

  6. Yessi Pratiwi

    Saya paling setuju dengan Mas Dhani dan Wirawan. Masalahnya tidak terletak pada perlu tidaknya kita bersilang pendapat masalah evolusi ini, tapi bagaimana kita memahami proses penciptaan yang menjadi sejarah, dan benar-benar eksis.

    Tidak ada sesuatu yang tiba-tiba terjadi, pun penciptaan mahluk hidup. Ada prosesnya. Dan disinilah nalar dan pikir manusia benar-benar diasah. Sains tidak akan muncul dari pandangan yang “terlalu biasa”. Makanya, menyikapi artikel ini, rasanya memang butuh pemahaman yang “tidak biasa” :)

    September 8th, 2008 at 12:58 pm

  7. Remo Harsono

    Sayang saya cuma “orang biasa” dan “pemahaman”-nya kurang :(

    September 8th, 2008 at 4:26 pm

  8. Jedi andromeda

    Wah aku juga sama mbah remo, kita ini cuma orang yang terbiasa berfikir biasa, biarkan saja orang orang yang pintar yang berfikir luar biasa, toh pada akhirnya sampai orang orang pintar tersebut menjadi tanah dan “berevolusi” menjadi cacing tanah tetap saja teorinya hanya layak masuk tong sampah, maaf kalau agak kasar.

    September 9th, 2008 at 1:15 am

  9. dhani

    Saya kira maksud mbak Yessi tidak seperti yang ditangkap oleh teman2 disini. Begini lho. Sains itu juga skeptik koq dengan teori evolusi. Sains memang lahir dari skeptisisme, keragu-raguan terhadap segala hal, termasuk juga pada teori2 sains yang sudah mapan. Tapi sains tidak berhenti hanya sebatas skeptik.

    Para ilmuwan juga ragu akan teori Darwin. Tapi alih2 membantah tanpa solusi, mereka malahan berusaha untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas, dan jawaban yang lebih memuaskan terhadap teori itu. Sebagai hasilnya, teori evolusi sendiri sekarang juga sudah “berevolusi”, tidak lagi seperti yang dicetuskan oleh Darwin dalam The Origin of Species -nya. Dari keraguan terhadap teori Darwin, lahir permodelan matematis (teori game), ilmu perilaku (memetika), hingga genetika yang menelaah DNA dan kromosom organisme hidup.

    Akan halnya penentang teori evolusi, keragu-raguan itu sepertinya tidak membawa hasil apa2. Bacalah buku Harun Yahya (HY). Buku2 beliau penuh dg penjelasan popular tentang anatomi tubuh mahluk hidup, gen, dan semacamnya, tapi miskin pencapaian. Langsung ditutup dengan prematur, bahwa struktur yang sedemikian kompleks pada organisme hidup tidak mungkin tercipta secara kebetulan melainkan melalui suatu rekayasa Ilahiyah. Sebagai orang beragama, saya akui bahwa disini HY benar. Namun sayangnya HY terjebak pada simplifikasi yang menyedihkan, bahwa organisme hidup tercipta secara begitu saja: kun-fayakun, sim-salabim.

    September 9th, 2008 at 2:22 pm

  10. Yessi Pratiwi

    Sip Mas Dhani. Memang begitu inti dari yang ingin saya sampaikan. Terimakasih.

    Jika pada dunia nyata kita tidak bisa menjadikan sesuatu dari sesuatu yang tidak ada secara spontan, disanalah kita bisa sebut bahwa kun fayakun itu benar benar ada. Sayangnya, penciptaan manusia dan organisme lainnya, menurut Teori Evolusi atau Teori apapun yang mendukung Teori Darwin tidak terjadi secara spontan dan tidak bisa berujung pada penyederhanaan yang tak beralasan.

    Lain halnya kalau kita sedang bicara tentang Reaksi Spontan dalam Kimia, pada sel Volta misalnya :))

    September 9th, 2008 at 9:17 pm

  11. uklam

    Kalau dilihat sekarang ini, teori darwin sepertinya bisa dii benarkan,mahluk hidup berevolosi.manusia jaman sekarang ini hidup dalam polusi yang tinggi, sehingga terjadi mutasi genetika pada gennya, dengan tujuan menghasilkan mausia yang dapat hidup di kondisi sekarang.

    Kasus kelahiran bayi kembar menempel, bayi berkaki 3, jari @ > dari 5, dsb.
    Hal ini sbenarnya bisa membuktikan teori yang mengatakan mahluk hidup berevolusi

    September 20th, 2008 at 1:44 am

  12. dhani

    @uklam: tidak bisa dikatakan demikian. Pertama, mutasi seperti itu tidak diturunkan. Kedua, menurut Darwin, mekanisme evolusi berjalan melalui seleksi alam dg kaidah “survival for the fittest”. Dus, anomali2 seperti yang anda sebutkan itu justeru tidak relevan. Bukankan kita tetap bisa bertahan hidup dengan lima jari dan dua kaki?

    September 20th, 2008 at 4:16 am

  13. uklam

    maksud saya itu adalah awal dari berjalanya evolusi, dan dari kasus2 nyata mereka berumur pendek jd tidak disa hidup di lingkungan sekarang, dan blm bisa di turunkan..mungkin kita melihat itu adalah cacat genetik…tapi 100th atau lebih kemungkinan hal itu sisa saja terjadi…misal manusia yang resistan terhadap CO2, NOx, H2SO4(dalam hujan asam),dsb.

    Mungkin orang dewasa yang berasal dari daerah pedesaan dan sekarang hidup di area industri sering mengalami sakit karena mrk blm resistan hidup di lingkungan spt itu, shg kasus kangker, sesak nafas, dsb mrk alami..

    Tapi di dalam gen mereka mengalami mutasi yang akan di turukan ke anak mereka, shg anak2 mrk dpt hidup lebih baik di lingkungan seperti itu..

    Ini kan teori, dan kemungkinanya terjadinya gak bisa dipastikan….

    September 22nd, 2008 at 8:43 am

  14. Not_fun

    Apkah evolusi i2 dpt jg d
    pngruhi oleh radiasi ltar
    kosmik?
    Krna evolusi itu tdk mungkin trjdi dngan sngja!

    September 24th, 2008 at 12:45 pm

  15. uklam

    di sengaja atau tidak, evolusi tetap berjalan sesuai keadaan dimana mahluk itu hidup.

    September 24th, 2008 at 3:03 pm

  16. edoy

    penafsiran darwin jadi menarik ketika kita mencoba menerapkannya pada manusia… benarkah kita hasil evolusi? dari maklhuk apa?
    ini yang jadi masalah…

    seingat saya, ada juga penelitian yang mengungkapkan “the missing chain” yang mencoba menjelaskan bahwa “manusia purba” yang diklaim sebagai nenek moyang manusia berhenti berevolusi dan homo sapiens bukanlah hasil evolusi darinya

    entahlah…

    sekarang, kita sama monyet udah susah dibedain. perilaku manusia rasanya udah lebih binatang dari monyet… :)

    September 25th, 2008 at 3:46 pm

  17. ulkam

    Kalau kita telusuri awal terjadinya manusia di bumi ini….
    Manusia di bumi ini kan berasal dari 1 nenek moyang, yaitu adam dan hawa betul gak???
    dan akhirnya berkembang biak menjadi milyaran manusia….

    Apakah semua manusia ini sama? tinggi, warna kulit,warna rambut, jumlah sel darah merah, warna mata, ukuran organ tubuh (he..he..)
    Coba bandingkan manusia yang hidup di Indonesia, Jepang, Amerika, Eropa, Timur tengah…
    berbeda kan……
    Padahal jelas2 manusia dari 1 nenek moyang….
    kenapa mereka berbeda?

    Manusia akan selalu berubah sesuai dimana mereka tinggal…dimana faktor linkungan mempengaruhinya al: jenis makanan, suhu daerah, tekanan atmosfir, lama matahari menyinari per tahun, dll.

    Jadi bila manusia tidak mengalami perubahan, pasti satu bumi ini orang2 wajahnya sama, tingginya sama, warna rambut dan mata sama, warna kulit sama, besar organ tubuh sama ( he..he..lagi..)

    So????

    September 25th, 2008 at 4:09 pm

  18. Budi

    Sebetulnya bukan darwin yang menemukan teori Evolusi tersebut, adalah R Wallace yang melakukan penelitian di indonesia dan mengirimkannya data hasil penelitiannya pada Charles Darwin.

    Jadi teori evolusi itu ditemukan dari keragaman hayati di tanah air kita ini….

    October 2nd, 2008 at 12:47 pm

  19. djihad

    teori evolusi hanyalah sebuah teori dari seorang darwin. Jadi belum menjadi sebuah hukum, mau percaya atau tidak, sependapat atau berbeda anggap, itu tergantung dari pemahaman, pemikiran, nalar dan keimanan….ok

    October 18th, 2008 at 9:35 pm

  20. KK

    Pengenalan mengenai Evolusi:
    http://evolution.berkeley.edu/evolibrary/article/evo_01

    Evolusi bukan hanya sekedar teori:
    http://www.notjustatheory.com/

    January 9th, 2009 at 5:23 am

  21. Sadjia9

    Teori evolusi bisa benar bila pemahamanya tidak keluar dari speciesnya…spt bukti2 yg dikemukakan mas Darwin ttg burung fich,jadi ga sampai si fich itu sampai berevolusi?burung gagak.

    January 12th, 2009 at 2:35 pm

  22. Manusia

    Jadi menurut anda yang paling mendekati teori adalah darwin?

    January 21st, 2009 at 9:14 am

  23. momo

    weleh.
    evolusi itu cuma pelegalan buat genocide.
    nazi (baca: HITLER) adalah salah satu pelaku
    yang mngaku sangat terinspirasi dari teori darwin.
    teori darwin ini pun dibuat
    berdasar teori Malthus yg muncul lebih dulu.

    jadi ya,
    mungkin saja teori evolusi ini
    mengandung kepentingan2 lainnya .

    February 28th, 2009 at 6:31 am

  24. YULINDA KURNIASUH

    INI ADALAH SEBUAH PEMBODOHAN YANG SEBAIKNYA HARUS DIBUANG DARI KHASANAH ILMU PENGETAHUAN

    May 1st, 2009 at 10:13 am

  25. YULINDA KURNIASIH

    BACALAH AL-QURAN SEBAGAI PEDOMAN HIDUPMU AGAR KAU TAHU FAKTA PENCIPTAAN

    May 1st, 2009 at 10:31 am

  26. Yessi Pratiwi

    Hai Yulinda,

    Hati-hati dengan huruf besar.
    Fakta penciptaan memang yang sedang kita bahas, bukan sesuatu yang harus dibuang dari khasanah ilmu pengetahuan. Terlalu sayang rasanya, kita diberi nalar namun tak memanfaatkannya untuk berdiskusi dan berbahasa dengan baik.

    Semoga pengetahuan Anda bertambah sesudah membaca artikel ini, karena kita tidak sedang membicarakan fakta atau pembodohan yang harusnya tidak eksis dalam khasanah ilmu pengetahuan.

    Terimakasih. Salam.

    May 15th, 2009 at 7:15 pm

  27. Rukman

    Assalamu ”alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Tanpa harus mengkonfrontir teori manusia purba dengan Al-Quran, sebenarnya ilmu pengetahuan terbaru sudah mematahkannya. Beberapa temuan terakhir justru menunjukkan bahwa teori tentang manusia purba semakin jelas kebohongannya. Bukti-bukti ilmiyah yang dahulu sering diajukan oleh kalangan evolusionis, satu per satu kini terbantahkan. Semakin hari semakin terkuak fakta bahwa teori manusia purba adalah sebuah kebohongan besar.
    Selama ini kita memang dicekoki teori manusia purba dalam kurikulum pendidikan. Para evolusionis telah merekayasa skema khayalan dengan sangat fantastis. Bahkan seringkali dilengkapi dengan ilustrasi yang nampak sangat realistis. Konyolnya, semua itu masuk ke dalam kurikulum pendidikan di seluruh dunia, termasuk di dunia Islam.
    Mereka memasukkan Australopithecus, ras kera yang telah punah sebagai ras ”nenek moyang manusia”. Padahal ada jurang besar dan tak berhubungan antara kera dan manusia.
    Terimakasih,Salam

    May 18th, 2009 at 1:37 pm

  28. Roju

    evolusi tidak bisa dipungkiri, tetapi yang perlu dipahami adalah evolusi tidak serta merta dimaknakan ekstrim, seperti manusia dari makhluk lain seperti kera, atau hewan lainnya. kita simak dari Al-Quran dlm Surat An-nur ayat 45,”Dan Alloh telah menciptakan semua jenis hewan air, maka sebagian hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kakinya; sedangkan lainnya berjalan dengan keempat kakinya” dari ayat ini dpt dimaknakan bahwa Alloh bisa menghendaki segala sesuatu terhadap makhluknya tanpa dapat dihalangi oleh siapapun, bahkan jk menghendaki kejadian suatu makhluk melalui proses perubahan berangsur-angsur(evolusi). Selanjutnya Alloh juga bisa berkehendak dengan “Kun Fayakun” menjadikan segala sesuatu dengan kehendaknya, termasuk tanpa proses (maka jadilah) sesuatu kehendak Alloh. Evolusi tentu tidak bisa digeneralisir berlaku sama terhadap semua makhluk. kesimpulan”sikap yang bijak adalah jadikan teori evolusi sebagai pengetahuan, walaupun bukan keyakinan, seperti halnya pengetahuan lain”. saya mengajak keapada semua marilah kita dalami dan ungkapkan lebih banyak lagi pengetahuan tentang segala fenomena kehidupan di bumi, tksh…..wassalam

    June 7th, 2009 at 10:02 pm

  29. Nurcahyadi

    Kita harus memfokuskan perhatian pada asal-usul kehidupan. Teori asal-usul kehidupan merupakan sasis penopang paling lemah bagi biologi modern dan tentunya juga teori evolusi.Yang ada hanya sejumlah teori eksotik yang dimaksudkan untuk menjelaskannya, tanpa ditinggalkan atau diterima, hanya terus ada dan ketinggalan zaman. Miller menganggap hal itu sebagai omong kosong atau catatan ilmu kimia. Karena itu, wahai para evolusionis, jelaskanlah tentang asal-usul kehidupan, yang tentunya penjelasan itu harus ilmiah, logis, holistik, reduktif, empirik dan terpercaya, bukan hanya seperti dongeng belaka.

    June 14th, 2009 at 3:10 pm

  30. Yessi Pratiwi

    Hai, Mas Nurcahyadi.

    Argumen Mas Roju rasanya lebih baik dalam penalaran saya. Jauh lebih baik.

    Lantas, jika pertanyaannya dikembalikan kepada Anda, bagaimanakah Anda menjawabnya? Biarkan versi kita masing-masing jadi lebih fair :)

    June 20th, 2009 at 11:37 am

  31. » Evolusi dan Teori Peluang ~ Blog Archive ~ Pernik Ilmu (Asia Blogging Network)

    […] saya tentang evolusi ternyata menuai banyak kritikan, pertanyaan, maupun jawaban. Beberapa malah mengungkapkan evolusi […]

    June 20th, 2009 at 4:04 pm

  32. Dwi

    jika teori ne benar terus dimana posisi Nabi Adam AS

    August 28th, 2009 at 8:32 pm

  33. shinka

    teori evolusi ditentang karena gak punya fakta yang lengkap,dan bertentangan dg keyakinan anda.bagaimana anda menerima keyakinan anda ?apakah fakta nya lengkap?
    teori evolusi anda terima baru setelah usia smp,sedangkan keyakinan anda anda terima smenjak anda lahir.anda tidak dicekok i teori darwin tetapi anda tercekok i keyakinan semenjak lahir sampai sekarang..
    maaf y klo terlalu lugas….

    September 19th, 2009 at 8:14 pm

  34. Koen

    Terima kasih, Echi dan Dhani :). Salah satu misi Pernik Ilmu memang membuka mata masyarakat, dengan bahasa awam, tentang fakta-fakta sains yang mendasari sains dan teknologi masa kini. Tentu teori evolusi (dari versi awal Wallace/Darwin hingga versi setelah kita mengenal dan memahami mekanisme DNA) masuk sebagai salah satu unsur penting di dalamnya.

    Memang berbeda dengan teori-teori fisika, teori evolusi ini tak pernah diganti namanya (sementara di fisika ada teori gravitasi yang berubah jadi teori relativitas lalu teori gravitasi kuantum. Orang cenderung membayangkan teori ini adalah Teori Darwin saja. Padahal di dalamnya sudah tercakup segala teori ilmiah (termasuk matematika dan fisika) yang membuktikan bahwa teori itu lebih valid daripada berbagai bentuk alternatif di luarnya.

    Teori evolusi, yang tadinya hanya membahas gene, jika diterapkan pada meme, juga dapat menunjukkan bagaimana budaya berevolusi, bagaimana sistem sosial masyarakat dibentuk, termasuk bagaimana agama ada dan berkembang. Biarpun beberapa ilmuwan mengaku tak beragama, namun cukup banyak yang menganggap agama adalah bagian dari hasil evolusi yang tak mungkin dipisah dari struktur masyarakat; dan bahwa mengenal tuhan adalah bagian dari hasil evolusi pada cara berpikir kita. Aku pikir, begitulah cara Tuhan membuat manusia mengenal diri-Nya.

    January 3rd, 2010 at 10:31 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Koen — Terima kasih, Echi dan Dhani :). Salah satu misi Pernik Ilmu memang membuka mata masyarakat, dengan bahasa awam, tentang fakta-fakta ...
  • » Mengapa Langit Malam Gelap? ~ Blog Archive ~ Pernik Ilmu (Asia Blogging Network) — [...] pertama di Pernik Ilmu ini berjudul Mengapa Langit Biru :). Tapi kita tahu langit hanya biru di hari yang ...
  • dedy — sebutkan macam2 sel volta!!!kasih gambar dan bagaimana carajanya!!!
  • Taufik Hidayat — Mengapa pd wkt bln purnama kalau kita mancing dilaut, gak ada ikannya yg mau makan umpan yg ada di kail ...
  • sardes — hi.......Q sardes saat ni sedang kul di salah satu PTN yang tentunya FMIPA n jur MM...q mw nanya nih kira2 ...
  • Mukmin — slam kenal mbak Yessi,
  • nurul azizah — salut wat astronot....
  • elang — nyerah dech, apa jawabannya???????
  • In-daH — oo....kERen banget....
  • Erastosthenes — Jadi, 1 drajat itu sbnarnya brp km? 1 drajat itu brp menit?