You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Baterai Bisa Dipanaskan Kembali?
Setiap ada waktu luang, saya selalu menyempatkan diri buat olahraga lho
Tempatnya di Ciumbeuleuit, nama ini tentu saja tidak asing lagi bagi orang Bandung.
Nah, yang menarik perhatian saya setiap kali check-in member adalah wadah berisi batere bekas yang terletak di dekat meja resepsionis. Wadah ini ternyata disediakan oleh pihak pengelola tempat tersebut untuk mengumpulkan batere-batere bekas dari pengunjung. Ada tulisan : selamatkan Bumi kita, kumpulkan batere bekas Anda.
Lha, koq tulisannya seperti itu? Kira-kira batere tersebut akan dikemanakan yah? Memangnya, kalau baterenya udah dikumpulin, kita bisa menyelamatkan lingkungan?
Kalau menurut Profesor Yessi Pratiwi, ada kemungkinan batere tersebut akan dipanaskan kembali. Batere bekas dikumpulkan, agar dapat digunakan kembali. Caranya seperti apa?
Menurut Kamu?
Profesor yang lain, Prof. Dr. Ir. Hamzah Berahim, MT, dosen Teknik Elektro di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta menyebutkan bahwa batere akan mati (tidak bisa digunakan lagi) jika batere digunakan terus menerus, sehingga zat-zat kimia di dalamnya membeku.
Kemudian Prof. Yessi Pratiwi menambahkan, agar dapat digunakan kembali, tentu saja batere harus dinaikkan lagi suhunya, yaitu dengan pemanasan. Masih ingat nggak, waktu SMA, guru Kimia kita bilang bahwa batere mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Nah, tenaga kimia yang akan diubah menjadi energi listrik ini berasal dari zat-zat kimia yang ada di batere, terdiri atas zat-zat yang berperan sebagai katoda dan anoda, dimana terjadi reaksi sedemikian rupa sehingga energi listrik dihasilkan dalam jumlah tertentu (nanti kita bahas mekanisme ini lebih lanjut yah )
Yang jelas, energi listrik yang dihasilkan oleh batere ini lah yang kemudian menentukan waktu pakai batere. Dan, jangan lupa, masa pakai batere juga tergantung dari benda dimana batere itu dipakai. Batere yang kita pakai untuk sebuah Walkman dengan senter tentu saja akan berbeda, karena kebutuhan daya listriknya juga berbeda.
Kesimpulannya : akankah batere bisa digunakan selama-lamanya setelah dipanaskan kembali? Belum tentu. Seperti yang sudah kita bahas diatas, tentu saja daya tahan batere akan bergantung dari energi listrik yang dihasilkan si batere. Energi listrik ini berasal darimana? Dari zat-zat kimia penyusun batere. Yang membedakan lama daya tahannya, apa yah? Sudah dibahas
Lalu, supaya energi listrik batere makin besar, apa yang harus kita lakukan? Mungkin menambah lama pemanasan
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.
eby
hehe….maenan gw waktu SD…
jemur baterai yang mo mati di Matahari…
Ternyata bener bisa berfungsi yaa…
August 28th, 2008 at 7:24 pm
Doetha
Wah dipanasin ??? dijemur maksudnya kaya baju???berapa lama?? wah kalo bisa bagus tuh!!! berartikan gak beli lagi n ngerusak lingkungan….
Wah teman2 informasikan nih , kalo ada penemuan kaya gini !!!! Saya dukung !!!!
September 25th, 2008 at 2:06 pm
Rianti
Perlu dicoba!
August 2nd, 2009 at 10:49 pm
asih
terangin secara detail dong gimana caranya panas matahari bisa ngebuat baterei bisa punya energi lagi……. sampe ke proses kimianya…
August 26th, 2009 at 10:35 pm