You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Mengapa Bola Lampu Tidak Dibuat Berumur Lebih Lama?

Mengapa Bola Lampu Tidak Dibuat Berumur Lebih Lama?

Yessi Pratiwi — August 8, 2008 / 6:38 pm

Sekarang Indonesia lagi krisis listrik. Pangkal masalahnya sebenarnya bukan krisis listrik, tapi melonjaknya batubara. Ah, kalau kita runut masalahnya lagi, akar masalahnya mungkin masih panjang. Udahlah, kita nggak usah bahas itu. Kita kan sedang berada di Pernik Ilmu, bukan Kompas.com, Hihihi :-D

Omong-omong soal listrik deh sekarang. Orang sering mengasosiasikan mati listrik dengan mati lampu. Padahal kalau mati listrik, bukan cuma lampu yang mati, tapi ya semua benda/alat yang bekerja menggunakanlistrik. Omong-omong soal lampu lagi, pernah nggak kepikiran, kenapa bola lampu dirancang sedemikian rupa sehingga suatu saat lampu akan “putus” dan nggak bisa digunakan lagi? Ya kalau bola lampu bisa digunakan selama-lamanya, siapa dong yang mau berbisnis produksi bohlam? Lagi-lagi, kita kan sedang berada di Pernik Ilmu, bukan Business Review :-D

Sekian ah, intronya.

Bola lampu sebenarnya memang direkayasa dengan cermat sekali agar mampu beroperasi hingga jangka waktu tertentu. Yang paling menentukan waktu pakai (usage time) lampu adalah temperatur filamen saat pengoperasian. Untuk wattage atau kebutuhan daya tertentu (konsumsi daya listrik yang diperlukan), makin tinggi temperatur dan keluaran cahaya, makin pendek masa pakainya.

Bola lampu “long life” mempunyai filamen yang dirancang untuk berpijar pada temperatur lebih rendah. Tetapi, jika temperaturnya rendah, cahaya terang yang diperlukan mungkin tidak akan dihasilkan. Sementara temperatur tinggi menghasilkan cahaya lebih biru, lebih putih. Nah, kalau bola lampu “long life “ biasanya akan menghasilkan cahaya agak kekuningan.

Bola lampu “long life” menyerap energi yang lebih kecil karena filamennya dirancang untuk dilewati oleh arus listrik lebih kecil. Lampunya tidak begitu panas, cahaya pun redup. Tapi kita pasti jadi rugi. Kenapa? Karena selain cahayanya kuning, kita harus membeli wattage lebih tinggi agar mendapatkan intensitas cahaya yang diharapkan dari bola lampu normal.

Undang-undang udah mengatur kalau kemasan bola lampu standar harus memberitahukan jumlah jam masa pakai lampu di dalamnya, juga besar cahaya yang mampu dipancarkan ke semua arah = besar lumen. Bandingkan jumlah jam dan angka lumen pada kemasan “long life” dengan angka serupa pada kemasan bola lampu biasa untuk wattage yang sama. Apabila kita bersedia mendapatkan cahaya lebih redup dan harga lebih tinggi namun tidak usah sering mengganti bola lampu, belilah tipe “long life”.

Sebaliknya, jika kita mencari bola lampu dengan harga paling murah, bawa kalkulator saja pas beli :) Untuk keperluan daya tertentu, kita menghendaki cahaya seterang mungkin, selama mungkin, dengan harga semurah mungkin. Bagilah harga lampu yang akan dibeli dengan angka lumen, kemudian bagi hasilnya dengan jumlah jam masa pakai yang diharapkan. Hasil paling kecil adalah hasil paling baik. Mengertikah? Baca lagi deh :-D

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. 4ldo

    waduh masih mumet, penjelasanya kebalak balik,
    baca ulang neh…

    September 22nd, 2008 at 2:04 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • RIANDA GUSTAMA — MUNGKIN PENJABARAN TENTANG SOSL-SOAL KUANTITATIF SANGAT DIPERLUKAN BERHUBUNG MASIH BANYAKNYA PARA CALON MAHASISWA YANG AKAN MENGHADAPI UJIAN MASUK PERGURUAN TINGGI ...
  • hurdi — 1=5 2=25 3=325 4=4325 5=54325 6=654325 7=7654325 8=87654325 9=987654325 10=1098765435 thank's
  • Khamaludin — 1=5 maka 5=1 (sifat komunitatif)
  • annisa — aq pernah buat nata de coco tapi koq setelah 15 hari difermentasi gagal yah?apa penyebab yang paling urgent shg natanya ...
  • yuti — and my question is why you bother wrote comment on this entry if you see the riddle as something occupying?
  • alan — langkah tersingkat adalah, menyebrang bersama sama melalui jembatan yang ada di samping perahu, orang di samping juga ada jembAtan, ngapain ...
  • Amos Ang — Mbak Yessi yg baik, saya mau minta tolong tanya nih, saya punya kutil yg tumbuhnya khusus dibagian wajah saja, mulainya ...
  • once — kecoak tahan nuklir????? bener banget... ku dah buktiin... tak nuklir dia bolak-balik eh gak mati2 dia... waktu itu ku ma temen2 ...
  • neng®atna — waw! luar biasa. jadi begitu toh tentang black hole. apakah benar bumi suatu saat dapat bertemu dengan blakhole dan tersedot ...
  • yuti — @rizqi: halo rizqi, kalau yang mengambil minat komputernya biasanya banyak bekerja di software house atau perusahaan IT. Banyak juga yang ...