You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Pola Terbang Lalat = Pergerakan Harga Saham?
Kala terdiam dan tidak memikirkan sesuatu apa pun, kerapkali hal yang datang ke dalam pikiran adalah hal-hal yang tidak lumrah. Beberapa pertanyaan kemudian menyeruak ke dalam otak, akhirnya saya menemukan inspirasi lagi. Untuk kita bahas disini
Dan, hal yang biasa saya ucapkan saat menemukan inspirasi adalah : “Tulis di Pernik Ilmu aaahhh”
Seperti sekarang. Siang yang cerah. Saya sedang duduk di depan komputer. Sudah buka MS Office, tapi masih bingung mau menuliskan apa. FuturesMonthly masih belum selesai dibaca, malah kemudian seekor lalat terbang di atas lembaran halaman yang terbuka. Huh, menyebalkan. Darimana datangnya lalat tersebut?
Bukannya berusaha mengusir si lalat pergi, saya malah berpikiran, bukan suatu hal yang tidak mungkin bagi lalat itu untuk terbang pada pola yang mirip grafik pergerakan harga. Atau grafik naik turunnya kurs Rupiah terhadap Dollar. Mungkin.
Tapi jika benar demikian, berarti lalat tidak bisa terbang pada ketinggian luar biasa dong?
Secara, kalau dia beneran terbang pada ketinggiam ekstrim, berarti pergerakan harga akan sulit dianalisa. Ada titik-titik pergerakan yang ekstrim dan merusak estimasi perhitungan. Argh! Intinya apa sih? Hehehe.
Sederhananya, saya ingin tau, seberapa tinggi lalat bisa terbang. Mau tau juga? Yuk ikut yuuuukk.
Lalat, tentu saja masih berkawan dengan serangga lain. Karena lalat juga serangga. Seberapa tinggi lalat dapat terbang, sebenarnya juga merepresentasikan kemampuan terbang serangga lain. Sepakat? Lanjut..
Menurut buku Pintar karangan C. Claiborne Ray—penulis Science Times untuk New York Times—umumnya kemampuan terbang serangga bergantung kepada suhu udara. Paling optimal, mereka bisa terbang sepanjang suhu udara diatas 50 derajat Fahrenheit, yakni sekitar 3.600 kaki.
Tuhan, dengan kebesaranNya telah menciptakan serangga dengan kemampuan trebang sesuai dengan ketinggian yang diinginkan. Kalau suhu udara terlalu dingin, mereka cenderung melipat sayapnya dan terjatuh.
Jadi, sejauh apa lalat bisa terbang? Sepanjang si lalat masih tahan sama suhu di daerah tempat dia terbang, ya dia pasti masih bisa terbang. Tergantung suhu tempat dan lokasinya terbang dong? Iya, betul
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
planetbumi
Hmmmm, mungkin dengan mengetahui perilaku lalat, kita bisa menemukan cara untuk mengusir lalat, tanpa harus menggunakan sapu lidi, seperti yang biasa saya lalukan. bagaimana ya caranya ? apa harus menaikkan temperatur rumah ?
August 25th, 2008 at 12:15 pm
eby
Memalukan….kalah lincah sama Lalat….
Kenapa sih Lalat susah di pukul ketimbang nyamuk…??
August 28th, 2008 at 7:09 pm
OBrien
50′F = …’C
=> [°F] = [°C] × 9?5 + 32
=> ‘C = [’F x 9/5] -32
= [50 x 9/5] -32
= 58′C
suhu di indonesia, rata2 26-36 ‘C, jika memang lalat [serangga] ga suka sama yg dingin2…
pasang AC aj di kamar… set ke suhu 20′C,
jd sdh ga perlu main kejar2an sama lalat lagi ^^.
buktinya di daerah pemukiman lereng gunung, kita jrng digigit nyamuk ^^.
[pilih mana, beli sapu lidi, atau AC >:)]
October 14th, 2008 at 11:21 am