Pernik Ilmu

Khazanah Ilmu Bagi Anak

Sudah Lewat Pubertas, Masih Bisa Nambah Tinggi?

Kalau kamu masih berharap bisa menambah tinggi badan di usia yang sudah nggak muda-muda amat (20 tahunan, misalnya), berarti kita sama.

Haha, agak geli juga, padahal sains bilang, pertumbuhan kita akan terhenti setelah melewati masa pubertas.

Ah, masa? Masih nggak percaya ah! Aku tau. Kamu selalu ingin bukti untuk semua hal :-P

Tahu tidak, ada beberapa metode perkiraan tinggi badan yang sering digunakan oleh para ilmuwan.

Pertama, estimasi kasar tinggi badan seseorang dapat dibuat berdasarkan pola pertumbuhan dari sejumlah anak. Metode-metode ini memiliki asumsi tidak ada penyakit atau masalah hormonal yang merintangi potensi genetis. Karena pada umur tiga tahun tinggi badan anak perempuan adalah sekitar 60 % dari tinggi badan ketika dewasa, dan 55 % untuk anak laki-laki, maka tinggi badan kita setelah dewasa adalah sekitar 2 kali tinggi badan saat pada saat berumur 3 tahun. Lha, koq agak aneh ya? Tampaknya hal ini berlaku hanya pada mereka genre bule, hehehe :-D

Lantas, cara lain adalah dengan menggunakan tinggi orangtua kita. Katanya, tambahkan tinggi Mama Papa, bagi dua, lalu tambah 3 inci untuk anak laki-laki atau dikurangi 3 inci untuk anak perempuan. Hasilnya, sekitar 95 % mendekati kebenaran dengan kisaran 2 inci.

Metode mana yang paling banyak digunakan oleh dokter? Nah, mereka menggunakan rujukan tabel pertumbuhan standar, dimana tinggi dan umur kita sekarang memberikan indikasi tentang umur relatif kita nanti berdasarkan hasil perhitungan tinggi rata-rata anak-anak pada usia dan jenis kelamin yang sama dengan kita.

Karena kita akan cenderung berada dalam ranking yang sama dengan yang ada pada tabel tersebut ketika kita tumbuh, kita akan dapat memperkirakan tinggi badan akhir kita nanti.

Hasil foto sinar epifis, atau celah antara ujung tulang kita tidak akan meramalkan tinggi badan seseorang, tetapi dapat menentukan jika ada suatu kondisi yang akan menghambat pertumbuhan lebih lanjut. Seiring dengan pertumbuhan, celah-celah tersebut akan mengerut.

Pada waktu kita telah melewati pubertas, tulang-tulang tersebut menyatu, dan tidak lagi terjadi pertumbuhan. Nah, ini intinya :-D

Popularity: 20%

There are 5 comments for this entry. Add yours

  1. ochiai_aja

    ooh…makasih infonya…
    rumus br bg aku niiih..

    May 29th, 2008 at 8:47 pm

  2. kirana

    maka tinggi badan kita setelah dewasa adalah sekitar 2 kali tinggi badan saat pada saat berumur 3 tahun.

    lha, apa nggak salah ketik tuh? anak umur tiga tahun itu tingginya antara 110-135 cm lho. Kalo dua kali tinggi setelah dewasa, berarti sekitar 220-270 cm….

    May 30th, 2008 at 4:00 pm

  3. Yessi Pratiwi

    Terimakasih Kirana.

    Saya sudah tulis diawal lho, kalau perhitungan tersebut memang agak aneh, tampak tidak sesuai untuk kita orang Indonesia.

    Silahkan dicek ya :)

    June 8th, 2008 at 7:46 pm

  4. Annisa

    iya tuh…
    anak apa dulu???
    jgn” anak jerapah lagi
    hehehe

    July 9th, 2008 at 9:47 pm

  5. restee

    nisa,mgY udh di itung gtu, klu tinggi jerapah sgituan??????????? ngitungnya pke penggaris yg 15cm y……….

    July 25th, 2008 at 5:38 pm

Join the discussion. Add your comment.

Comment policy.